Sukses

Xenofobia, Sikap Rasis yang Muncul Akibat Virus Corona

Karena wabah virus corona berasal dari Tiongkok, muncul fenomena xenofobia terhadap etnis Tionghoa di beberapa negara. Simak selengkapnya di artikel ini.

Tak bisa dimungkiri, saat ada penyakit menular mewabah di suatu negara, orang-orang menjadi waswas pada masyarakat dari wilayah endemik virus corona. Rasa khawatir tertular sebenarnya wajar, yang tak wajar adalah kecemasan berlebihan hingga menimbulkan sikap xenofobia!

Xenofobia, Perilaku Apa sih?

Dinukil dari Ditchthelabel.org, xenophobia adalah ketidaksukaan atau prasangka berlebih terhadap orang-orang dari negara lain. Istilah “fobia” yang disematkan di dalamnya bukan berarti ‘takut’ semata, tapi cenderung diskriminasi yang bernuansa sosial atau politik. Sering kali, alasan pelaku xenofobia adalah irasional.

Di lain sisi, rasisme sering bercampur dengan xenofobia, dan keduanya kerap berjalan beriringan. Akan tetapi, xenofobia biasanya merujuk pada kebangsaan dan budaya seseorang, bukan secara eksklusif kepada ras tertentu.

Sayangnya, candaan bernada xenofobia ini dilontarkan di tengah kegentingan kondisi penyebaran virus corona saat ini.

Artikel lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

1 dari 3 halaman

Teror Xenofobia di Tengah Mewabahnya Virus Corona

Dilansir dari This Week in Asia, contoh sikap xenofobia ini misalnya dengan mengatakan bahwa virus ini tak akan berlangsung lama karena “Made in China”. Lalu, ada pula yang menyindir soal kebiasaan warga negara Tiongkok gemar mengonsumsi hewan ekstrem.

Bahkan, ada ujaran bahwa warga China mengonsumsi apa pun yang berkaki empat kecuali meja dan semua yang terbang kecuali pesawat! Sama sekali tidak etis, bukan?

Tak cuma itu, banyak orang Barat yang tidak memperbolehkan etnis Tionghoa untuk berada di dekatnya. Bahkan, di Jepang (sekalipun sesama etnis Asia), mereka menolak semua orang China—meski mereka tidak terinfeksi virus—untuk masuk ke tokonya.

Apalagi sejak awal Januari, banyak info yang mengatakan bahwa penyebaran virus corona disebut-sebut disebabkan oleh kebiasaan masyarakat China yang doyan makan kelelawar. Alhasil, sampai sekarang, tak sedikit orang Barat yang selalu menyindir kebiasaan tersebut kepada setiap etnis Tionghoa yang ditemuinya!

Xenofobia sebenarnya tidak cuma terjadi di masa-masa virus corona seperti sekarang ini. Sebelumnya, saat ebola sedang mewabah di Afrika Barat, orang berkulit hitam di Amerika Serikat juga mengaku sempat mengalami diskriminasi.

Dilansir dari Time, seorang ayah mengaku putranya mengalami intimidasi di sekolah, setelah diketahui baru pindah dari Senegal ke New York City. Sang putra dipanggil "ebola" oleh siswa lain, sambil mengejek pada kemungkinan akan tertular.

Kisah lainnya, seorang wanita Liberia di Minnesota mengaku dipaksa mengambil cuti sementara, dan tidak dibayar dari pekerjaannya karena kebangsaannya. Warga itu bahkan diminta meninggalkan pekerjaan setelah bersin atau batuk.

Artikel lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

2 dari 3 halaman

Bagaimana Menanggapi Orang yang Bersikap Xenofobia?

Di tengah merebaknya wabah coronavirus, orang-orang beretnis Tionghoa (tak peduli dari negara mana), mungkin saja alami perilaku diskriminasi. Lantas, jika ini menimpa Anda, bagaimana menghadapinya?

Ikhsan Bella Persada, M.Psi, psikolog dari KlikDokter menyarankan Anda untuk bersikap tenang saat menghadapi diskriminasi dan xenofobia.

“Memang tak mudah saat mendapatkan perilaku diskriminatif. Tapi, untuk saat ini, langkah pertama menghadapi perilaku xenofobia adalah tenang dan tak perlu mengeluarkan reaksi agresif. Soalnya, yang tahu kondisi sebenarnya itu Anda, jadi, jangan pedulikan apa kata mereka.”

“Selain tetap tenang, Anda sebaiknya juga menghindar. Sebab, jika melawan, orang-orang di sekitarnya (mayoritas) pasti juga akan membela si pelaku. Sekumpulan orang cemas dan marah bukan lawan yang sepadan. Jadi, lebih baik menghindar dan lindungi diri Anda,” tutur Ikhsan.

Dua respons di atas hanya ditujukan kepada orang yang menyindir atau mencemooh Anda. Jika ada orang yang ingin tahu lebih lanjut soal kondisi Anda, tapi dengan cara yang lebih etis atau sopan, tak ada salahnya untuk menjelaskan.

“Ya, jelaskan saja bahwa benar Anda ini etnis Tionghoa. Tetapi Anda tidak punya riwayat bepergian ke China atau berkontak langsung dengan warga negara Tiongkok, apalagi dengan pasien virus corona. Tegaskan juga bahwa Anda dalam kondisi sehat, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tutur Ikhsan. 

Daripada Anda sibuk bersikap xenofobia pada orang-orang beretnis Tionghoa, lebih baik lindungi diri dari penyebaran virus corona dengan cara yang tepat. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air, menjaga daya tahan tubuh, dan menggunakan masker. Pantau terus informasi terbaru terkait coronavirus di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar