Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hampir Sepekan Dikarantina Coronavirus, Ini Update Terbaru dari Natuna

Hampir Sepekan Dikarantina Coronavirus, Ini Update Terbaru dari Natuna

Kementerian Kesehatan memberikan update terbaru mengenai WNI yang dikarantina di Natuna. Situasi dan prosesnya berjalan dengan efektif dan lancar.

Pada Kamis (06/02) di Jakarta, Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah info terbaru mengenai perkembangan kabar virus corona khususnya di Indonesia dan keadaan warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini menjalani masa karantina di Natuna.

Tentunya, keadaan mereka menjadi menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Indonesia. Ini karena hingga Kamis (06/02) pukul 17.00 WIB jumlah orang yang terinfeksi coronavirus di luar negeri sudah mencapai 28.344 pasien. Kebanyakan pasien berasal dari Tiongkok.

Program Karantina Coronavirus Berlapis

Beberapa waktu lalu, sekitar 200-an WNI yang tinggal di Wuhan, Tiongkok berhasil dievakuasi kembali ke tanah air. Namun, para WNI ini tidak diperbolehkan kembali ke rumah.

Melainkan harus berada di sebuah camp karantina hingga 14 hari di Natuna. Ini untuk memastikan WNI yang dipulangkan tidak terinfeksi virus corona dan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia.

Di Natuna sendiri, pemerintah telah membagi wilayah karantina menjadi tiga bagian atau lapisan. Bagian pertama adalah di mana WNI tidak memiliki kontak dengan siapapun kecuali tenaga medis.

Bagian kedua memiliki beragam dukungan kesehatan, makanan, dan sarana prasarana lain yang mendukung proses karantina. Lalu, bagian ketiga berfungsi sebagai tempat pemantauan.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Seseorang Sudah Sembuh dari Virus Corona

Kemenkes Hadapi Virus Corona Sesuai Aturan WHO

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes mengungkapkan semua SOP (Standar Operasional Prosedur) telah dijalankan dengan benar di Natuna.

Hal ini pun turut menyesuaikan dengan aturan yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Kemenkes terus berupaya memperluas jaringan dalam penelitian dan memperkuat kapasitas kesehatan yang sudah ada. Pelatihan dan sosialisasi yang ada, baik di Natuna maupun daerah lainnya terus dipantau oleh Badan Litbang,” jelasnya.

Dokter Wiendra juga menegaskan fasilitas-fasilitas medis di Natuna layak dan memadai. Di sana sudah lengkap disediakan tim dokter, psikolog, makanan bergizi, dan layanan medis untuk para WNI yang dikarantina, maupun penduduk Natuna sendiri.

Terkait pemeriksaan pasien untuk menganalisis adanya virus corona, Kemenkes sudah memberikan bentuk sosialisasi ke berbagai pelayanan kesehatan Indonesia.

“Kalau periksa ke dokter atau dinas kesehatan, pasti pasien akan ditanya apakah baru datang dari Tiongkok atau tidak. Bila benar dari negara itu, pasti akan diberi rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Artikel Lainnya: Waspada, Penderita Virus Corona Bisa Tidak Menunjukkan Gejala!

1 dari 3 halaman

Kabar Terbaru Karantina Virus Corona di Natuna

Kali ini, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Anung Sugihantono, M.Kes memberi kabar terbaru mengenai jalannya kegiatan karantina WNI di Natuna dan situasi di sana.

Terdapat 47 spesimen yang telah diperiksa, 43 dinyatakan negatif, dan empat lainnya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut terkait virus corona. Kabar baiknya, situasi begitu normal dan kondusif di Natuna.

WNI yang mengikuti karantina di sana pun berada dalam kondisi sehat. Orang-orang yang dikarantina setiap harinya rutin mengikuti pemeriksaan fisik dan suhu. Posko kesehatan yang didirikan di sana memang dimanfaatkan oleh mereka untuk memeriksakan kesehatannya.

Walau terkadang mereka mempunyai keluhan fisik seperti gatal dan pusing. Tapi, hal ini bukan menjadi gejala penyakit yang disebabkan oleh coronavirus. Positinya, tidak ada pernyataan bahwa mereka positif terkena 2019-nCOV.

“Pemerintah telah membangun beberapa posko, salah satunya di Pantai Piwang untuk melayani aduan virus corona. Jaraknya tidak terlalu jauh dari puskesmas Natuna, hanya sekitar 1-3 km. Bila perlu pemeriksaan lebih lanjut, perjalanannya tidak terlalu lama,” tutur dr. Anung.

Langkah pencegahan terkena virus corona juga diterapkan dengan melakukan penyebaran disinfektan. Contohnya, di meja makan, tempat tidur, dan benda-benda di sekitar lainnya.

Distribusi logistik untuk masker, makanan, dan obat-obatan juga berjalan dengan baik.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

2 dari 3 halaman

Benarkah Virus Corona Belum Mencapai Indonesia?

Pada Kamis (06/02) ini, warga Cilegon, Banten diresahkan oleh isu virus corona. Dilansir dari sejumlah postingan di sosmed, terdapat WNA asal Tiongkok yang positif mengidap parasit tersebut berada di Cilegon.

Hal ini bermula karena adanya kabar 200 TKA asal Tiongkok baru sampai ke Cilegon. Padahal, pekerja asing tersebut tidak semuanya baru datang. Bahkan ada yang datang sejak bulan Januari 2019.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, Arriadna, kedatangan terakhir TKA tersebut terjadi pada 6 Desember 2019.

Faktanya lagi, TKA yang sudah sempat pulang ke Tiongkok membatalkan untuk kembali bekerja di Cilegon. Ini karena adanya larangan Pemerintah Indonesia. Hingga saat ini, belum ada kabar soal suspect atau orang yang positif terkena coronavirus di Indonesia.

Jika beberapa masyarakat Indonesia masih bergelut dengan informasi hoax virus corona, mirisnya ada satu WNI yang bekerja di Singapura terinfeksi virus Wuhan. Kira-kira bagaimana kondisi kesehatannya?

Dokter Wiendra mengatakan bahwa tidak perlu khawatir berlebihan. Hal ini karena, sistem kesehatan di Singapura sudah sangat canggih dan ketat.

Regulasinya pun seperti di Indonesia. Rumah sakit dan pelayanan kesehatan di sana sudah bagus, memadai, dan mampu menangani penyakit.

Terkait wabah virus corona, bisa disebutkan bahwa virus mematikan ini belum ada di Indonesia. “Sejauh ini, belum ada kasus coronavirus di Indonesia,” tegas dr. Anung.

Masyarakat Indonesia boleh menghela napas lega, namun bukan berarti tidak waspada. Menurut dr. Anung, terdapat beberapa faktor yang membuat virus tersebut tidak berkembang di Indonesia.

Contohnya, faktor genetik individu yang berbeda-beda, kekebalan tubuh, lingkungan tropis, dan lain sebagainya. Namun hal ini tetap membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sebagai bentuk proteksi diri, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak bepergian ke tempat yang positif terjangkit virus corona. Selain itu, terapkan pola hidup sehat dan jaga kebersihan diri maupun lingkungan sekitar.

Itulah beberapa update yang diberikan oleh Kemenkes. Tetap jaga kesehatan dan waspada akan adanya potensi infeksi virus corona. Semoga WNI yang terinfeksi virus corona di Singapura segera pulih, ya. Ikuti terus update seputar virus corona di aplikasi KlikDokter!

(AYU/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar