Sukses

Selalu Tersedak Air Liur Sendiri, Apa Penyebabnya?

Heran, sedang tidak makan atau minum apa-apa tapi mengapa sering sekali keselek ludah sendiri? Sebenarnya, apa penyebabnya dan bagaimana mencegahnya?

Wajar bila Anda sesekali tersedak. Kondisi ini menjadi tak wajar adalah bila sering tersedak ludah sendiri, padahal sedang tidak makan, minum, atau berbicara cepat.

Karena frekuensinya terlalu sering, rasa penasaran terhadap penyebab tersedak akhirnya muncul. Jangan-jangan ada gangguan penyakit tertentu hingga Anda sering mengalaminya?

Kabar buruknya, terlalu sering tersedak air liur sendiri memang bisa mengindikasikan suatu masalah kesehatan, mulai dari yang ringan hingga yang cukup parah. Namun, sebelum mengetahui apa yang menjadi penyebab sering tersedak ludah sendiri, ketahui dulu soal air liur itu sendiri.

Air liur diproduksi oleh kelenjar eksokrin. Cairan tersebut berfungsi untuk mencerna makanan sekaligus menjaga kebersihan mulut dari bakteri.

Mungkin Anda tak menyangka bahwa ada 1-2 liter air liur yang ditelan setiap harinya. Namun, bila cairan tersebut tidak mengalir ke tenggorokan dengan baik, maka Anda akan tersedak.

Seperti yang sempat dikatakan di atas, sesekali tersedak tentu bukan jadi masalah. Kalau sering sekali tersedak, apalagi tersedak air liur sendiri, baru bisa menjadi pertanda adanya kondisi medis tertentu yang dialami tapi tidak disadari.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Keselak & Tersedak

1 dari 3 halaman

Penyebab Sering Tersedak Air Liur Sendiri

Terdapat beberapa kondisi medis yang bisa menjadi alasan mengapa Anda sering tersedak ludah sendiri, yaitu berikut ini.

1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Asam lambung berlebih bisa naik hingga ke kerongkongan, apalagi jika otot pemisah antara lambung dan kerongkongan lemah. Ketika asam itu naik, secara otomatis produksi air liur akan lebih banyak. Makin banyak air liur yang diproduksi, makin besar pula risiko untuk tersedak ludah sendiri.

2. Disfagia

Orang-orang yang susah menelan (disfagia) umumnya lebih sering tersedak air liurnya sendiri. Beberapa risiko yang meningkatkan terjadinya disfagia antara lain mulut sumbing, ada jaringan parut, tumor, infeksi di belakang tenggorokan, dan rusaknya saraf otak yang mengganggu sinyal menelan.

3. Efek Minum Alkohol Terlalu Banyak

Bukan cuma bisa menyebabkan mabuk dan dehidrasi, terlalu banyak minum minuman beralkohol juga dapat membuat respons otot menjadi lebih lambat. Alhasil, air liur yang seharusnya terdorong ke tenggorokan, malah menumpuk dan memicu tersedak.

4. Penyakit Paru

Jalan untuk napas yang terganggu akan dapat membuat Anda sering tersedak ludah sendiri. Pasalnya, ada penumpukan lendir dan air liur di saluran pernapasan.

Bahkan, tak cuma bikin sering keselek, penyakit paru seperti pneumonia dan bronkitis mampu membuat penderitanya batuk terus-menerus dan sulit menelan!

Artikel Lainnya: Tips Menolong Anak Tersedak

5. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur serius karena adanya kondisi napas yang terhenti saat tidur. Saat mengalaminya, otak dapat membangunkan tubuh agar bisa kembali melanjutkan bernapas.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, ada banyak hal yang menyebabkan sleep apnea, antara lain kegemukan, pembesaran amandel, sumbatan hidung kronis, kelemahan otot-otot leher, gangguan saraf, dan ukuran lidah yang besar.

Mereka yang mengalami sleep apnea biasanya akan tersedak oleh liur sendiri saat tidur. Air liurnya banyak terkumpul di mulut dan leher, sehingga jalan napas terganggu.

6. Hormon sedang Berubah

Ini memang bukan suatu penyakit, tetapi kondisi ini umumnya dialami oleh ibu hamil. Mereka yang sedang mengandung memiliki kadar hormon yang tidak seimbang, sehingga bisa meningkatkan produksi air liur.

2 dari 3 halaman

Adakah Cara Mencegahnya?

Ini sebenarnya sangat bergantung pada faktor penyebabnya. Jika penyebabnya adalah penyakit, maka mesti diobati terlebih dulu agar kondisi sering tersedak ini bisa menghilang.

Namun, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi tersedak air liur sendiri yaitu:

  • Tidurlah dengan posisi miring atau kepala lebih tinggi dari tubuh demi mencegah tersedak saat tidur.
  • Sehabis makan, jangan langsung berbaring, apalagi tidur. Hindari pula makanan yang bisa memicu naiknya asam lambung, seperti makanan pedas, asam, atau kafein. Sebab, gejala GERD bisa muncul seketika.
  • Hindari minum minuman beralkohol.
  • Makanlah secara perlahan dan jangan bicara terlalu cepat.
  • Ada obat yang dapat mengurangi produksi air liur, yaitu glikopirolat dan atropin sulfat. Namun, jangan mengonsumsinya tanpa anjuran dokter agar tidak terjadi efek samping.

Sering tersedak air liur sendiri dapat disebabkan oleh faktor-faktor di atas. Kalau kondisi tersedak itu sampai mengganggu aktivitas, periksa ke dokter atau konsultasikan melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar