Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penyakit Cacar Ular Bisa Sebabkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Penyakit Cacar Ular Bisa Sebabkan Kematian, Mitos atau Fakta?

Ada yang mengatakan bahwa penyakit cacar ular merupakan penyakit yang mematikan. Benarkah demikian? Simak fakta medisnya berikut ini.

Beberapa orang mungkin akrab dengan yang namanya cacar air. Namun, itu bukanlah satu-satunya jenis cacar yang bisa menyerang tubuh. Ada cacar ular yang lebih berbahaya dan katanya dikenal mematikan. Untuk tahu lebih lanjut, mari simak penjelasan di bawah ini.

Sekilas Tentang Penyakit Cacar Ular

Penyakit cacar ular dalam dunia medis disebut dengan herpes zoster atau shingles. Perlu diingat, bahwa cacar ular atau herpes zoster berbeda dengan herpes simpleks biasa. Sebenarnya, penyakit cacar ular ini merupakan penyakit lanjutan dari varicella atau cacar air, yang mana disebabkan oleh varicella zoster virus (VZV).

Hampir sama dengan infeksi virus lainnya, penularan penyakit ini pun bisa ditularkan melalui kontak langsung pada lesi yang pecah dan melalui udara seperti batuk atau bersin. 

Infeksi varicella zoster virus ini dapat terjadi di seluruh dunia dan menyerang siapa saja. Orang yang punya daya tahan tubuh lemah, berisiko 20 kali lebih tinggi untuk terinfeksi virus ini dibandingkan dengan orang yang sehat. 

Virus varicella zoster menyerang ganglion saraf di area dermatom (daerah pada kulit yang disatukan oleh saraf spinal). Sehingga saat terkena cacar ular, gejalanya hanya akan muncul pada salah satu sisi tubuh saja.

Pada orang yang punya sistem kekebalan tubuh rendah, ia dapat memiliki 2 area lesi sekaligus di sisi tubuhnya. Oleh sebab itu, tidak heran kalau cacar ini bentuknya melingkar seperti ular.

Artikel Lainnya: Cacar Air dan Cacar Api, Kenali Perbedaannya

1 dari 3 halaman

Seperti Apa Gejala Cacar Ular?

Saat ini, jumlah kasus terjadinya penyakit cacar ular di Indonesia belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada tahun 2011-2013 didapatkan laporan sebanyak 2.232 kasus yang ada di 13 rumah sakit pendidikan di Indonesia.

Secara umum, gejala penyakit ini sendiri sebenarnya tidak terlalu jelas. Pada awalnya, penderita akan merasakan sakit kepala, demam, dan mudah lelah. Barulah setelah beberapa waktu akan diikuti dengan munculnya ruam merah yang berubah menjadi lesi bergerombol seperti cacar air.

Kadang lesi cacar ular disertai dengan rasa gatal, rasa nyeri atau panas terbakar. Setelah 7-10 hari, barulah terbentuk kerak atau koreng yang akan mengelupas dengan sendirinya.

Karena disebabkan oleh virus, infeksi ini bersifat self limited atau dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, penyakit herpes zoster ini tetap membutuhkan terapi obat seperti antivirus karena menimbulkan rasa sakit yang tajam dan bila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan komplikasi.

Penularan penyakit cacar ular bisa dicegah ketika penderita diobati sampai benar-benar sembuh. Nantinya, dokter akan memberikan kombinasi obat antivirus seperti acyclovir, famciclovir, valacyclovir, dan juga obat anti nyeri.

Untuk mencegah virus bertambah banyak di dalam tubuh, dokter akan memberikan obat seperti amitriptilin maupun  antikonvulsan.

Artikel Lainnya: Fakta di Balik Mitos Populer Seputar Cacar Air

Benarkah Cacar Ular Mematikan?

Sebenarnya penyakit cacar ular tidak serta merta langsung menimbulkan kematian. Kematian yang terjadi umumnya disebabkan karena komplikasi yang terjadi. Komplikasi bisa terjadi ketika virus cacar zoster ini jumlahnya banyak.

Tidak hanya menyerang saraf di kulit saja, tetapi organ tubuh lainnya juga bisa terkena. Kondisi ini juga sering disebut herpes internal atau herpes dalam. Inilah yang disebut sirap sistemik atau internal.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain, postherpetic neuralgia, bekas luka, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, infeksi sekunder di kulit, kehilangan sensasi pada saraf yang terkena, dan ensefalitis (peradangan pada otak).

Nah, dengan pengobatan yang tepat dan sesuai, risiko komplikasi akan menurun dan penderita pun dapat segera pulih. Pada penderita cacar ular berusia muda dan memiliki daya tahan tubuh yang baik, biasanya herpes zoster ini akan sembuh cepat dan jarang sekali menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Berbeda dengan penderita yang memiliki daya tahan tubuh rendah, di mana ia akan mudah mengalami infeksi luas selain di kulit seperti di mata, selaput otak, maupun hati. Maka dari itu, sangat penting untuk periksa ke dokter setelah merasakan gejala cacar ular.

Artikel Lainnya: Langkah Tepat Mengobati Cacar Air pada Orang Dewasa

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mencegah Agar Tidak Tertular?

Karena penyakit cacar ular menular, sebaiknya hindari kontak langsung dengan penderita. Gunakan selalu masker dan selalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun untuk mencegah tertularnya infeksi virus varicella zoster.

Selain itu, tetap menjaga kekebalan sistem imun dengan makan makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, serta melakukan olahraga rutin pun dapat membuat tubuh tidak gampang sakit tertular.

Melakukan suntik vaksin anti varicella dan herpes zoster juga dapat membantu mengurangi risiko terkena virus. Vaksin ini disarankan diberikan pada orang yang berusia 50 tahun ke atas, orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah seperti penderita HIV/AIDS, dan pasien kemoterapi.

Jadi, penyakit cacar ular menyebabkan kematian itu merupakan mitos yang tidak benar, ya. Namun, komplikasi penyakitnya lah yang dapat menyebabkan kematian, misalnya seperti peradangan otak dan juga pneumonia.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk melakukan pencegahan di atas agar tidak mudah tertular cacar ular. Apabila muncul tanda dan gejala awal yang mengarah ke cacar ular, jangan ragu untuk periksa dengan dokter. Untuk lebih praktis, Anda bisa mengajukan pertanyaan tentang cacar ular lewat fitur Tanya LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar