Sukses

Perlukah Mengajak Anak Menjenguk Kerabat yang Sakit?

Orang tua kadang suka bimbang apakah perlu mengajak anak saat harus menjenguk keluarga yang sakit. Mari ketahui saran dari dokter, boleh atau tidak ya?

Menjenguk orang sakit seringkali dilakukan demi memberikan dukungan kepada yang sedang tidak sehat. Tapi, perlukah mengajak anak untuk menjenguk kerabat yang sedang sakit?

Ya, menjenguk orang yang sakit sangat perlu untuk dilakukan, apalagi kalau yang sakit adalah kerabat terdekat. Memberikan dukungan, mengajaknya berbicara, dan membawakan makanan atau minuman kesukaannya bisa menjadi pelipur lara bagi yang sakit.

Biasanya, kala menjenguk orang yang sakit, Anda akan bersama-sama dengan rekan yang lain atau bersama keluarga. Bisa pasangan Anda atau keluarga lainnya.

1 dari 3 halaman

Perlukah Mengajak Anak Menjenguk Kerabat yang Sakit?

Pertanyaannya adalah apakah perlu mengajak anak untuk menjenguk orang yang sakit, apalagi di rumah sakit? Soal ini, dr. Atika dari KlikDokter menyarankan lebih baik jangan melakukannya.

Ia beralasan bahwa di rumah sakit banyak sekali kuman penyakit yang bisa menular melalui udara. Sebaiknya jangan ajak anak Anda.

Lagipula, banyak rumah sakit yang sudah melarang anak di bawah usia 12 tahun untuk ikut menjenguk sampai kamar inap.

"Mengajak anak ke rumah sakit untuk menjenguk kerabat sebenarnya tidak disarankan. Karena biasanya di rumah sakit banyak kuman yang mungkin saja bertebaran di udara. Anak kan imunnya lebih lemah, takutnya ketularan," ujar dr. Atika.

"Satu hal yang terpampang jelas biasanya rumah sakit sudah memberlakukan peraturan anak di bawah 12 tahun untuk tidak boleh masuk ke kamar inap. Biasanya anak-anak sudah dicegah lebih dulu," sambungnya.

Artikel lainnya: 6 Etika Menjenguk Orang Sakit yang Perlu Anda Tahu

Sekarang mari berandai-andai, bagaimana bila di rumah tidak ada yang jaga? Bukankah pilihan satu-satunya adalah harus membawa anak ikut?

Soal ini, dr. Atika menyebut hal itu memang kembali kepada masing-masing orang tua. Cuma ia menyarankan untuk menjenguknya secara bergantian, dan jaga atau bawa anak main di sekitar rumah sakit. Jangan masuk ke lobi!

"Kalaupun ikut, jangan ke lobi. Karena di sana tetap ada kuman, bisa saja orang sakit bolak-balik di lobi. Ini karena penyebaran kuman banyak macamnya dan paling banyak lewat udara seperti ISPA, faringitis, bahkan sampai pneumonia lewat udara. Kita tidak bisa lihat kumannya ada, tapi tiba-tiba masuk ke tubuh anak. Itu jelas bahaya," dr. Atika memperingatkan.

"Nah, kalau misalnya harus tetap dibawa karena tidak ada yang menjaga di rumah, orang tua bisa bergantian menjenguknya. Misalnya, ibu dulu yang menjenguk, ayah bisa ajak anak bermain di sekitar rumah sakit atau tetap di mobil. Sebaliknya juga begitu," tegasnya.

Kalau misalnya menjenguk kerabat yang sakit dan terbaring di rumah, tetap pertimbangkan dalam membawa anak. Bisa saja nanti anak malah mengganggu saat sedang menjenguk.

Terutama juga, lihat situasi dan kondisi rumah yang akan Anda datangi. Kalau memungkinkan, bisa saja dibawa, tapi kalau ternyata rumahnya tidak "ramah" anak dan sakitnya cukup menular, sebaiknya jangan.

Artikel lainnya: Ingin Menjenguk Pasien Kanker? Ketahui Dulu Etikanya

2 dari 3 halaman

Etika Menjenguk Orang Sakit

Lebih daripada semua itu, Anda juga harus tahu etika saat menjenguk orang sakit. Selain membawa anak, berikut ini adalah etika yang wajib diingat sebelum menjenguk orang sakit:

  1. Batasi Waktu Besuk

Sebaiknya tidak berlama-lama ketika datang membesuk orang sakit. Anda harus ingat bahwa kedatangan menjenguk orang sakit hanya untuk menunjukkan perhatian dan memberikan dukungan agar ia segera pulih, bukan untuk mengobrol lama.

  1. Perhatikan Waktu Kedatangan

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, waktu kunjungan yang tidak tepat dapat mengganggu porsi istirahat orang yang sedang sakit. Oleh karena itu, hindari membesuk di saat waktu tidur siang atau malam hari menjelang waktu istirahat.

  1. Jangan Bahas Penyakitnya

"Sakit apa? Parah ya sakitnya? Sekarang tambah baik atau tambah buruk?" Sebaiknya hindari juga membahas penyakit orang yang Anda jenguk.

"Di dunia medis sendiri, riwayat penyakit adalah hak mutlak pasien. Pasien berhak tidak memberitahukannya kepada siapapun, bahkan keluarga terdekatnya," jelas dr. Dyan Mega.

  1. Hindari Kritik Kondisi Fisik

"Kamu jadi terlihat kurus ya gara-gara sakit". Kata-kata seperti itu justru bisa menurunkan semangat orang yang dijenguk dan dapat berdampak negatif pada kemajuan kesembuhannya.

  1. Mengisahkan Penyakit Serupa yang Berujung Menyeramkan

"Ada juga tetangga aku yang sakitnya sama seperti kamu, eh akhirnya meninggal karena tidak tertolong". Mengisahkan hal itu sangat tidak boleh!

"Orang yang sedang sakit pasti akan mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang perjalanan penyakitnya, termasuk kemungkinan terburuk yang bisa ia alami. Jadi, lebih baik jangan menambah beban pikirannya dengan membandingkan kondisi pasien dengan kondisi orang lain, apalagi bila ujung kisahnya berakhir tragis," kata dr. Dyan Mega.

Sebelum menjenguk orang yang sakit, pertimbangkan terlebih dulu risikonya pada anak. Jangan sampai anak malah jadi ikutan sakit. Ketahui tips menjaga kesehatan anak dengan download aplikasi KlikDokter, lengkap dan terpercaya!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar