Sukses

8 Mitos Seputar Skincare yang Tak Perlu Anda Percaya

Semua orang ingin kulitnya sehat dan tampak awet muda. Namun, jangan asal sembarang percaya dan mempraktikkan mitos seputar skincare ini, ya!

Skincare banyak dipakai untuk menunjang kesehatan dan kecantikan kulit. Namun, dengan banyaknya mitos seputar skincare yang dipercaya, malah sering kali bikin manfaat penggunaannya tidak optimal, bahkan tidak dirasakan.

Dalam menggunakan produk perawatan kecantikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dari mulai pemilihan yang sesuai dengan tipe kulit, kandungan bahan, cara pakai, dan sebagainya. Namun, dengan banyaknya mitos yang beredar, seringnya konsumen dibuat bingung.

Mengungkap Kebenaran Mitos Seputar Skincare

Untuk menghindari informasi yang menyesatkan, mari kenali dan ungkap beberapa mitos seputar skincare yang banyak beredar sekaligus membahas faktanya.

1. Makin Mahal Kerjanya Makin Efektif

Tak sedikit orang yang percaya bahwa semakin mahal produk perawatan yang dibeli, maka hasilnya akan makin efektif atau memuaskan. Ini tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, produk perawatan kulit yang baik adalah yang disesuaikan dengan tipe dan kondisi kulit. Selain itu, sering kali produk yang mahal maupun produk yang harganya bersahabat sebetulnya kandungannya tidak jauh berbeda.

Efektivitasnya akan bergantung pada respons kulit terhadap kandungan yang ada dalam produk. Oleh karena itu, daripada berpatokan pada harga, lebih baik perhatikan bahan-bahan produk yang hendak dibeli.

Bila ingin lebih akurat, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau ahli kecantikan supaya mendapatkan produk yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit.

Artikel lainnya: Bolehkah Menggunakan Skincare yang Sama untuk Pagi dan Malam Hari?

2. Pelembap Hanya untuk Orang-Orang dengan Kulit Kering

Pelembap adalah salah satu produk perawatan kulit yang dipakai rutin setiap hari, yang tugas utamanya adalah untuk menghidrasi kulit. Memang benar bahwa para pemilik kulit kering butuh pelembap supaya kulitnya tidak makin kering. Namun, pemilik kulit berminyak juga memerlukannya.

Hal yang perlu digarisbawahi, pelembap yang digunakan harus sesuai dengan jenis kulit agar manfaatnya benar-benar bisa dirasakan.

3. Ada Produk Skincare yang Menawarkan Hasil Instan

Faktanya, anggapan tersebut cuma mitos. Pada dasarnya, apa pun jenis perawatan kulit butuh proses untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Bila sudah beli produk mahal tapi baru selang beberapa hari pemakaian hasilnya belum terlihat, jangan langsung menuduh produk tersebut tak berguna. Ingat, semua proses butuh waktu.

Umumnya, untuk mulai merasakan khasiat dari produk yang dipakai, butuh waktu setidaknya beberapa minggu setelah penggunaan rutin.

4. Skincare Menyebabkan Ketergantungan

Banyak yang menganggap bahwa menghentikan penggunaan skincare akan membuat ketergantungan, sehingga bila dihentikan akan membuat kulit memerah, berjerawat, atau rusak. Anggapan ini tidak benar.

Perlu diketahui, penggunaan produk perawatan kulit ibarat penggunaan pupuk agar tanaman tumbuh subur. Artinya, bila Anda menggunakan skincare, perbaikan yang terjadi pada kulit akan berlangsung lebih cepat dan efektif.

Jadi, jika penggunaan skincare dihentikan seketika, perbaikan pada kulit akan berlangsung lebih lambat. Jika keterlambatan dalam proses perbaikan tersebut disertai dengan adanya masalah baru, maka kulit mungkin saja akan kembali bermasalah.

5. Tabir Surya Hanya untuk Cuaca Panas dan Terik

Tahukah Anda, sinar ultraviolet masih tetap bisa terpancar sekalipun cuaca sedang mendung. Jadi, anggapan bahwa penggunaan tabir surya hanya untuk cuaca cerah hanyalah isapan jempol.

Artikel lainnya: Sperma untuk Kecantikan Kulit Wajah, Mitos atau Fakta?

Meski mendung atau sedang berada di tempat yang bercuaca dingin, Anda tetap dianjurkan menggunakan sunblock atau sunscreen dengan SPF minimal 30 saat beraktivitas di luar rumah. Tetap aplikasikan secara berulang agar efektivitas tabir surya dalam menangkal dampak buruk sinar ultraviolet bisa terus optimal.

6. Sering Pakai Makeup Bikin Kulit Jerawatan

Umumnya, makeup tidak menyebabkan jerawat, kecuali produk yang dipakai tidak sesuai atau sudah kedaluwarsa. Bila Anda rutin menggunakan kosmetik, kenali kulit dengan baik dan pilih produk yang aman dan sesuai.

Jangan lupa untuk cek tanggal pembuatan atau tanggal kedaluwarsa sebelum dibeli, serta jangan pernah lupa untuk membersihkan makeup sebelum tidur.

7. Sering Eksfoliasi Bikin Kulit Makin Sehat

Tindakan eksfoliasi seperti penggunaan scrub yang terlalu sering dan menggosoknya terlalu keras bisa membuat kulit rusak. Khususnya jika jenis kulit cenderung kering, hindari eksfoliasi terlalu sering.

Eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit rentan mengalami infeksi, iritasi, menjadikan kulit menjadi (makin) kering, bahkan dapat berpotensi menimbulkan keriput lebih cepat!

8. Adanya Sensasi Terbakar Tandanya Produk Bekerja Efektif

Sungguh berbahaya bila menganggap timbulnya sensasi terbakar usai pemakaian krim, serum, produk lain, atau tindakan tertentu berarti kerjanya efektif.

Bergantung dari jenis tindakan dan produk yang digunakan, kalau yang dirasakan adalah sensasi tingling atau seperti kesemutan, itu masih wajar, misalnya saat menggunakan produk berbahan glycolic acid.

Namun, yang dirasakan adalah sensasi sengatan seperti terbakar, terlebih jika disertai kemerahan dan gatal, itu adalah indikasi Anda mengalami alergi atau sensitif terhadap kandungan yang dipakai. Bila itu terjadi, sebaiknya segera hentikan pemakaian.

Nah, jangan lagi terjebak dengan mitos seputar skincare yang menyesatkan, ya! Untuk membantu memilih produk skincare yang tepat, paling amannya memang berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit atau ahli kecantikan terlebih dulu.

Nantinya, mereka akan membantu Anda memilih produk yang aman dan sesuai dengan kondisi kulit. Bila ingin mengetahui fakta seputar mitos skincare, bisa tanyakan pada fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar