Sukses

Anak Mengenakan Sepatu Bekas Kakaknya, Amankah?

Untuk sebagian keluarga, agar lebih hemat, adiknya memakai sepatu bekas kakaknya. Dari sisi kesehatan, apakah hal ini aman?

Menurut ungkapan lama, banyak anak akan membawa banyak rezeki. Akan tetapi, kenyataan tidak selalu sama. Justru, banyak anak membuat orang tua harus merogoh kocek lebih dalam akibat makin besarnya pengeluaran akibat kebutuhan harian. Dampaknya, tak sedikit anak yang diwariskan sepatu bekas kakaknya untuk menekan pengeluaran.

Kaki Anak Tumbuh dengan Cepat

Tak ada yang salah memang dengan hal ini. Terlebih lagi, kaki anak—terutama yang bayi hingga balita—tumbuh dengan sangat cepat. Itu sebabnya, membeli sepatu baru dianggap sebagai pemborosan karena hanya sebentar terpakai. Ini berbeda jauh dengan sepatu orang dewasa yang bisa tahan lama digunakan bertahun-tahun.

Artikel lainnya: Perlukah Membiarkan Anak Bermain Bertelanjang Kaki?

Dalam sebuah penelitian yang pernah dilakukan di Amerika Serikat, ditemukan beberapa fakta menarik terkait pertumbuhan kaki anak, yaitu:

  • Antara usia 1-3 tahun, kaki dapat diperkirakan tumbuh sepanjang 1,5 mm setiap bulan (sekitar 18 mm atau 3/4 inci per tahun).
  • Di antara usia 3-6 tahun, kaki anak-anak tumbuh rata-rata panjang 1 mm setiap bulan (sekitar 12 mm atau 1/2 inci per tahun).
  • Antara usia 6-10 tahun, kaki anak tumbuh sekitar dari 1 mm per bulan (kurang lebih 12 mm atau 1/2 inci per tahun).
  • Memasuki usia 12-17 tahun, kaki anak laki-laki hanya akan tumbuh tambahan 10% dan anak perempuan hanya sekitar 2%.

Melihat pertumbuhan kaki pada anak tersebut, dapat dikatakan tidak ada sepatu bayi dan dan balita bisa awet dan cukup lama digunakan. Anda akan terus dan terus menggantinya seiring waktu dan perkembangan kaki si Kecil. Padahal, di sisi lain, sebagian sepatu anak punya harga yang lumayan.

Belum lagi sepatu bayi yang umumnya jarang terpakai sehingga kondisinya masih bagus. Hal inilah yang mendorong sebagian orang tua untuk menyimpan sepatu bekas tersebut untuk diberikan pada adik bayi berikutnya.

Akan tetapi, hati-hati, ya. Ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mewariskan sepatu kakak ke adiknya, lho!

1 dari 2 halaman

Anak Pakai Sepatu Bekas Boleh, tapi…

Seperti yang sudah dikatakan di atas, boleh-boleh saja sang adik menggunakan sepatu bekas kakaknya. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua juga harus hati-hati dan juga cermat pada kondisi sepatu bekas tersebut.

Meskipun jarang digunakan, bisa saja ada bagian dalam sepatu yang sudah rusak. Saat digunakan oleh si adik, tentu tidak maksimal dalam memberikan perlindungan.

Oleh sebab itu, berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum sepatu bekas diberikan kepada adiknya:

  • Cek Kondisi Umum

Sepatu bayi biasanya masih tampak bagus karena bayi belum berjalan. Namun, sepatu anak usia 1 tahun ke atas, biasanya sudah usang. Itu karena pada usia ini, si Kecil mulai belajar berjalan, berlari, dan melompat. Bisa saja, kondisi sepatunya sudah tidak bagus lagi untuk diwariskan.

Artikel lainnya: Awas, Infeksi Jamur Juga Bisa Bermula dari Sepatu!

  • Periksa Kondisi Sol Dalam

Sepatu biasanya memiliki sol dalam yang akan diinjak oleh kaki. Sol dalam yang cukup lembut sering kali akan terbentuk sesuai dengan bentuk kaki pemakainya. Jika sudah terbentuk, sepatu tersebut akan memiliki efek negatif jika digunakan oleh anak lain.

Padahal, kaki anak dapat berbeda bentuknya. Jika dipaksakan, nanti seperti memasukkan kaki ke dalam wadah yang tidak sesuai dengan bentuk kakinya.

Oleh sebab itu, periksa sol dalam sepatu apakah sudah ada bekas jejak kaki atau tumit. Hindari juga memberikan sepatu ini ke anak Anda yang lain.

  • Kondisi Sol Luar

Sol luar sama pentingnya dengan sol dalam sepatu. Sol luar harus dalam kondisi baik untuk mendukung anak berjalan dan berlari. Sepatu bekas biasanya tepi sol luarnya sudah aus, berlubang atau terjadi kerusakan.

Sebaiknya, sepatu bekas yang seperti itu sudah tidak diwariskan lagi ke anak selanjutnya. Karena menggunakan sepatu yang kurang baik kondisi sol luarnya dapat meningkatkan tekanan pada kaki anak sehingga dapat menghambat pertumbuhan kaki anak.

  • Kebersihan

Kebersihan sepatu, baik bagian dalam maupun luar, juga sangat penting untuk diperiksa. Walaupun kasus jarang, infeksi virus atau jamur pada kaki dapat tertinggal pada sepatu bekas. Jangan sampai anak Anda terinfeksi.

Selain poin-poin di atas, perhatikan juga ukuran sepatu bekas pas dengan kaki sang adik. Kalau sepatu masih terlalu longgar, sebaiknya tidak dipaksakan dipakai.

Hal ini tidak nyaman dan bisa menimbulkan risiko terjatuh saat berjalan. Sementara, kalau sepatu terlalu sempit, kaki si Kecil berpotensi lecet.

Jadi, boleh-boleh saja mewariskan sepatu bekas kakak ke sang adik. Hanya saja, Anda perlu memperhatikan beberapa hal di atas.

Ingat, memakaikan sepatu bekas yang tidak layak ataupun belum pas, dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan kaki anak. Cari tahu info kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar