Sukses

6 Cara Efektif Mengatasi Anak Susah Makan

Gizi adalah aspek penting yang berperan dalam proses tumbuh kembang anak. Baca ini sebagai panduan untuk penuhi kebutuhan gizi anak.

Anak susah makan tentu bikin orang tua kepikiran. Tak heran, mengingat makan teratur dengan menu bergizi seimbang adalah langkah awal untuk tumbuh kembang anak yang optimal.

Tenang, bagi orang tua yang punya anak susah makan, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Anak yang susah makan tidak melulu pertanda dari adanya gangguan kesehatan.

Berikut ini adalah beberapa keadaan, yang bukan termasuk penyakit namun bisa menyebabkan anak susah makan:

  • Perubahan nafsu makan, karena adanya lonjakan pertumbuhan dan variasi aktivitas anak
  • Ukuran lambung anak masih relatif kecil
  • Anak lebih tertarik dengan dunia di sekitarnya ketimbang makanan

Meski anak susah makan tidak disebabkan oleh penyakit, orang tua tetap harus berupaya mengatasi kondisi tersebut. Jika dibiarkan terjadi berkelanjutan, anak susah makan bisa berakhir pada malnutrisi yang berujung pada gangguan tumbuh kembang.

Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak susah makan atau dikenal dengan istilah food rules, yaitu:

  • Penetapan Jadwal Makan yang Teratur

Penetapan jadwal makan penting untuk mengatur siklus kenyang dan lapar anak. Tetapkan jadwal makan harian untuk tiga kali makan besar dan dua kali makanan selingan berupa buah-buahan.

Hindari pemberian makan selain dari jadwal tersebut. Anak yang sering diberikan makanan selingan akan merasa kenyang dan menolak makan pada waktunya.

Kemudian, tetapkan juga waktu makan 30 menit. Jika anak tidak mau makan atau makanan tidak habis dalam 30 menit, makanan yang tersaji mesti disingkirkan.

  • Rasa dan Variasi Makanan

Anak sudah mulai dapat memilih makanan yang enak dan tidak. Selain itu, anak juga mudah bosan jika diberikan jenis makanan yang sama setiap hari.

Itulah mengapa, orang tua perlu menyiapkan menu sehat yang bervariasi agar anak tidak cepat menemukan kejenuhan dalam mengonsumsi asupannya sehari-hari.

  • Lingkungan Makan yang Kondusif

Lingkungan makan yang kondusif dan bebas dari gangguan merupakan hal yang perlu diperhatikan, agar anak mengerti waktu makan.

Hindari makan sambil bermain, karena kebiasaan tersebut justru akan merepotkan orang tua.

  • Perhatikan Prosedur Makan

Makan dengan porsi kecil, sedikit-sedikit, kemudian ditambah lagi jika anak ingin porsi lebih.

Tidak minum air atau susu terlebih dahulu sebelum makan juga penting agar anak tidak keburu merasa kenyang.

Membersihkan sisa makanan di mulut, pakaian, dan lantai hanya dilakukan setelah sesi makan berakhir agar anak mengerti kapan waktu makan berakhir.

  • Hindari Paksaan

Suasana makan yang netral juga penting untuk mendukung keberhasilan proses makan.

Jangan memaksa anak untuk makan, karena tindakan tersebut justru akan menimbulkan trauma.

  • Makan Bersama-sama

Makan bersama dengan keluarga lainnya membuat makanan yang tersaji terasa lebih menggoda. Dengan makan bersama, anak pun akan terdorong untuk ikut menikmati sajian yang telah disediakan.

Berikan bujukan yang bersifat positif kepada anak untuk memotivasi dirinya agar dapat makan lebih banyak saat makan bersama-sama.

Hal Lain yang Harus Diperhatikan

Anak sudah doyan makan, namun Anda masih khawatir dengan tumbuh kembangnya? Berikan Sakatonik ABC Tablet sebagai solusinya.

Sakatonik ABC Tablet adalah multivitamin anak yang memiliki kandungan vitamin dasar lengkap, dengan pilihan rasa anggur, jeruk, stroberi dan antariksa (tutti frutti) yang disukai anak.

Sakatonik ABC Tablet bermanfaat untuk menjaga kesehatan anak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu pemulihan kondisi setelah sakit. Bentuknya pun menarik dan unik. Bentuk Sakatonik ABC Tablet menyerupai huruf dan jam matahari akan membuat anak tidak mudah bosan untuk mengonsumsinya secara teratur.

Jadikan Sakatonik ABC Tablet sebagai pelengkap asupan harian si Kecil. Dengan ini, buah hati Anda tidak akan menjadi anak susah makan lagi, sehingga tumbuh kembang dan kesehatannya terus terjaga dengan optimal.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar