Sukses

Cara Menjaga Kesehatan Organ Intim dengan Sitz Bath

Menjaga kesehatan organ intim bukan cuma pakai sabun khusus kewanitaan. Ada juga metode sitz bath. Meski masih asing, tapi efektif, lho!

Selama ini, berendam di air hangat identik dengan merelaksasikan tubuh dan meredakan gejala pegal-pegal. Itu memang benar. Namun, manfaat berendam air hangat tak cuma itu. Dengan air hangat, Anda juga bisa menjaga kesehatan organ intim, yang disebut metode sitz bath.

Anda baru pertama kali mendengar metode ini? Kalau iya, yuk cari tahu lebih lanjut soal metode sitz bath di bawah ini. 

Berkenalan dengan Manfaat Sitz Bath

Sitz bath adalah metode terapi air hangat yang bertujuan untuk merawat dan membersihkan area antara anus dan organ intim alias perineum. Kabar baiknya, baik orang dewasa maupun anak-anak bisa melakukan terapi ini. 

Jika Anda sering merasa gatal di area organ intim, berendam air hangat sangat cocok dilakukan. Bahkan, sitz bath tak cuma bisa meredakan gatal!

Terapi berendam air hangat ini dapat pula melancarkan sirkulasi darah, mengatasi luka kecil di perineum, meredakan gejala wasir, susah BAB, turun peranakan, serta meringankan rasa nyeri pada vagina.

Kendati demikian, apabila Anda punya luka yang terbilang parah atau nyeri yang hebat, ada baiknya kondisikan kondisi tersebut terlebih dulu kepada dokter. Sebab, jika benar ada penyakit atau infeksi, sitz bath hanya sekadar meredakan gejala, bukan mengobati!

Artikel Lainnya: 5 Kiat Menjaga Organ Intim Wanita

1 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Melakukan Sitz Bath?

Terapi sitz bath memang lebih baik dilakukan di bath tub. Jika tidak ada, Anda bisa melakukannya di baskom besar atau ember besar. Intinya, carilah wadah yang bisa dibuat berendam. Langkah selanjutnya adalah seperti ini.

  • Bersihkan bak yang hendak dijadikan sarana berendam, terutama bila wadah tersebut terbuat dari plastik. Membersihkan menjadi langkah penting agar organ intim tidak gatal dan infeksi saat berendam.
  • Jika berendam dengan bath tub, isi bak tersebut dengan air hangat sampai setinggi 7-10 cm atau hingga menutupi atau merendam perineum (organ intim). Bila menggunakan baskom atau bak lainnya, sesuaikan saja dengan takaran air dengan tubuh Anda dan besar wadah.
  • Setelah air cukup, tambahkan garam tanpa yodium, minyak zaitun, atau minyak esensial lainnya. Pastikan Anda tidak memiliki alergi terhadap unsur-unsur yang dimasukkan ke dalam air hangat. 
  • Berendamlah selama 15-20 menit. Biarkan campuran air hangat tersebut membersihkan organ intim Anda. Saat berendam, area tersebut tidak perlu disentuh, apalagi disabuni dengan sabun kewanitaan atau sabun mandi. Jika kondisi hangat sudah berkurang, tambahkan lagi air hangatnya.  
  • Setelah hampir setengah jam berendam, keringkan organ intim dengan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk, bukan digosok. Jika sebelumnya dokter meresepkan salep tertentu untuk mengobati iritasi Anda, oleskan saat organ intim sudah kering. 

Artikel Lainnya: 6 Cara Menjaga Kesehatan Vagina Saat Haid

2 dari 3 halaman

Cara Lain untuk Menjaga Kesehatan Organ Intim

Merawat vagina pada dasarnya memang lebih rumit ketimbang organ intim pria (penis). Oleh karena itu, di tips berikut ini akan lebih difokuskan pada cara merawat vagina selain menggunakan metode sitz bath, yakni:

  • Dokter Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter menyarankan bersihkan bagian luar vagina atau vulva setidaknya dua kali sehari pada saat mandi dengan menggunakan air bersih. 
  • Untuk membersihkan vagina, pilihlah sabun yang lembut, tanpa pewangi, dan tanpa pewarna.

“Sabun yang mengandung pewangi akan membuat vulva dan vagina jadi rentan teriritasi dan memudahkan bakteri untuk tumbuh,” jelas dr. Sepriani. 

  • Hindari menggunakan pantyliner atau pembalut dalam waktu yang lama. Gantilah pantyliner dan pembalut setiap 3 jam sekali. Penggunaan yang terlalu lama bisa membuat vagina terlalu lembap dan menjadi tempat untuk kuman berkembang. 
  • Basuh area kewanitaan dari depan ke belakang. Membasuh dari belakang ke depan hanya akan membawa kuman dari lubang anus ke dalam vagina.
  • Lalu, pilih celana dalam yang nyaman. “Memakai celana dalam yang terlampau ketat dan dengan bahan yang tidak menyerap keringat akan membuat jamur mudah tumbuh di area kewanitaan. Daerah vulvovagina pun terasa gatal, perih, dan muncul keputihan,” tutur dr. Sepri. 

Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari sitz bath, cara menjaga kesehatan organ intim yang satu ini mesti dilakukan secara rutin. Bila ada gejala lain di area organ intim yang tak bisa diatasi dengan sitz bath, Anda dapat mengonsultasikannya kepada dokter melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar