Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Jika Anak Tidak Punya Teman

Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Jika Anak Tidak Punya Teman

Jangan malah meledek, beri perhatian ekstra jika anak tidak punya teman. Agar ke depannya ia bisa bersosialisasi dengan baik, orang tua bisa melakukan ini.

Bukan hanya prestasinya, orang tua juga kerap khawatir akan pergaulan anak; apakah ia bisa berbaur? Temannya baik? Apakah dia di-bully? Bila nyatanya anak tidak punya teman, orang tua pasti cemas. Pada kondisi ini, apa yang bisa orang tua lakukan?

Pertemanan adalah salah satu hal terpenting di masa kanak-kanak, sebab keterampilan sosial yang ia punya akan terus bertahan hingga ia dewasa. Bila anak terlihat tidak punya teman atau sulit dalam bergaul, orang tua bisa membantunya dengan melakukan langkah-langkah ini.

1. Ajak Bergaul, Dekati, dan Tanya Baik-Baik

Ikhsan Bella Persada, M.Psi, psikolog dari KlikDokter mengatakan, memang seharusnya sedari kecil orang tua selalu mengajak anaknya untuk bersosialisasi (tak perlu menunggu usia sekolah).

Entah dengan mengajak si Kecil ke playground, membawanya ke kelompok bermain, intinya biasakan anak untuk berinteraksi dengan orang-orang selain keluarganya.

“Pola didik yang seperti itu akan mengajarkan anak untuk memahami kondisi orang seusianya. Dia bisa belajar berbagi, berani bertindak, terutama bila ada yang mengganggu. Anak pun bisa jadi asertif (tegas), tetapi tanpa kehilangan keceriaannya,” Ikhsan menjelaskan.

Artikel lainnya: Anak Punya Teman Khayalan, Orang Tua Juga Perlu ‘Berkenalan’

Lantas, bagaimana jika anak terlanjur lebih senang menyendiri atau tak punya teman, bahkan hingga usianya remaja?

“Di sini, orang tua harus bertanya. Misal dengan menanyakan, ‘kok, kamu nggak pernah ngenalin teman kamu ke Mama?’ Kalau alasannya seperti mengada-ada, kemungkinan besar dia memang tak memiliki teman.

Syukur kalau masih punya sedikit dan benar-benar dekat (sahabat). Kalau sampai tidak ada sama sekali, orang tua wajib aware,” Ikhsan menegaskan.

2. Kenali dan Pahami Kepribadian Anak

Bila anak terlihat kesulitan dalam bergaul, ada kemungkinan anak Anda memiliki kepribadian introver. Umumnya, pemilik kepribadian ini akan lebih picky alias pilih-pilih teman, beda dengan kepribadian ekstrover yang bisa dengan mudah bergaul dengan semua orang.

Untuk menentukan kepribadiannya, psikolog bisa membantu dengan melakukan tes. Jika benar introver, coba ingat-ingat lagi, apakah salah satu atau kedua orang tuanya juga memiliki kepribadian yang sama. Sebab, faktor genetik ternyata memengaruhi.

Seorang anak introver umumnya bukan tak punya teman, tetapi jumlahnya memang tak banyak. Kabar baiknya, meski sedikit, tetapi teman-temannya itu cenderung baik, loyal, dan nyambung dengan anak.

3. Kenali Masalah yang (Diam-Diam) Dialami Anak

Kemungkinan lain anak tidak punya teman adalah adanya masalah yang dipendam anak.

“Bisa jadi ia dikucilkan teman-temannya atau di-bully, atau bisa juga punya gangguan cemas saat ada di lingkungan umum. Orang tua harus tahu apakah lingkungan di sekitarnya membuat anak nyaman atau sebaliknya,” pungkas Ikhsan.

Artikel lainnya: Anak Suka Melawan, Adakah Hubungannya dengan ODD?

Jika sedari kecil anak sudah terlihat pendiam dan susah bergaul, kemungkinannya lebih condong ke arah kepribadian introver. Namun, kalau anak yang dulunya ceria, suka bercerita, atau ekspresif, tapi ia tiba berubah jadi pendiam, mengurung diri, dan terlihat tak punya teman, maka kemungkinan anak sedang punya masalah.

4. Undang Teman-Teman Sebayanya ke Rumah

Langkah sederhana yang satu ini bisa dilakukan jika anak masih berusia TK atau SD. Undang beberapa anak seusianya yang ia kenal.

Orang tua juga bisa bertanya kepada anak apakah ada teman-teman di sekolahnya yang ingin ia undang. Jika teman-temannya datang, biarkan mereka menghabiskan waktu bersama.

5. Orang Tua Boleh Terlibat, tapi Tak Boleh Dominan

Untuk mengatasi masalah ini, orang tua memang campur tangan, tapi batasi dalam sesi interaksinya.

Jika saat bersama dengan teman-temannya si Kecil tampak malu-malu, Anda boleh membantu, tapi hanya sebatas menyampaikan ide, bukan sepenuhnya mengontrol permainan. Dikhawatirkan, anak-anak lainnya akan merasa canggung.

6. Mendaftarkannya dalam Suatu Kegiatan

Banyak kegiatan khusus dirancang untuk anak. Agar anak bisa bersosialisasi dengan baik dan punya teman, coba daftarkan. Misalnya ke kelas bela diri untuk anak, menari, atau apa pun sesuai minatnya. Lebih baik lagi bila itu merupakan aktivitas beregu, bukan individual.

7. Komunikasikan Kondisi Anak kepada Gurunya

Karena orang tua tak bisa mengawasi anak di sekolah sepanjang waktu, mintalah bantuan kepada guru atau wali muridnya. Seperti contoh, apakah ada teman-temannya yang kerap mengganggunya di sekolah? Apakah anak sering menyendiri? Kerap menangis? Atau justru sering berbuat onar?

Bila ia kerap di-bully atau malah jadi tukang bully, atau ada masalah berat lainnya, Anda bisa mengajak anak bicara baik-baik. Bila sulit, jangan sungkan untuk minta bantuan psikolog anak untuk membantunya, apalagi bila ada tanda-tanda kesehatan mental anak terganggu.

Itu dia hal-hal yang bisa orang tua lakukan jika anak terlihat tidak punya teman atau mengalami kesulitan dalam bergaul. Bila masih punya pertanyaan seputar pergaulan anak, konsultasikan hal tersebut dengan psikolog KlikDokter lewat fitur Live Chat di laman KlikDokter.com maupun lewat aplikasinya di-download secara gratis!

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar