Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 4 Tanda Serangan Epilepsi pada Bayi yang Wajib Diketahui

4 Tanda Serangan Epilepsi pada Bayi yang Wajib Diketahui

Anda mesti tahu gejala epilepsi pada bayi. Karena, bila terdeteksi dini, epilepsi bisa segera ditangani dengan tepat. Ini tanda-tanda yang mesti diperhatikan.

Epilepsi adalah gangguan neurologis yang bisa menyerang orang dewasa, anak-anak, maupun bayi. Apa saja tanda-tanda epilepsi pada bayi yang mesti orang tua waspadai?

Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf kronis yang ditandai dengan kejadian kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak. Bayi yang mengalami kejang tentu membuat setiap orang tua panik, apa pun penyebabnya.

Perlu diketahui, tanda dari anak yang mengalami serangan epilepsi tidak selalu kejang. Begitu juga sebaliknya, anak yang mengalami kejang belum tentu merupakan serangan epilepsi. Maka dari itu, orang tua perlu pengetahuan yang memadai tentang serangan epilepsi pada bayi.

Kejang akibat serangan epilepsi pada bayi bisa menimbulkan masalah pada otak yang nantinya akan menyebabkan hambatan pada perkembangan otak anak.

Selain untuk mencegah dampaknya, mengetahui tanda-tanda epilepsi juga dapat membantu menentukan pengobatan yang sesuai. Tata laksana yang efektif untuk anak dengan serangan epilepsi bisa berbeda-beda, tergantung jenis serangannya.

Artikel lainnya: 8 Hal Pemicu Kejang pada Penderita Epilepsi

Penyebab Bayi Epilepsi

Ada beberapa penyebab umum epilepsi pada bayi, yakni:

  • Diwariskan dari orang tua.
  • Kelahiran prematur, karena memiliki risiko perdarahan di otak yang bisa menyebabkan serangan kejang dan perdarahan intrakranial.
  • Infeksi seperti ensefalitis atau radang otak dan meningitis yang merupakan penyebab kejang dan epilepsi.
  • Bayi baru lahir yang menderita kekurangan oksigen di otak berisiko terkena hipoksia Kondisi tersebut bisa mengakibatkan luka di otak dan bisa sebabkan epilepsi.
  • Kadar glukosa, natrium, atau kalsium yang rendah di dalam darah bisa menyebabkan epilepsi.
1 dari 3 halaman

Tanda-Tanda Serangan Epilepsi pada Bayi

Epilepsi, atau awam menyebutnya ayan, adalah masalah pada sistem saraf yang biasanya dimulai sejak bayi atau masa kanak-kanak. Dampaknya pun mengkhawatirkan, karena berkaitan dengan otak dan perkembangan si Kecil.

Berikut ini adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai:

1 .Jenis Kejang

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bayi yang mengalami epilepsi tidak selalu mengalami kejang.

Jenis kejang itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu kejang umum dan kejang parsial. Kejang umum ditandai dengan kelainan aktivitas di seluruh bagian otak, sedangkan kejang parsial hanya terjadi di beberapa bagian saja.

Kejang umum dibagi menjadi kejang tonik (kaki dan tangan kaku), klonik (kaki dan tangan tersentak), tonik-klonik (kombinasi kaku dan tersentak menyebabkan kejang), absans, dan mioklonik.

Kejang tonik dan klonik dapat terlihat jelas sebagai kejang. Namun, pada kejang absans, perlu diperhatikan apakah bayi mengalami tanda kehilangan kesadaran sesaat seperti bengong, tatapan kosong, mulut mengecap-ngecap, atau berkedip-kedip, sehingga sering dikira bukan kejang.

Artikel lainnya: Bahaya Kejang pada Penderita Epilepsi

2. Kejang Tiba-Tiba

Sesuai definisinya, epilepsi ditandai dengan kejang tanpa adanya provokasi yang tidak diketahui penyebabnya. Pada bayi yang mengalami epilepsi, kejang terjadi tanpa sebelumnya mengalami demam atau adanya kelainan lain seperti masalah metabolisme, keracunan, tumor otak, dan yang lainnya.

3. Kejang Berulang

Selain kejang tanpa provokasi yang tidak diketahui penyebabnya, syarat untuk diagnosis serangan epilepsi adalah serangan berulang sebanyak dua kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam.

Artinya, jika anak mengalami kejang hanya satu kali dalam jangka waktu 24 jam, itu bukan tanda serangan epilepsi. Namun, jika dalam 24 jam anak mengalami kejang berulang yang tidak didahului demam atau kondisi lain, maka bisa dikatakan anak mengalami serangan epilepsi.

4. Dapat Beraktivitas Setelah Kejang

Pada anak, di antara kejang yang terjadi berulang dalam waktu 24 jam tersebut, anak bisa kembali sadar dan beraktivitas seperti biasa. Pada bayi, biasanya ditandai dengan kembali menangis dan minta makan atau menyusu.

2 dari 3 halaman

Diagnosis Epilepsi pada Bayi

Bila bayi atau balita dicurigai punya epilepsi, segera periksakan ke dokter. Nantinya, dokter akan menanyakan hal-hal seputar berikut ini.

  • Perubahan pada perilaku bayi.
  • Kejang tampak sama begitu juga durasinya.
  • Kejang terjadi saat bayi bangun, tertidur, atau keduanya.
  • Kejang disebabkan oleh perubahan postur atau ketika sedang melakukan aktivitas lainnya.
  • Kejang memengaruhi atau menghentikan aktivitas bayi, misalnya menyusu.
  • Kejang bisa dihentikan setelah terjadi.

Setelah itu, mungkin akan diperlukan pemeriksaan seperti: tes darah dan tes urine, electroencephalogram (EEG), dan MRI. Tanda serangan epilepsi pada bayi cukup mudah dikenali, di antaranya adalah kejang berulang dalam kurun waktu 24 jam dan tanpa adanya provokasi seperti demam.

Jika bayi mengalami tanda dan gejala tersebut, segera ke unit gawat darurat agar mendapat tata laksana yang cepat dan terhindar dari komplikasi serius. Bila punya pertanyaan seputar epilepsi pada bayi, Anda juga bisa tanyakan dalam fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar