Sukses

Susah BAB Sampai Terkena Demam, Kok Bisa?

Tak cuma bisa bikin perut tidak nyaman terasa penuh, susah BAB katanya bisa sampai menyebabkan demam. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Berikut penjelasannya.

Perut bagian bawah yang terasa keras, penuh, bahkan kentut yang berbau amat busuk, sering menjadi gejala yang ditimbulkan akibat susah BAB atau buang air besar. Namun dilansir dari Healthline, susah BAB ternyata juga bisa sampai menyebabkan demam dan membuat kondisi tubuh semakin drop! Bagaimana bisa?

1 dari 3 halaman

Penyebab Demam Saat Susah BAB

Perlu diketahui, bahwa susah BAB atau sering disebut sembelit terjadi ketika frekuensi BAB Anda kurang dari 2 kali seminggu. Apabila kebiasaan buang air besar seminggu mencapai 3 kali, hal itu masih bisa dikatakan normal, alias tidak masuk dalam golongan orang sembelit.

Lalu coba perhatikan Bagaimana bentuk feses Anda? Jika keras saat dikeluarkan dan bentuknya seperti terpotong-potong maka itu bisa menjadi tanda-tanda sembelit.

Bicara soal penyebab susah BAB, hal pertama yang terpikirkan oleh Anda adalah kurang minum air dan kurang makan berserat, seperti sayur dan buah. Ya, itu memang tepat.

Artikel Lainnya: Susah BAB? Ini 5 Makanan Pencahar Alami

Namun, susah BAB pun dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit. Nah, kondisi susah BAB yang dipicu oleh virus, bakteri, atau parasit itulah yang sampai bisa menyebabkan demam.

Pasalnya, saat tubuh kemasukan zat asing seperti virus, bakteri, atau parasit, sistem kekebalan tubuh akan segera melawannya. Sebagai tanda bahwa ada perang antara sistem kekebalan tubuh dan zat asing, tubuh akan menghasilkan peradangan, antara lain berupa demam yang dibarengi sembelit.

Saat mengalami infeksi, tubuh juga dapat menimbulkan sejumlah gejala lain seperti diare, mual muntah, dan juga badan lemas.  Oleh sebab itu, jika penyebab susah BAB yang disertai demam adalah infeksi, maka pengobatan utama harus menggunakan antibiotik, antivirus, ataupun obat lain yang direkomendasikan dokter.

Nantinya zat asing seperti bakteri atau virus yang sudah diatasi oleh antibiotik akan mati. Otomatis, kondisi tersebut akan memperbaiki segala gejala, termasuk demam.

Apabila Anda hanya mengatasinya dengan makan buah dan sayur, tetapi si bakteri tidak diobati, maka hasilnya tidak akan maksimal. Segeralah periksakan diri ke dokter jika kondisi susah BAB disertai dengan demam.

2 dari 3 halaman

Cara Mengatasi Susah BAB

Anda sudah tahu, kan, bahwa kondisi susah BAB yang sampai disertai demam berarti disebabkan oleh adanya infeksi di dalam tubuh? Selain diatasi pakai obat dokter, ada beberapa cara lain yang mampu memaksimalkan pengobatan, misalnya saja seperti berikut ini,

  1. Hindari makanan yang digoreng atau terlalu banyak gula. Sebab, dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter mengatakan keduanya bisa meningkatkan risiko sembelit dua kali lipat.
  1. Coba ubah porsi makan Anda dari tiga kali sehari dalam porsi besar ke makan dalam porsi kecil dengan frekuensi yang lebih sering. Cara ini akan membantu proses pencernaan dan mengurangi beban pencernaan.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil Susah BAB, Bolehkah Minum Pencahar?

  1. Perbanyak minum air putih dan makan serat agar tidak terkena sembelit. Minum air putih setidaknya 2 liter per hari dan hindari soda karena bisa memicu susah BAB akibat kadar gulanya yang tinggi. Untuk serat, konsumsi buah, sayur, dan beras merah.
  1. Bila tidak disertai demam, susah BAB dapat diatasi pula dengan olahraga. Namun, karena kondisinya sedang demam, cobalah bantu dengan konsumsi vitamin B yang bermanfaat melancarkan proses pencernaan.
  1. Anda bisa memperbanyak asupan yoghurt saat dilanda susah BAB. “Yoghurt amat berguna untuk membantu melancarkan buang air besar. Karena bakteri baik yang terkandung di dalamnya dapat membantu menstabilkan kuman-kuman di saluran cerna, sehingga BAB jadi lebih lancar,” jelas dr. Reza.
  1. Jika terjadi pada anak, orang tua juga bisa memberikan pijatan di perutnya. Dokter Melyarna Putri dari KlikDokter menyarankan beberapa gerakan sederhana. Pertama, letakkan jari pada posisi tiga jari di sisi kiri bawah pusar dan tekan secara perlahan dengan ujung jari. Lakukan terus kurang lebih tiga menit.

  1. Hindari mengonsumsi obat pencahar pada anak tanpa rekomendasi dokter. Jika buang air besar disertai dengan darah dan sampai kehilangan nafsu makan, segera kembali ke dokter.

Jangan biarkan susah BAB terjadi terlalu lama. Kondisi sembelit yang dibiarkan begitu saja dapat menyebabkan wasir parah. Jika sembelit sudah berlangsung selama 2 minggu lebih, segera konsultasi dokter. Untuk lebih praktisnya, ajukan pertanyaan lewat fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

 (OVI/AYU)

1 Komentar