Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Penggunaan Masker Bisa Hentikan Penyebaran Virus?

Benarkah Penggunaan Masker Bisa Hentikan Penyebaran Virus?

Penggunaan masker sering dianggap mampu mencegah penyebaran virus, seperti virus corona. Akan tetapi, benarkah efektif?

Virus corona dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan serius. Kementerian Kesehatan Indonesia pun sudah menyatakan siaga 1 terhadap virus yang sudah menyebabkan 26 kematian di Tiongkok. Untuk menghentikan penyebarannya, ampuhkah penggunaan masker?

Penyebaran virus ini diawali mulai dari Kota Wuhan, Tiongkok, hingga akhirnya menyebar ke beberapa daerah di Negeri Tirai Bambu. Sampai saat ini, sebanyak 853 orang di dunia telah terdiagnosis virus corona.

Sampai saat ini, korban meninggal yang sudah terkonfirmasi mencapai 26 orang di Provinsi Hubei, Hebei dan Heilongjiang. Sebelumnya, coronavirus diduga kuat ditularkan lewat hewan. Namun, kini sudah terkonfirmasi bahwa virus ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, virus ini menyebabkan peradangan paru sehingga penderitanya akan mengeluhkan sesak napas, batuk, dan demam. Paling fatal memang bisa menyebabkan kematian kalau tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Kini, masyarakat dunia diminta waspada akan penyebaran virus ini, termasuk di Indonesia. Pasalnya, virus sudah masuk sampai negara tetangga, Thailand dan Singapura.

Artikel Lainnya: Update Terbaru, Virus Corona Bisa Menular Antar-Manusia

1 dari 3 halaman

Benarkah Penggunaan Masker Ampuh Hentikan Penyebaran Virus?

Salah satu yang biasa dilakukan banyak orang ketika virus seperti ini mewabah adalah menangkalnya dengan masker untuk menutupi mulut dan hidung. Ini dilakukan supaya virus tidak masuk ke dalam tubuh.

Tapi, apakah masker efektif menangkal virus corona yang sekarang sedang mewabah? Ahli virologi dari Universitas St. George's London, dr. David Carrington mengatakan bahwa memakai masker tidak efektif, apalagi kalau masker bedah atau masker yang sudah berkali-kali dipakai.

"Masker bedah yang biasa digunakan petugas medis tidak bisa menangkal virus atau bakteri yang dibawa di udara secara efektif. Karena masker jenis ini terlalu longgar, tidak memiliki saringan udara dan membiarkan mata tetap bisa terpapar," kata dr. Carrington kepada BBC.

Namun, masker jenis ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Carrington mengatakan bahwa masker biasa dapat membantu menurunkan risiko tertular virus melalui "percikan" dari bersin atau batuk dan memberikan perlindungan terhadap transmisi tangan ke mulut.

Sementara itu, sebuah studi pada 2016 dari New South Wales menyatakan bahwa, orang bisa menyentuh wajah mereka sekitar 23 kali dalam satu jam.

Jonathan Ball, profesor virologi molekuler di Universitas Nottingham, mengatakan, "Dalam satu penelitian terkontrol dengan baik di rumah sakit, masker harian yang difungsikan untuk mencegah influenza sama baiknya dengan masker respirator."

Dibanding dengan masker harian, respirator memang dirancang khusus memiliki filter udara untuk melindungi kita terhadap partikel udara yang berbahaya. Namun jika memperdebatkan efektif atau tidaknya antara masker harian dan respirator, Jonathan Ball mengatakan hal ini cukup tricky.

Artikel Lainnya: Infeksi yang Disertai Demam, Gejala Apa?

Tetap, dr. Connor Bamford, dari Wellcome-Wolfson Institute for Experimental Medicine, di Queen's University Belfast menekankan untuk menerapkan langkah-langkah kebersihan sederhana jauh lebih efektif dibanding sekadar pakai masker.

"Menutup mulut saat bersin, mencuci tangan, dan tidak menyentuh wajah, mata hingga mulut sebelum cuci tangan adalah cara paling efektif mencegah penyebaran virus,” tutur dr. Conor Bamford.

2 dari 3 halaman

Masker Harus Sering Diganti

Namun, bagi Anda yang mau memakai masker biasa itu sah-sah saja. Hanya saja, fungsinya akan lebih maksimal jika sering diganti, alias sekali pakai. Pun, masker harus dipasang dengan benar, tidak membuangnya di sembarang tempat.

Jadi, jika Anda ingin memerangi atau melakukan pencegahan terpapar dari virus corona, pakailah masker biasa namun perlu dicatat, segera cuci tangan. Agar masker berfungsi maksimal, berikut langkah mengenakan masker dan respirator dengan benar:

  1. Kaitkan tali masker di telinga.
  2. Tekan bagian atas masker agar menempel sempurna pada batang hidung.
  3. Tarik bagian bawah masker hingga menutupi area dagu Anda.

Dengan mengaplikasikan cara di atas, masker akan berfungsi maksimal untuk membantu menghindarkan Anda dari virus. Namun perlu diingat pula, selain menggunakan masker, tak boleh melupakan kebersihan. Rajin cuci tangan setiap dari luar ruangan hingga sehabis menggunakan toilet.

Jadi jika disimpulkan, mengandalkan masker saja memang tak efektif, sempurnakan dengan mencuci tangan, ya! Mengingat pemerintah Indonesia menyatakan siaga 1 terhadap virus corona, aplikasikan etika bersin dan batuk dengan menutup mulut agar kita tak menjadi ‘tersangka’ penyebar virus. Ingin tahu soal parasit ini, coba tanyakan d fituri LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(RPA/AYU)

View this post on Instagram

Sobat KlikDokter, virus corona yang lagi mewabah di Tiongkok makin mengkhawatirkan, loh. Virus yang bisa nular dari satu orang ke orang lainnya ini sebelumnya menyebar ke Jepang, Thailand, dan Korsel. Hal ini membuat pemerintah Indonesia lewat @kemenkes_ri harus menerbitkan surat kewaspadaan soal munculnya virus ini. Surat ini diberikan ke sektor perhubungan, yaitu pihak bandara dan pelabuhan. Cegah gejala virus corona melalui hal-hal berikut ya, Sobat KlikDokter. Jangan lupa untuk konsultasikan ke dokter jika kamu terindikasi gejala-gejala di atas. Kamu juga bisa langsung bertanya dan konsultasi melalui fitur live chat di aplikasi #KlikDokter. Klik link di bio! #CoronaVirus #KlikDokter #SehatItuMudah

A post shared by Klikdokter (@klikdoktercom) on

0 Komentar

Belum ada komentar