Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Container Baby Syndrome, Bahaya Akibat Bayi Terlalu Lama di Stroller

Container Baby Syndrome, Bahaya Akibat Bayi Terlalu Lama di Stroller

Sering menempatkan bayi di stroller atau baby chair dalam jangka waktu yang lama dapat memicu container baby syndrome. Apakah syndrome ini berbahaya?

Di saat usia bayi sedang aktif-aktifnya, biasanya para orang tua akan menempatkan si kecil di stroller atau bouncer. Ya, perlengkapan bayi tersebut bukan hanya bisa membuat bayi berdiam sementara waktu. Namun, jangan sampai membiarkan si kecil untuk terlalu lama di dalamnya. Hal ini dapat menyebabkan container baby syndrome. 

Apa Itu Container Baby Syndrome?

Container baby syndrome adalah dampak kesehatan pada si kecil akibat terlalu lama ditempatkan pada peralatan bayi. Ketika bayi terlalu lama anteng berdiam diri di peralatan tersebut, ini akan menyebabkan gerakan, tingkah laku, atau tumbuh kembangnya jadi terganggu.

Tidak hanya pada bouncer dan stroller saja, namun container baby syndrome juga bisa terjadi akibat beberapa perlengkapan di bawah ini.

  • Car seat.
  • Baby walker.
  • High chair (kursi makan).
  • Vibrating chairs (kursi getar).
  • Baby jumpers (kursi lompat).
  • Bantal bayi.
  • Bantal menyusui.

Artikel lainnya: Kiat Memilih Stroller yang Aman untuk si Kecil

1 dari 3 halaman

Apa Saja Bahaya Container Baby Syndrome?

Meskipun perlengkapan ini bermanfaat dalam membantu bayi agar berdiam diri sejenak, gunakan terus-menerus akan berbahaya ke depannya, lho. Beberapa kondisi buruk yang dapat muncul, antara lain seperti berikut ini.

  1. Bentuk Kepala Menjadi Datar atau Peyang

Bayi berusia 0 sampai 12 bulan yang terlalu lama berada di bouncer atau stroller misalnya, bagian belakang dan juga sisi samping kepalanya cenderung berbentuk datar.

Kepala datar yang juga disebut sebagai sindrom kepala peyang ini disebabkan karena kepala bayi yang masih lunak. Selain itu, si Kecil sering dalam posisi diam dan tidak bergerak dalam waktu lama.

  1. Bentuk Kepala Asimetris

Bayi yang mengalami container baby syndrome kemungkinan juga memiliki kondisi bentuk kepala yang asimetris atau tidak sejajar. Bahkan, tidak hanya bagian kepala, sisi wajah bayi juga dapat tidak simetris bentuknya.

Hal ini sangat berhubungan dengan bentuk tengkorak kepala yang peyang atau mendatar. Hal ini dapat memengaruhi penampilan wajah bayi saat ia dewasa nanti.

  1. Tortikolis

Container baby  syndrome dapat menyebabkan si kecil mengalami tortikolis. Ini adalah kondisi gangguan pada otot leher bayi yang menegang akibat terlalu lama duduk di perlengkapan bayi seperti stroller atau bouncer. Otot lehernya tegang, kepala bayi jadi dapat terlihat miring ke satu sisi.

  1. Gangguan Perkembangan

Selain bentuk kepalanya yang bisa berubah, bayi juga dapat mengalami gangguan perkembangan. Pada kasus container baby syndrome, si kecil bisa berisiko tidak lincah dan koordinasi anggota tubuhnya dalam melakukan gerakan juga buruk.

Hal ini disebabkan karena tubuh bayi dipaksa berdiam diri waktu lama. Itu sebabnya, perkembangan fisik dan geraknya terhambat.

Artikel lainnya: 6 Tanda Baby Stroller Anda Tidak Cukup Bersih

  1. Menurunkan Kemampuan Sosial

Container baby syndrome dapat menyebabkan kemampuan bersosial buah hati jadi menurun, lho. Interaksi sosial dengan orang lain akan berkurang karena bayi diam di satu tempat dan hanya bermain dengan mainan yang diletakkan dekat dengannya.

  1. Gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Container baby syndrome dapat memicu gangguan ADHD karena kurangnya stimulasi sensorik dan motorik anak. Apabila anak mengalami kondisi ADHD buah hati Anda bisa mengalami rendah diri dan sulit punya hubungan sosial dengan orang lain pada saat ia dewasa.

  1. Meningkatkan Risiko Obesitas

Salah satu bahaya akibat container baby syndrome adalah obesitas. Hal ini terjadi akibat bayi tidak dapat bergerak bebas dan kalorinya tidak terbakar maksimal. Obesitas sedari kecil bisa menyebabkan anak rentan mengalami penyakit diabetes dan penyakit jantung.

  1. Gangguan Pendengaran, Penglihatan dan Bicara.

Kelamaan berada di baby chair atau bouncer dapat berisiko menyebabkan buah hati memiliki gangguan pendengaran, penglihatan, dan juga kemampuan berbicara. Hal ini disebabkan karena bayi kurang melakukan eksplor lingkungan yang ada di sekitarnya.

  1. Gangguan Tulang Belakang

Apabila bayi selalu berada di baby container terus menerus, bagian tulang belakangnya akan mengalami perkembangan yang terlambat. Pasalnya, posisi bayi di peralatan baby container tersebut memaksa tubuhnya harus duduk atau berada dalam posisi rebahan terus menerus.

Di mana ini bisa menyebabkan lengkungan tulang belakang bayi tidak berkembang dan lama kelamaan timbul gangguan. 

Artikel lainnya: Mana Lebih Baik, Menggendong Bayi atau Menggunakan Stroller?

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Mencegah Container Baby Syndrome?

Untuk menghindari terjadinya container baby syndrome ada beberapa cara untuk mencegahnya, antara lain seperti berikut ini.

Rutin melakukan tummy time, yang merupakan suatu rutinitas bermain bayi dalam posisi tengkurap dan sangat bermanfaat apabila dilakukan rutin. Tummy time dapat membantu menguatkan otot leher, dada, lengan bayi, serta membantu melatih keseimbangan bayi saat belajar merangkak.

Daripada seharian di baby container, lebih baik tempatkan bayi pada area bermain yang dibatasi oleh pagar, atau di tempat tidur yang luas dengan tiap sisi dilengkapi guling. Ini bisa memberikan bayi bergerak bebas dan juga aktif.

Bunda juga bisa mengurangi atau membuat batasan waktu kapan si kecil berada di baby bouncer atau baby walker. Misalnya, sehari maksimal 1 jam untuk bayi berada di baby container.

Selebihnya, Anda bisa menempatkan bayi di karpet atau ruang bermain luas berpagar. Ini bisa membuat anak lebih leluasa beraktivitas dan Bunda jadi lebih sering melakukan interaksi dengan bermain bersama anak.

Apabila anak Anda memiliki rutinitas harian yang lebih lama dalam perlengkapannya dan menunjukkan keterlambatan perkembangan dan pertumbuhannya, segera konsultasi lanjut ke dokter.

Ini agar mendapatkan pemeriksaan fisik lebih lanjut dan penanganan yang optimal sejak dini. Semakin dini penanganan anak dilakukan akan semakin baik untuk tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Kini Bunda sudah tau, kan, bahaya yang bisa terjadi akibat menempatkan bayi di bouncer atau baby walker terlalu lama?

Apabila Bunda punya pertanyaan tentang masalah tumbuh kembang anak, jangan ragu konsultasi ke dokter. Untuk lebih mudahnya, konsultasi langsung dengan dokter terpercaya lewat fitur Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar