Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Risikonya Jika Sering Pakai Air Liur untuk Pelumas Seks

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Ini Risikonya Jika Sering Pakai Air Liur untuk Pelumas Seks

Cara praktis untuk membuat vagina cepat basah adalah dengan memanfaatkan air liur. Sayangnya, cara tersebut membuat pelaku rentan alami infeksi.

Salah satu hal yang membuat seks tak nyaman adalah vagina kering, yang membuat penetrasi tak mulus. Bahkan bisa terasa menyakitkan! Untuk mengatasinya, banyak yang memanfaatkan air liur untuk pelumas seks. Padahal, cara ini berbahaya, lo!

Lebih Baik Pakai Pelumas Seks Sungguhan

Entah karena tak punya pelumas seks, kehabisan, malas mengambilnya, atau menganggapnya air liur alami—apa pun alasannya, jangan sampai menggunakan air ludah sebagai pelumas seks.

Air liur tidak licin dan lebih berair—bukan kriteria ideal untuk dijadikan sebagai pelumas seks. Lagi pula, air liur lebih cepat kering, sehingga malah bisa bikin vagina lecet.

Membasahi vagina dengan air ludah mirip dengan kondisi Anda menjilat bibir. Awalnya memang membasahi, tetapi lama-kelamaan bibir malah makin kering.

Artikel lainnya: Jenis-jenis Pelumas yang Aman untuk Berhubungan Seks

1 dari 3 halaman

Bahaya Air Ludah yang Dijadikan sebagai Pelumas Seks

Ternyata, selain bikin vagina cepat kering lagi, masih ada risiko lain bila Anda tetap nekat menggunakan air liur sebagai pelumas seks. Ini daftar lengkapnya!

1. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Menular Seksual

Sebagai contoh, bila pasangan punya herpes di mulut, ia bisa menularkannya bila ia menggunakan air liur sebagai pelumas seks. Bila terjadi penularan, gejala awal umumnya tak mudah dikenali, sehingga bisa menyulitkan diagnosis.

2. Menyebabkan Infeksi

Bakteri pada air liur dan bakteri yang terdapat pada vagina merupakan jenis bakteri yang berbeda. Terdapat enzim pencernaan yang berfungsi untuk menguraikan makanan di dalam liur.

Apabila bakteri dan enzim tersebut berpindah ke vagina, mikrobioma vagina akan terganggu.

Jika mikrobioma rusak dan terganggu, risiko untuk mengalami infeksi jamur atau vaginosis bakterialis juga semakin tinggi. Gejala adalah keluarnya gumpalan-gumpalan putih susu kental (konsistensinya seperti tepung), gatal, dan kemerahan di bibir vagina.

3. Memengaruhi Produksi Sperma

Bukan cuma kesehatan vagina saja yang terganggu, produksi sperma juga bisa kena imbasnya. Penggunaan pelumas seks yang tidak tepat, dalam hal ini menggunakan air liur, bisa membuat sperma sulit mencapai ke lendir serviks dan membuahi sel telur. Ujung-ujungnya, kehamilan sulit terjadi.

Artikel lainnya: Bolehkah Menggunakan Baby Oil sebagai Pelumas Seks?

2 dari 3 halaman

Alternatif Aman Pelumas Seks

Bila memang sedang kehabisan pelumas dan belum sempat beli lagi, kata dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, Anda bisa menggunakan minyak alpukat, minyak kelapa, atau minyak zaitun.

“Minyak zaitun misalnya, bahan ini dikenal memiliki tekstur yang lebih tebal atau kekentalan yang tinggi, sehingga Anda cuma perlu mengoleskannya sedikit saja dan fungsi pelumasan akan tetap dapat bertahan dalam jangka waktu lama,” tutur dr. Astrid.

Anda tak perlu sering-sering mengoleskannya. Minyak di atas berbeda dengan penggunaan pelumas seks berbahan dasar air (yang dapat mengering dengan cepat).

Sebelum memakai minyak, sebaiknya tes terlebih dahulu di bagian kulit yang lain.

“Sebagai pencegahan alergi, lakukan pengetesan dengan mengaplikasikannya di kulit lengan. Meskipun sebagian besar orang tak memiliki reaksi alergi terhadap minyak zaitun, tapi kalau Anda alergi, Anda akan merasakan gatal-gatal yang sangat mengganggu,” tegasnya.

Sebagai informasi tambahan, pelumas seks berbahan minyak tidak direkomendasikan jika Anda berhubungan seks dengan menggunakan kondom.

“Pelumas minyak akan bereaksi dengan bahan lateks dari kondom dan membuatnya cepat rusak, bahkan hingga sobek. Akibatnya, kemungkinan Anda terkena infeksi menular seksual (IMS) dan peluang kehamilan akan semakin besar,” ungkap dr. Astrid.

Itulah risikonya jika menggunakan air liur sebagai pelumas seks. Lebih baik pakai pelumas seks sesungguhnya yang terbukti aman. Jika punya pertanyaan soal kesehatan seksual, Anda bisa tanya langsung ke dokter lewat fitur live chat aplikasi KlikDokter. Praktis dan gratis!

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar