Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Solusi Cegah Virus Corona untuk Peternakan dan Rumah Potong Hewan

Ini Solusi Cegah Virus Corona untuk Peternakan dan Rumah Potong Hewan

Penyebaran virus corona dicurigai menular melalui ular. Mari ketahui solusi pencegahan virus tersebut untuk peternakan dan rumah potong hewan.

Virus corona terus menjadi perhatian di banyak negara setelah Tiongkok diketahui kewalahan dengan wabah ini. Terbaru, penyebaran wabah ini diduga berasal dari ular. Mari ketahui solusi pencegahan virus mematikan ini untuk peternakan sampai rumah potong hewan.

Korban akibat virus corona terus bertambah. Setelah pekan lalu masih 41 orang, kini sudah menyentuh angka 200. Bahkan, virus ini sudah menyebar ke Thailand, Amerika Serikat, dan Jepang.

Semua negara di Asia sekarang melakukan persiapan agar virus tak semakin mewabah. Seperti di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai menerbitkan surat kewaspadaan terkait munculnya virus ini.

Ini Pengertian Soal Virus Corona

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, virus ini sebenarnya masih termasuk dalam “keluarga” bersama MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Kata corona pada virus ini berasal dari bahasa Latin yang artinya mahkota. Dinamakan corona karena terlihat dari bentuk virus tersebut – akan tampak seperti mahkota kalau diamati menggunakan mikroskop.

Surat ini sampai diberikan kepada sektor perhubungan, yakni pihak bandara dan pelabuhan. Beberapa bandara dan pelabuhan yang kerap didatangi orang dari luar negeri dipasangi thermal scanner untuk memantau kondisi orang yang datang.

Artikel Lainnya: Hati-hati Virus Corona, Ini Pertolongan Pertama untuk Mengatasinya

1 dari 3 halaman

Penyebarannya Dicurigai dari Ular

Virus ini sebelumnya sudah bisa menular dari manusia ke manusia. Kini, dicurigai bahwa virus ini tersebar dari ular.

Melansir dari CNN, ular krit dan kobra Tiongkok mungkin merupakan sumber asli dari virus corona yang baru ditemukan dan telah memicu wabah penyakit pernapasan yang mematikan di sana musim dingin ini.

Ular krait (Bungarus multicinctus) – juga dikenal sebagai ular selat Taiwan atau selat Tiongkok – adalah spesies ular elapid yang sangat berbisa yang ditemukan di sebagian besar Tiongkok tengah, selatan, dan banyak di Asia Tenggara.

Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada akhir Desember 2019 di Wuhan, sebuah kota besar di Tiongkok, dan telah menyebar dengan cepat. Sejak itu, para pelancong yang sakit dari Wuhan telah menginfeksi orang-orang di Tiongkok dan negara-negara lain.

Para peneliti kemudian menggunakan analisis kode protein yang disukai oleh virus corona baru. Mereka membandingkannya dengan kode protein dari virus tersebut yang ditemukan di hewan yang berbeda, seperti burung, ular, marmut, landak manis, dan kelelawar, serta manusia.

Secara mengejutkan, mereka menemukan bahwa kode protein pada 2019-nCoV paling mirip seperti yang ada pada ular.

Sementara itu, ular sering berburu kelelawar di alam liar. Laporan menunjukkan bahwa ular dijual di pasar makanan laut lokal di Wuhan. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa 2019-nCoV mungkin telah melompat dari spesies inang kelelawar ke ular, dan kemudian ke manusia pada awal wabah virus corona ini.

Artikel Lainnya: Update Terbaru, Virus Corona Bisa Menular Antar-Manusia

2 dari 3 halaman

Pakai Disinfektan untuk Mengusir Virus

Kalau sudah begini, semua pihak perlu waspada dan harus mencegah kemungkinan virus masuk ke Indonesia. Paling harus waspada adalah peternakan dan rumah potong hewan.

Bukan bermaksud menakuti, kedua tempat itu paling banyak virus dan bukan tidak mungkin ada virus korona. Tak mengherankan pula bila kedua tempat itu disusupi ular, terutama peternakan.

Salah satu cara pencegahan yang efektif adalah dengan semprotan disinfektan. Banyak produk semprotan disinfektan yang ada dan salah satu yang patut dicoba adalah TH4+ dan Mefisto.

TH4+ mengandung glutaraldehyde, empat macam ammonium kuartener dan pine oil, serta permethrin untuk Mefisto. Kandungan glutaraldehyde diketahui sebagai anti-virus.

"Tapi, tak cuma virus, TH4+ juga bisa bermanfaat sebagai anti-bakteri, anti-jamur, serta melawan protozoa, serangga, dan spora," ujar drh. Sarah Rosiana, marketing AHD Kalbe, produsen TH4+ dan Mefisto.

Produk ini memang sangat dikhususkan untuk tempat peternakan dan pemotongan hewan. Akan tetapi, bukan tidak mungkin TH4+ dan Mefisto untuk digunakan di rumah.

Untuk penggunaan di rumah, drh. Sarah Rosiana menyarankan untuk digunakan untuk mengepel lantai. Sementara itu, penggunaan menyeluruh satu kali dalam sehari sudah cukup mengusir virus dan bakteri. Ini juga berlaku untuk peternakan dan rumah pemotongan hewan.

"Untuk rumah tangga, bila diperlukan produk ini dapat digunakan untuk mengepel lantai setiap hari, atau jika tidak ada indikasi khusus maka dapat digunakan satu minggu sekali. Cara penggunaan produk ini adalah 5 ml produk dilarutkan dalam 1 liter air dan disemprotkan di permukaan benda yang ingin didesinfeksi," ujar drh. Sarah.

Sementara itu, takaran untuk peternakan dan rumah pemotongan hewan lebih dari 5 ml. Tapi pastikan dicampur dengan air.

Salah satu keunggulan dari TH4+ dan Mefisto lainnya yaitu produk ini tidak bersifat korosif kalau disemprotkan ke kayu, karena bisa juga untuk membasmi rayap. Dengan kata lain, produk ini tidak "keras" terhadap kayu.

Terkait virus corona, disinfektan sangat diperlukan. Ini karena penggunaan disinfektan cukup efektif untuk menjaga sterilitas lingkungan dan mengurangi penyebaran penyakit melalui benda-benda di sekitar. Ikuti terus info terbaru seputar kesehatan di aplikasi KlikDokter, download sekarang!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar