Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Kenapa Ada Orang yang Memiliki Fantasi Seks Ekstrem?

Fantasi seks sebenarnya bisa membuat hubungan seksual lebih nikmat. Lantas, bagaimana dengan fantasi seks ekstrem? Kenapa bisa terjadi ya?

Berhubungan intim merupakan salah satu kebutuhan jasmani pasangan yang sudah menikah. Terkadang, untuk membuat hubungan seksual itu menjadi lebih nikmat, fantasi seks dilakukan. Namun begitu, terdapat juga fantasi seks ekstrem yang sebenarnya tidak normal.

1 dari 3 halaman

Fantasi Seks, Normalkah?

Baik untuk pasangan yang sudah menikah ataupun belum, memiliki fantasi seksual adalah hal yang normal. Bahkan, bagi pasangan yang sudah menikah, fantasi saat berhubungan seks dibutuhkan agar dapat mencapai puncak kepuasan seksual atau orgasme.

Fantasi erotis sendiri dapat diartikan sebagai lamunan menyenangkan untuk menjelajahi sisi kreatif seseorang berdasarkan hasrat seksual yang dimiliki. Kadang kala, fantasi ini terjadi karena sulit diwujudkan di dalam kehidupan nyata.

Meski demikian, tidak selamanya fantasi seks adalah normal. Dikatakan tidak normal apabila

seseorang memaksa pasangan untuk mewujudkan imajinasi seks tersebut. Misalnya, melakukan peran tertentu saat bercinta, tapi pasangan tidak mau melakukannya.

Artikel lainnya: Payudara Membesar karena Sering Berhubungan Seks, Benar atau Tidak?

Lain cerita apabila kedua belah pihak menyetujui merealiasasikan fantasi tersebut. Pada intinya, saat ada unsur pemaksaan dan menyakiti pasangan, itu bukan lagi fantasi seksual yang normal dan sehat. Lantas, bagaimana jika memiliki fantasi seks yang ekstrem?

2 dari 3 halaman

Punya Fantasi Seks Ekstrem, karena Apa?

Seseorang yang punya fantasi seks ekstrem dapat bergairah hanya dengan melihat sebuah benda dan membayangkannya sebagai objek seksual. Ini adalah salah satu kelainan mental seksual menyimpang, yang disebut fetish.

Kata fetish berasal dari bahasa Portugis, “feitico”, yang artinya ‘daya tarik obsesif’. Seperti disinggung sebelumnya, ini adalah kelainan seksual yang menyebabkan penderitanya menjadi bergairah akibat benda yang tidak hidup atau bagian tubuh yang sebenarnya tidak menggambarkan seksualitas.

Berdasarkan informasi dari The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5, fetish dicirikan sebagai kondisi yang terdapat ketergantungan persisten dan berulang terhadap benda mati.

Artikel lainnya: Punya Fantasi Seksual, Normal atau Tidak?

Orang yang mengalami kelainan ini juga fokus pada bagian tubuh yang spesifik (biasanya bukan bagian genital) untuk mencapai gairah seksual.

Beberapa contoh objek fetish antara lain pakaian dalam, kaus kaki, sarung tangan, benda karet, pakaian dari bahan kulit, kaki, jari kaki, dan rambut.

Penderita fetish biasanya melakukan gerakan, seperti memegang, menggosok, merasakan, atau menghirup benda tersebut untuk mencapai kepuasan seksual. Atau, mereka juga dapat meminta pasangan mereka untuk menggunakan objek tersebut ketika sedang bercinta.

Kelainan ini juga dapat menjadi masalah ketika mengganggu hubungan seksual dan fungsi sosial seseorang. Penderitanya hanya dapat mencapai kepuasan seksual dengan benda atau fokus dengan bagian tubuh tertentu.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Fetish termasuk dalam kelainan paraphilic secara umum, yaitu ketertarikan seksual yang intens pada benda atau orang di luar stimulasi genital.

Penyebab pasti dari munculnya kelainan ini masih belum diketahui. Namun, beberapa teori mencoba menjelaskan penyebab fetish dari dua masa, yaitu:

- adanya pengalaman ketika masa kanak-kanak awal dengan objek yang memiliki bentuk berhubungan dengan gairah seksual, dan;

- adanya pengalaman saat masa kanak-kanak akhir atau remaja yang berhubungan dengan masturbasi atau pubertas.

Studi perilaku menemukan bahwa penderita juga dapat merupakan korban atau pengamat dari perilaku seksual yang tidak pantas. Akibatnya, mereka pun menjadi belajar meniru atau dipaksa untuk melakukan perilaku tersebut.

Meski demikian, diagnosis fetish hanya dapat ditegakkan jika fantasi seks ekstrem ini menyebabkan tekanan pada diri sendiri atau gangguan dalam hubungan sosial, pekerjaan, atau fungsi kehidupan lainnya.

Kelainan ini biasanya sulit untuk dikenali karena seksual sangatlah personal. Namun, ketika sudah diketahui, sebaiknya fetish segera diobati. Antara lain dengan obat-obatan dan terapi perilaku dengan dokter ahli.

Fantasi seks pada dasarnya adalah normal. Akan tetapi, saat Anda memiliki fantasi seks ekstrem, bisa jadi itu menjadi salah satu kelainan mental. Segera periksakan diri apabila Anda mengalami hal-hal di atas. Masih punya pertanyaan seputar fetish? Coba tanyakan pada dokter di fitur KlikDokter.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar