Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cuma Berdua ke Dokter dengan Anak? Ini Persiapan yang Harus Dilakukan

Cuma Berdua ke Dokter dengan Anak? Ini Persiapan yang Harus Dilakukan

Berduaan dengan anak pergi ke dokter, entah karena anak sakit atau kunjungan rutin, mungkin bisa bikin kewalahan. Agar lancar, ikuti langkah persiapan ini.

Karena tak ada yang menemani, Anda mau tak mau harus membawa anak menemui dokter, entah itu kunjungan rutin atau karena ia sakit. Deg-degan? Tentu! Ada beberapa persiapan yang bisa dilakukan sebelum ke dokter agar kunjungan berjalan lancar.

Tak hanya orang tua, pergi ke dokter juga bisa membuat sebagian anak rewel. Bahkan, bukan tak mungkin terjadi episode kejar-kejaran layaknya “Tom & Jerry” karena anak tak mau ke dokter.

Kekhawatiran Anak tentang Pemeriksaan Medis

Bukannya menakuti, tetapi ketika tahu ia akan dibawa ke dokter, beberapa anak akan merasa khawatir dan gelisah. Entah itu merupakan kunjungan rutin atau karena ia sedang sakit, beberapa anak mungkin merasa takut, bahkan ada juga yang merasa bersalah.

Dilansir dari laman KidsHealth.org, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membuat anak merasa “panas dingin” saat akan mengunjungi dokter.

  • Anak sering merasa takut ketika orang tuanya meninggalkan dirinya di ruang pemeriksaan. Rasa takut ini sering terjadi pada anak-anak usia di bawah 7 tahun, meski bisa juga terjadi pada anak-anak yang usianya lebih tua.
  • Rasa sakit. Beberapa anak mungkin khawatir bahwa pemeriksaan yang akan ia jalani menimbulkan rasa sakit. Sebagai contoh, anak-anak berusia 6-12 sering merasa takut disuntik.
  • Sosok dokter. Tak sedikit anak yang resah dengan sikap dokter yang akan memeriksakan. Seorang anak mungkin salah mengartikan kualitas seperti kecepatan, efisiensi, atau sikap profesional sebagai galak, tidak suka, atau penolakan.
  • Rasa takut yang tidak jelas. Kadang anak-anak khawatir bahwa gangguan medis jauh lebih buruk daripada yang telah dijelaskan oleh orang tuanya. Beberapa anak yang punya kondisi medis ringan ketakutan akan dioperasi atau dirawat, bahkan ada yang sampai takut mati.

Artikel lainnya: 6 Cara Tingkatkan Imunitas Anak dengan Cara Alami

Selain itu, terkadang anak-anak percaya bahwa bila mereka sakit, kondisi tersebut merupakan sebuah hukuman atas sesuatu yang mereka langgar. Anak-anak yang merasa bersalah ini juga mungkin percaya bahwa mengunjungi dokter adalah salah satu bentuk hukuman.

1 dari 2 halaman

Persiapan Pergi ke Dokter

Nah, supaya kunjungan ke dokter kali ini lancar dengan menimbang-nimbang kekhawatiran di atas dan hal lainnya, lakukan langkah-langkah persiapan ini.

1. Siapkan Kronologi Keluhan

Bila alasan Anda membawa anak menemui dokter karena sudah beberapa hari ia sakit, ingat atau catat keluhan atau gejala yang dialami anak satu per satu. Misalnya: sudah berapa lama anak demam, karakteristik demam, apakah anak mengalami batuk kering atau batuk berdahak, bagaimana nafsu makannya, dan sebagainya.

Jika anak sudah pernah ke dokter sebelumnya, bawa rekam medis anak. Dari situ, dokter bisa tahu kondisi si Kecil, obat-obatan yang pernah diresepkan, atau status imunisasinya. Semua informasi tersebut dapat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis.

2. Jelaskan Alasan Mengapa Anak Harus Menemui Dokter

Beri penjelasan mengapa anak harus menemui dokter, yaitu demi mendapat tubuh sehat dan kuat. Jelaskan juga segala prosesnya. Hindari membicarakan tentang dokter yang tidak-tidak. Misalnya, jangan katakan hal-hal seperti: “kalau bandel nanti kamu disuntik dokter”.

Lebih baik jelaskan bahwa profesi dokter adalah membantunya tetap sehat dan mengobatinya jika sakit dengan sebaik mungkin.

3. Ajak Anak Bermain

Menurut dr. Bobtriyan Tanamas dari KlikDokter, setelah memberi tahu bahwa anak akan mengunjungi dokter, beri tahu juga bahwa ia juga akan diberi kesempatan untuk bermain. Selain itu, orang juga bisa menghadiahi anak dengan makanan kesukaannya.

“Selain itu, ajak juga anak makan apa yang mereka mau. Ini adalah bentuk penghargaan karena mereka mau diajak ke dokter. Di sisi lain, ini juga membuat anak merasa diperhatikan,” ujar dr. Bobtriyan.

Artikel lainnya: Anak Susah Makan Akibat Batuk?

4. Gunakan Alat Pengalih Perhatian

Menunggu dipanggil adalah kadang bisa terasa begitu menegangkan bagi anak, apalagi jika ia sampai mendengar tangisan atau amukan anak lainnya. Karenanya, bawa alat pengalih perhatian, misalnya mainannya, buku bacaan, buku mewarnai, camilan kesukaannya, dan sebagainya.

5. Cari Rumah Sakit atau Klinik yang Ramah Anak

Cobalah untuk mencari tahu rumah sakit atau klinik yang ramah anak, dalam arti punya staf medis terlatih untuk menghadapi anak-anak, atau ada fasilitas atau nuansa khusus anak. Misalnya ada tempat bermain, dinding dilapisi wallpaper warna-warni, dan sebagainya.

“Ini penting agar anak tidak merasa tegang ketika menunggu hingga akhirnya masuk ke ruang pemeriksaan. Bila ia merasa familer dengan lingkungan tersebut, ia tak akan merasa takut saat diperiksa,” kata dr. Bobtriyan lagi.

6. Cari Dokter yang Ramah Anak

Mungkin Anda bisa bertanya di forum atau orang tua lainnya tentang dokter yang dikenal ramah anak atau bisa berinteraksi baik dengan anak. Nantinya, ini bisa membuat anak nyaman.

Bila sudah tahu dokter yang akan dipilih tempat ia praktik, segera buat janji temu. Nah di era digital seperti ini, Anda tak perlu repot menelepon. Dengan aplikasi KlikDokter, Anda bisa langsung bikin janji dengan dokter tersebut.

Caranya mudah! Download aplikasi KlikDokter di Play Store atau App Store. Selanjutnya, cari fitur “Klinik”, dan pilih klinik yang bertanda “Buat Janji”. Tinggal klik, lalu pilih dokter yang Anda inginkan beserta tanggal kunjungan sesuai jadwal.

Itulah beberapa persiapan yang bisa orang tua siapkan sebelum membawa anak ke dokter, apalagi jika tak ada orang lain yang menemani. Satu hal lagi, hindari khawatir berlebihan atau menunjukkan wajah cemas. Ingat, anak bisa merasakannya, lho! Kalau Anda tenang, anak juga akan ikut tenang dan kooperatif.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar