Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengapa Orang yang Tidak Menikah Tak Disarankan Pasang Ring Jantung

Mengapa Orang yang Tidak Menikah Tak Disarankan Pasang Ring Jantung

Penderita penyakit jantung koroner yang tidak menikah pada umumnya tidak disarankan melakukan prosedur pasang ring jantung. Apa alasannya?

Ring jantung adalah salah satu prosedur pengobatan yang dapat menunjang kelangsungan hidup penderita penyakit jantung, khususnya jantung koroner. Terlebih lagi, biasanya penyakit ini tidak ditemukan dalam tahap awal. Penanganan baru dilakukan saat kondisi sudah cukup parah.

1 dari 3 halaman

Sekilas tentang Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi akibat penumpukan plak aterosklerosis dalam pembuluh jantung yang memberi pasokan darah, oksigen, dan nutrisi. Plak aterosklerosis sendiri terdiri dari lemak dan sel radang. Salah satu penyebab kondisi ini adalah kolesterol tinggi dan proses peradangan.

Jika plak tersebut menyebabkan terjadinya sumbatan pembuluh darah, aliran darah dari jantung menjadi berkurang. Jantung pun akan memompa lebih keras. Saat sumbatan cukup besar pada salah satu pembuluh darah jantung, dapat terjadi serangan jantung.

Ketika terlambat ditangani, serangan jantung dapat berujung pada kematian. Itulah sebabnya, Anda disarankan untuk memeriksa kesehatan jantung jika memiliki faktor risiko di bawah ini.

  • Usia di Atas 40 Tahun

Tak ada kata terlambat untuk memulai hidup sehat meski Anda atau orang tua sudah berusia 40 atau 50 tahun. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan jantung. 

Apalagi jika tahu mengetahui memiliki risiko penyakit jantung, sudah sangat wajib menemani orang tua Anda untuk rajin periksa kesehatan jantung ke dokter. Setidaknya satu bulan sekali untuk mendapatkan perawatan dan anjuran yang tepat.

Artikel lainnya: 7 Fakta tentang Penyakit Jantung yang Wajib Diketahui

  • Merokok

Pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun lalu, mantan Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan bahwa perokok mempunyai risiko 2 hingga 4 kali lipat terserang penyakit jantung koroner.

Jadi jika Anda sudah aktif merokok sejak lama, sudah sepatutnya rajin kontrol kesehatan jantung. Dengan cara ini, diharapkan Anda bisa lebih menyayangi diri sendiri dan sadar akan pentingnya mempunyai jantung sehat.

  • Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah meningkat. Jika tak terkontrol, risikonya bisa meningkatkan berbagai masalah kesehatan. Seperti, serangan jantung dan stroke.

Cukup berbahaya jika seseorang tak menyadari ia memiliki kondisi tekanan darah tinggi. Padahal, sangat wajib untuk mengontrol hipertensi.

Selain rajin ke dokter setiap satu bulan sekali, Anda bisa mengontrolnya dengan cara berolahraga, kurangi asupan makanan serba asin, dan hindari merokok.

  • Diabetes

Penderita diabetes sangat rentan terdampak penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke. Sementara, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi masyarakat Indonesia yang mengalami diabetes mellitus diperkirakan sebesar 10,9 persen, sebelumnya pada 2013 lalu sekitar 6,9 persen.

Jadi sudah jelas bahwa penderita diabetes juga wajib kontrol kesehatan jantungnya agar terhindar dari hal yang diinginkan.

Artikel lainnya: 4 Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

  • Kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi mengakibatkan terhambatnya aliran darah. Sehingga jantung tidak mendapat darah yang kaya akan oksigen. Jika memiliki kolesterol tinggi, bisa menimbulkan komplikasi seperti nyeri dada, serangan jantung dan stroke.

Bila Anda sudah mempunyai riwayat kolesterol tinggi, dan ingin mempunyai jantung yang sehat, sebaiknya segera ke dokter.

Nantinya dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu tubuh) dan pemeriksaaan antropometri (lingkar perut dan IMT/Indeks Massa Tubuh).

Jika memang pada pemeriksaan sudah ditemukan adanya plak aterosklerosis, sebaiknya penderita menjalani pengobatan. Pengobatan terdiri dari pengobatan medikamentosa (obat-obatan) dan tindakan (pemasangan ring).

Prosedur kateterisasi jantung atau pemasangan ring adalah salah satu terapi untuk menghilangkan sumbatan. Dokter akan memasang tabung kecil dari logam untuk menjaga agar pembuluh darah jantung tetap terbuka.

Terdapat beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah pemasangan ring jantung. Misalnya, luka memar pada lokasi tempat selang kateter dimasukkan (biasa di bagian paha), perdarahan, gangguan irama jantung, serangan jantung, dan stroke.

Itu sebabnya, pemeriksaan dan persiapan yang lengkap harus dilakukan sebelum prosedur ini dilakukan. Prosedur ini juga harus dilakukan oleh dokter ahli.

Selain hal-hal di atas, riset mengungkapkan kalau orang yang tidak menikah tak disarankan untuk memasang ring jantung. Mengapa demikian?

2 dari 3 halaman

Tidak Menikah Tak Boleh Pasang Ring?

Studi yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association itu mengikuti 6.000 pasien dewasa yang sudah melakukan prosedur pemasangan ring jantung.

Sebagian besar (70%) pasien menjalani tindakan tersebut ketika didiagnosis adanya sumbatan. Sementara itu, sebagian kecil (8%) sudah pernah mengalami serangan jantung.

Secara spesifik, risiko meningkat 24% untuk meninggal karena semua penyebab, 45% untuk meninggal karena penyakit jantung dan pembuluh darah, serta 52% untuk meninggal karena serangan jantung.

Bahkan, analisis dilakukan lebih jauh lagi terhadap status pernikahan seseorang. Olahan statistik menggambarkan risiko kematian meningkat pada pasien yang tidak menikah dibandingkan yang menikah. Tidak menikah yang dimaksud di sini adalah orang yang belum menikah, sudah bercerai, atau ditinggal mati pasangan.

Hasilnya, risiko kematian pada pasien yang sudah menjalani prosedur pemasangan ring paling tinggi pada orang yang sudah ditinggal pasangan akibat kematian (naik 71%).

Pada yang sudah berpisah atau bercerai, risikonya meningkat hingga 41%. Adapun pada yang belum pernah menikah, naik hingga 40%.

Belum diketahui pasti mengapa hal ini terjadi. Akan tetapi, beberapa penelitian sebelumnya menemukan bahwa menikah berhubungan dengan kesehatan dan kesempatan hidup yang lebih baik. Itu sebabnya, hasil penelitian ini masih perlu kajian lebih lanjut.

Ring jantung masih menjadi salah satu solusi penderita jantung koroner. Tapi, risiko pasang ring jantung bukannya tidak ada. Salah satunya terkait status pernikahan. Jadi, lakukan pemeriksaan dan diskusi mendalam dengan dokter agar hasilnya maksimal. Masih punya pertanyaan seputar ring jantung? Tanyakan pada dokter via Live Chat.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar