Sukses

Sebelum Transplantasi Rambut, Ketahui Ini Dulu

Transplantasi rambut terdengar sebagai solusi yang tepat bagi Anda yang mengalami kebotakan. Namun sebelum memutuskan, ketahui dulu hal ini.

Saat memasuki usia tertentu (khususnya lebih dari 20 tahun), sebagian pria mungkin melihat mulai adanya penipisan rambut saat bercermin. Untuk mengatasinya, jalan transplantasi rambut kerap dipilih.

1 dari 3 halaman

Mengapa Kebotakan Bisa Terjadi?

Kerontokan rambut disebut dalam tahap normal jika Anda kehilangan 50-100 helai per hari. Namun, lebih dari 100 helai per hari, Anda perlu waspada. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung pada kebotakan atau alopecia.

Biasanya, kebotakan ditandai dengan kemunduran garis rambut, penipisan, hingga pada akhirnya kebotakan. Gaya hidup dan kondisi genetika disebut bertanggung jawab atas sebagian besar kejadian kerontokan rambut.

Kasus kebotakan biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk berikut ini.

  • Pola diet yang tidak tepat.
  • Stres atau tekanan psikis secara terus-menerus. Dua kondisi ini dapat mengganggu pertumbuhan rambut dengan cara memaksa rambut keluar dari fase pertumbuhan sebelum waktunya. 
  • Penyakit kronis.
  • Ketidakseimbangan hormonal.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

Artikel lainnya: 5 Cara Ampuh untuk Dapatkan Rambut Panjang dan Sehat

2 dari 3 halaman

Ketahui Ini Sebelum Transplantasi Rambut

Sebenarnya, saat ini sudah banyak prosedur untuk mengatasi rambut rontok dan kebotakan. Akan tetapi, jalan transplantasi banyak dipilih karena cukup efektif.

Transplantasi rambut adalah prosedur di mana dokter ahli bedah plastik atau kulit, memindahkan rambut ke bagian kepala yang botak. Dokter biasanya memindahkan rambut dari bagian belakang atau samping kepala ke depan atau atas kepala. 

Nah, Anda tertarik mencobanya? Kalau iya, jangan buru-buru menemui dokter. Simak dulu beberapa hal penting terkait transplantasi rambut. 

1. Yang Dilakukan Sebelum Transplantasi

Ada dua hal utama yang harus dilakukan dan perhatikan sebelum prosedur ini dilakukan, yaitu:

  • Pertama, dokter akan mendiagnosis penyebab tipe rambut rontok seorang pria. Ini untuk mengukur tingkat keparahan serta pola kondisi rambut rontoknya.

Ini akan memberi pemahaman yang jelas tentang jumlah rambut donor yang tersedia pasien, kualitas rambut donor, dan ukuran daerah kebotakan yang perlu dirawat.

Rambut donor biasanya diambil dari rambut kepala belakang, sehingga tidak meninggalkan kebotakan baru atau bekas luka yang terlihat.

  • Kedua, kesehatan pasien. Meskipun transplantasi rambut dianggap sebagai operasi invasif minimal, masih ada risiko yang terlibat. 

Itu sebabnya, sangat penting untuk berkomunikasi dengan dokter terkait kesehatan pasien secara menyeluruh. Pahami juga, rambut rontok Anda mungkin dapat terus terjadi setelah operasi.

Beberapa pria juga harus melanjutkan pengobatan setelah operasi untuk mempertahankan rambut mereka sebanyak mungkin.

Artikel lainnya: Kenali Arti Kondisi Rambut bagi Kesehatan Tubuh Anda

2. Jenis Transplantasi Rambut yang Umum Dilakukan

Dua prosedur transplantasi utama adalah ekstraksi unit folikel (FUE) dan implantasi rambut langsung (DHI). Kedua jenis ini sangat mirip, tapi memiliki satu perbedaan inti, yang terjadi pada tahap di mana sayatan dan titik transplantasi dilakukan.

Dalam transplantasi DHI, dua tahap terakhir tersebut digabung menjadi satu. Sementara dalam FUE, dilakukan secara terpisah. Ciri utama metode DHI dibandingkan metode transplantasi lainnya adalah penggunaan instrumen medis seperti pena yang disebut choi implanter.

Alat ini membuat tempat ditanamnya rambut dan secara bersamaan mentransplantasikan cangkokan. Dalam metode FUE, area tempat penanaman rambut dibuat sebagai langkah pertama yang terpisah, lalu rambut donor ditransplantasikan ke area-area ini.

Berikut hal-hal lain terkait DHI dan FUE: 

  • Transplantasi FUE: Memungkinkan untuk mentransplantasikan 2.000-4.200 cangkok dalam satu sesi (yang dapat bertahan hingga 4-7 jam). FUE sangat ideal untuk menutupi area kebotakan yang luas. Untuk melakukan transplantasi FUE, pasien harus mencukur seluruh kepalanya.
  • Transplantasi DHI: Memungkinkan sekitar 2.000 hingga 4.200 unit cangkok folikel dalam satu sesi (juga 5-7 jam). Memiliki periode pemulihan yang lebih cepat. Biasanya, dilakukan dengan sedikit perdarahan daripada metode FUE.

DHI lebih optimal ketika Anda ingin mencapai kepadatan rambut yang lebih tinggi. Seseorang yang melakukan DHI hanya perlu mencukur daerah yang akan menjadi donor rambut mereka.

DHI akan lebih signifikan bagi pasien wanita. Karena tingkat kesulitannya lebih tinggi, biayanya pun lebih mahal daripada FUE.

3. Hasil Pasca Transplantasi

Ketika prosedur transplantasi rambut dilakukan oleh dokter berpengalaman dan profesional, hasilnya akan terlihat lebih alami. Agar alami, transplantasi rambut harus dilakukan dalam ketebalan tertentu dengan mempertimbangkan sudut pertumbuhan dan arah rambut.

Itulah sebabnya, penting bagi Anda melakukan prosedur ini di tempat dan dokter yang terpercaya.

Transplantasi rambut memang dirasa cukup efisien untuk menyiasati kebotakan. Namun, salah satu kekurangan transplantasi rambut adalah biaya yang relatif mahal. Untuk itu, Anda bisa mencoba metode lain yang lebih alami. Tips lain mengatasi kerontokan dan kebotakan rambut bisa diperoleh di aplikasi KlikDokter

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar