Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sering Menguntit Seleb, Apakah Termasuk Gangguan Mental?

Sering Menguntit Seleb, Apakah Termasuk Gangguan Mental?

Menguntit dan menggali informasi apa pun terkait orang yang dikagumi kerap dilakukan penggemar fanatik. Apakah kebiasaan ini termasuk gangguan mental?

Di zaman digital saat ini, informasi terkait idola sangat mudah didapatkan seorang penggemar. Salah satunya untuk mencari lokasi rumah dan tempat beraktivitas si selebritas. Tak heran, aktivitas menguntit keberadaan idola pun menjadi semakin mudah.

Menguntit sendiri didefinisikan sebagai tindakan memberikan perhatian yang berulang, pelecehan, kontak, atau perilaku lain terhadap seseorang sehingga menimbulkan perasaan risih dan takut.

Tak jarang, menguntit fisik dilakukan dengan menunggui rumah sang idola, mendatangi hotel tempatnya menginap, bahkan mengikutinya ke mana pun pergi.

Perilaku penguntit ini dapat berkembang menjadi melecehkan target mereka, memanggil mereka berulang kali, serta mengirim surat dan hadiah.

Artikel lainnya: 7 Tanda Anda Seorang Social Climber

Jika ini tidak efektif, penguntit dapat meningkat ke perilaku yang lebih mengganggu. Seperti memata-matai, dan secara tak terduga muncul di hadapan korban mereka.

Akan tetapi, saat ini menguntit pun ada cara lain, yakni dilakukan secara “online”. Seorang stalker, misalnya, bisa mencari informasi terkait sang idola di sosial media atau web browser.

Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter, menjadi peron utama untuk para warganet men-stalking para seleb. Selain menggali informasi tentang lokasi, para penggemar juga akan mengorek kehidupan pribadi, aktivitas yang dilakukan, hubungan asmara, dan juga gaya hidup idola.

1 dari 2 halaman

Menguntit, Gangguan Mental?

Mari kembali lagi ke pertanyaan awal, apakah sering menguntit seleb seperti yang dijelaskan di atas termasuk gangguan mental?

Meski menguntit fisik tetap ada, stalker saat ini lebih banyak memilih jalan media sosial atau internet untuk mengetahui seluk beluk kehidupan idola. Cara ini lebih banyak dipilih karena tidak terlalu ekstrem ketimbang menguntit secara fisik.

Menguntit di media sosial cenderung lebih “aman” karena tidak adanya keterikatan yang memengaruhi kedua belah pihak. Ini berbeda jika Anda ketahuan menguntit secara fisik.

Artikel lainnya: Kenali Erotomania, Sindrom “Halu” yang Berpikir Dia Dicintai Idolanya!

Membuntuti atau mengikuti langsung seorang seleb bisa melanggar privasinya. Salah-salah, Anda bisa saja berurusan dengan hukum.

Menguntit yang sebatas menggali informasi dan memantau segala aktivitas seorang seleb dari sosial media atau internet tidak bisa dibilang suatu kelainan mental. Wajar saja Anda sebagai seorang penggemar mengumpulkan berbagai macam informasi yang ada di media sosial dan internet.

Akan tetapi, jika Anda sampai melakukan tindakan yang berulang untuk mencari perhatian seleb tersebut. Misalnya dengan cara mengirimkan pesan pribadi atau direct message (DM), mengancam akan bunuh diri jika pesan tidak dibalas, atau mengirimkan gambar tidak senonoh, hal itu sudah tidak wajar.

Tindakan tersebut sudah bisa dikategorikan sebagai penguntit sesungguhnya. Hal ini bisa jadi menjadi pertanda adanya gangguan mental atau kepribadian. Selain itu, tindakan ini dapat dilaporkan ke pihak berwajib dan dikenakan sanksi hukum.

Perilaku obsesi berlebihan terhadap seleb yang dapat dimulai dengan menguntit juga dapat dikatakan sebagai gangguan mental. Obsesi yang dimaksud adalah obsesi cinta, yaitu ketika Anda mengaku dan meyakini bahwa anda mempunyai hubungan asmara dengan idola.

Padahal, Anda bertemu sang idola saja belum pernah. Kondisi ini disebut dengan erotomania, yaitu pemikiran yang meyakini seorang seleb mencintai dirinya juga dapat dikatakan sebagai gangguan mental.

Jika Anda sering menguntit seleb melalui media sosial hanya sekadar untuk mencari informasi, itu belum dapat dikatakan sebagai gangguan mental. Akan tetapi, jika penggunaan media sosial terlalu sering untuk menguntit dan menimbulkan perasaan cemas, lebih baik konsultasikan pada psikolog. Apabila Anda masih punya pertanyaan seputar kondisi ini, segera konsultasikan dengan dokter via Live Chat.

[HNS/RPA]

0 Komentar

Belum ada komentar