Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kena Sifilis di Mulut, Kenali Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!

Kena Sifilis di Mulut, Kenali Penyebabnya dan Cara Mengatasinya!

Area yang terkena sifilis biasanya adalah alat kelamin. Nah, kalau sampai kena sifilis di mulut, apakah penyebabnya sama? Bagaimana cara mengatasinya?

Mendengar sifilis di mulut mungkin bikin Anda mengernyitkan dahi. Pasalnya, sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang umumnya menyerang area kelamin. Namun, sifilis juga bisa menyerang bagian tubuh lain, khususnya yang ikut melakukan aktivitas seksual, yaitu mulut.

Dilansir dari Healthline, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan ada lebih dari 115.000 kasus baru sifilis. Penyakit ini biasanya disebarkan melalui kontak orang ke orang, terutama lewat aktivitas seksual.

Dalam hal ini, hubungan seks vaginal, anal, termasuk oral. Itu sebabnya, jangan heran apabila ada orang yang terkena sifilis di bagian mulutnya.

Penyebab Sifilis di Mulut

Seperti yang sudah disinggung di atas, sifilis bisa terjadi di mulut akibat seks oral yang dilakukan. Kendati demikian, seks oral tak serta merta memunculkan penyakit tersebut. Dibutuhkan luka atau celah di lapisan bibir atau mulut agar bakteri bisa masuk dan menginfeksi. 

Adapun bakteri yang menginfeksi adalah Treponema pallidum. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka di vagina, penis, anus, atau mulut.

Nah, ada kemungkinan bakteri yang pada awalnya berada di area alat kelamin berpindah ke mulut akibat interaksi ciuman. Kendati bisa menyebar lewat interaksi itu, sifilis tidak menyebar melalui alat-alat makan. 

Artikel lainnya: Muncul Sariawan di Kelamin, Ini 4 Penyebabnya

1 dari 3 halaman

Bagaimana Gejala Sifilis di Mulut?

Sifilis oral cukup sulit untuk dikenali. Sebab, penyakit menular seksual yang satu ini bisa terlihat seperti jerawat. Kalaupun muncul luka, pada awalnya luka tersebut tidak menyakitkan.

Namun, tentu saja gejala seperti itu tidak berlangsung lama. Peradangan lama-lama terlihat semakin parah, baik di dalam mulut, bibir, maupun lidah.

Kemudian, gejala selanjutnya (gejala sekunder) yang muncul setelah timbul jerawat dan peradangan (gejala primer), antara lain sebagai berikut ini.

  • Ada ruam pada telapak tangan, kaki bagian bawah, dan beberapa bagian tubuh lainnya.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Demam.
  • Luka besar pada selaput lendir, di lidah atau gusi. 
  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Berat badan terus menurun.

Apabila kondisi dan gejala-gejala di atas sifilis terus dibiarkan, bukan tak mungkin kegagalan organ terjadi.

Bagaimana Cara Mengatasi Sifilis di Mulut?

Sebelum tahu cara mengatasi sifilis di mulut, tentu dokter harus melakukan diagnosis terlebih dulu agar perawatan yang diberikan tepat sasaran. Dikutip dari Healthline, kurang lebih, seperti ini cara mendiagnosisnya.

  • Dokter akan mengambil sampel darah atau cairan dari area yang sakit.
  • Biopsi jaringan atau cairan kadang-kadang digunakan untuk mendiagnosis sifilis oral.
  • Dokter akan melihat bakteri di bawah mikroskop.

Di sisi lain, dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter mengatakan, di laboratorium terdapat dua macam, pemeriksaan untuk sifilis, yaitu sebagai berikut ini.

  • Venereal Disease Research Laboratories (VDRL) dan Rapid Plasma Reagin (RPR) ini merupakan tahapan skrining.
  • Fluorescent Treponemal Antibody Absorption Test dan Treponema Pallidum Particle Agglutination Assay. Di tahapan ini, diagnosis akan ditentukan.

Sifilis oral akan sangat mudah diobati pada tahap awal. Pengobatan standar untuk kebanyakan sifilis oral adalah antibiotik benzathine penicillin G.

Hal itu pun disetujui pula oleh dr. Alvin bahwa salah satu obat yang efektif untuk mengatasi sifilis adalah obat antibiotik. Untuk dosis dan jenis antibiotiknya, dokterlah yang menentukan.

Artikel lainnya: Penyakit Serius Penyebab Lidah Berwarna Putih

2 dari 3 halaman

Ini Hal Mesti Diperhatikan Saat Kena Sifilis di Mulut

Penting untuk menyelesaikan perawatan jika Anda memang benar terkena sifilis oral. Meski tidak diobati, luka sifilis memang dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Sayangnya, bukan berarti infeksi itu telah hilang sepenuhnya. Bakteri masih ada di dalam tubuh Anda dan gejala tambahan kemungkinan justru akan muncul kemudian!

Perlu diketahui juga bahwa sifilis yang tidak diobati dengan benar dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada organ-organ dalam, seperti jantung dan otak. Pada akhirnya, kerusakan ini bisa berakibat fatal.

Tak lupa juga untuk tidak melakukan kontak seksual dulu dengan pasangan sampai luka benar-benar sembuh dan dokter mengonfirmasi bakteri tidak lagi ada dalam darah Anda. Untuk mengonfirmasi hal ini, dokter dapat meminta Anda kembali untuk tes darah setiap 6 bulan selama satu tahun.

Sifilis di mulut mirip seperti jerawat atau sariawan. Karena itu, jangan abaikan dan segera periksakan ke dokter bila gejala seperti itu muncul pasca melakukan hubungan seks. Masih punya pertanyaan seputar penyakit ini? Tanyakan pada dokter via Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar