Sukses

Pertolongan Pertama Keracunan Makanan pada Ibu Hamil

Konsumsi makanan yang tidak sepenuhnya bersih bisa membuat ibu hamil keracunan makanan. Kenali pertolongan pertama keracunan makanan pada ibu hamil berikut ini.

Mual dan muntah selama kehamilan tidak melulu terjadi sebagai akibat perubahan hormon. Faktanya, kondisi tersebut juga bisa disebabkan oleh keracunan makanan.

Dikatakan oleh Food and Drug Association (FDA), keracunan makanan saat hamil tergolong sering terjadi. Hal ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang menurun selama kehamilan, sehingga konsumsi makanan yang tidak sepenuhnya bersih dapat mencetuskan keracunan makanan pada ibu hamil.

Gejala Keracunan Makanan saat Hamil

Beberapa gejala keracunan makanan saat hamil yang wajib Anda waspadai, antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Nyeri kepala
  • Demam 
  • Nyeri perut
  • Dehidrasi 
  • Buang air besar (BAB) berdarah

Ciri-ciri keracunan makanan tersebut bisa langsung dialami oleh ibu hamil setelah dirinya mengonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh norovirus, listeria, E. Coli dan Salmonella.

Artikel lainnnya: Kenali 7 Tanda Keracunan Makanan

1 dari 3 halaman

Pertolongan Pertama Keracunan Makanan saat Hamil

Ibu hamil perlu menjaga kesehatan diri sendiri dan janin yang ada di dalam kandungannya. Oleh karena itu, hindari minum obat tanpa saran dari dokter, karena dapat membahayakan diri sendiri dan calon bayi dalam kandungan. 

Jika terjadi keracunan makanan saat hamil, Anda sebaiknya segera berobat ke dokter. Sebelum berobat, Anda pun perlu melakukan pertolongan pertama agar gejala tidak makin parah.

Berikut ini adalah pertolongan pertama keracunan makanan saat hamil:

  • Penuhi Kebutuhan Cairan

Diare dan muntah yang terjadi akibat keracunan makanan bisa membuat cairan tubuh terkuras, sehingga menyebabkan dehidrasi. Jika dibiarkan terjadi, dehidrasi bisa membahayakan nyawa ibu hamil dan janin dalam kandungannya.

Karena itu, sebagai tindakan pertolongan pertama keracunan makanan saat hamil, Anda mesti tetap berupaya memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih.

Setiap kali Anda muntah, minum sedikit demi sedikit segelas air putih untuk mengurangi risiko dehidrasi dan mempercepat penyembuhan. 

Artikel lainnya: 4 Penyakit Ini Rentan Menyerang Ibu Hamil di Musim Kemarau

  • Cukup Istirahat

Saat mengalami gejala keracunan makanan, pastikan untuk segera menghentikan aktivitas. Lebih baik Anda beristirahat, agar gejala tidak dirasakan makin parah.

  • Makan Porsi Kecil

Upayakan untuk tetap mengonsumsi makanan yang bersih, sehat dan bergizi dalam jumlah cukup. Tidak perlu langsung sekaligus banyak, namun makanlah dalam porsi kecil dan sedikit-sedikit.

Anda dapat mencoba makanan yang memiliki tekstur lunak, seperti bubur dan nasi tim. 

  • Hindari Minuman Ini

Hindari konsumsi kopi, teh, minuman bersoda dan minuman berenergi, karena dapat memperparah dehidrasi yang Anda alami. 

Minuman yang terbaik untuk dikonsumsi selama terjadi keracunan makanan saat hamil adalah air putih.

2 dari 3 halaman

Kapan Perlu ke Dokter?

Keracunan makanan saat hamil bisa menyebabkan beberapa komplikasi, seperti malnutrisi, gangguan perkembangan saraf bayi, gagal ginjal dan infeksi bakteri sistemik. 

Bahkan pada kasus yang ekstrem, keracunan makanan saat hamil juga dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dalam keadaan tidak bernyawa. 

Karena itu, Anda mesti segera berobat ke dokter apabila kasus keracunan makanan yang dialami memiliki ciri-ciri berikut ini:

  • Mengalami gejala dehidrasi berat, seperti haus berlebih, bibir kering, buang air kecil (BAK) sedikit atau tidak sama sekali, pusing berputar
  • Mual dan muntah hebat
  • Sakit perut tidak tertahankan
  • Demam lebih dari 38 derajat Celcius
  • BAB kehitaman atau berdarah 

Supaya tidak berakhir mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, jangan pernah menganggap sepele keracunan makanan saat hamil. Segera lakukan tindakan pertolongan pertama dan periksakan diri ke dokter segera. 

Anda juga bisa bertanya mengenai keracunan makanan saat hamil atau masalah kesehatan lainnya pada tim dokter dari KlikDokter di sini

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar