Sukses

Bolehkah Scrub atau Eksfoliasi Wajah Pakai Gula?

Ada yang mengatakan bahwa scrub gula itu tidak baik untuk kulit wajah. Tapi, kok, bisa, ya? Bukankah scrub alami itu baik dan tanpa efek samping?

Salah satu cara agar kulit wajah cerah dan senantiasa halus adalah dengan melakukan scrubbing atau eksfoliasi. Nah, bahan alami yang kerap dijadikan eksfoliator atau scrub adalah gula. Tapi katanya, scrub gula itu sebetulnya kurang baik untuk kulit wajah. Kira-kira, kenapa, ya? 

Alasan Scrub Gula Kurang Baik untuk Kulit Wajah

Menurut Healthline, jika dilihat lebih dekat menggunakan mikroskop, bentuk gula berupa butiran kristal dengan ukuran cukup besar. Sayangnya, butiran gula memiliki tekstur kasar sehingga dianggap terlalu keras untuk kulit wajah. 

Kristal gula dapat membuat kulit wajah mengeluarkan “air mata” kecil dan menyebabkan kerusakan. Bahkan, pada kulit yang sensitif, penggunaan scrub gula bisa menyebabkan kondisi berikut:

  • Kulit kemerahan
  • Kulit kering 
  • Kulit jadi lecet atau timbul luka

Sebetulnya boleh saja pakai gula untuk scrub wajah. Namun, agar tidak menyebabkan iritasi di kulit, campurkan dengan minyak kelapa, minyak zaitun, ataupun madu. Bahan-bahan tersebut bisa meminimalisir tekstur kasar dari gula dan memberikan kulit wajah sedikit rasa lembut. 

Artikel lainnya: Scrub Buah Aprikot, Resep Rumahan untuk Kulit Lebih Cerah

Selain itu, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, juga menyarankan pakai brown sugar atau gula palem jika mau scrub wajah. Ini karena kristal pada brown sugar teksturnya lebih halus dan ukurannya lebih kecil. Saat dipakai di wajah, gosok secara perlahan, ya, guna mencegah  timbulnya iritasi pada kulit Anda. 

1 dari 3 halaman

Lebih Baik Gunakan Scrub Gula di Badan

Ketimbang dipakai di wajah, scrub gula rupanya lebih bermanfaat bila digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati di tubuh. Butiran gula sangat baik digunakan untuk bagian kulit yang kering dan kasar, misalnya seperti siku, lutut, atau tumit. 

Bahkan scrubbing badan yang dilakukan secara rutin dapat membuat kulit Anda bisa lembut dan lembap. Akan tetapi, tetap ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pasalnya, jika sedari awal Anda punya masalah kulit, contohnya eksim, nge-scrub pakai gula dapat memperparah kondisi tersebut. 

2 dari 3 halaman

Bahan Eksfoliasi yang Lebih Aman Ketimbang Gula

Tenang, meski scrub gula dianggap terlalu kasar untuk wajah, ada alternatif lain, kok, yang bisa digunakan untuk mengangkat sel kulit mati. Bahkan, bahan-bahan berikut ini tidak memiliki partikel yang keras, tetapi tetap ampuh untuk melakukan fungsi pengelupasan kulit wajah. 

Artikel lainnya: Kulit Cantik dan Sehat dengan Scrub

Berikut adalah bahan-bahan scrub wajah yang bisa Anda gunakan daripada pakai gula:

  1. Asam Alfa Hidroksi (AHA)

AHA merupakan zat kimia yang termasuk asam sitrat, laktat, dan glikolat. Bahan AHA ini mampu menghilangkan sel-sel kulit mati. Bukan mengelupas kulit dengan butirannya yang kasar, asam AHA ini bekerja dengan cara melarutkan sel kulit mati. Untuk orang yang kulitnya berjerawat, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum pakai AHA untuk eksfoliasi.

  1. Beta Hydroxy Acids (BHA)

BHA adalah bahan yang mengandung asam salisilat. Bahan scrub wajah ini bekerja dengan melarutkan sel-sel kulit mati di pori-pori. Asam salisilat banyak tersedia dalam produk toner, pembersih, dan losion. Pastikan Anda hanya menggunakan hanya satu produk yang mengandung asam salisilat demi mencegah iritasi dan pengelupasan berlebih.

  1. Pakai Alat Bantu

Selain pakai gula atau bahan kimia untuk scrub wajah, Anda juga pakai alat bantu lain, lho, untuk mengangkat sel kulit mati. Alat bantu yang bisa dipakai adalah kain waslap halus ataupun sikat berbulu lembut yang dirancang khusus untuk wajah.

Lalu, saat pakai waslap atau sikat lembut, buat gerakan memutar di wajah Anda, jangan digosok. Pengelupasan yang satu ini umumnya juga disarankan untuk Anda yang punya kulit berminyak atau kombinasi.

Apa pun bahan yang Anda pilih, baik pakai gula, bahan kimia, atau alat bantu, pastikan proses scrub wajah tidak dilakukan lebih dari 1-2 kali seminggu. Pasalnya, keseringan nge-scrub wajah bukan bikin kulit tambah kinclong, yang ada bisa memicu iritasi. Intinya, tetap berikan waktu kepada kulit untuk regenerasi, ya.

Jika ingin menguji apakah scrub yang dipakai terlalu keras atau tidak untuk kulit wajah, coba dulu bahan tersebut di kulit lengan. Apabila setelah digosokkan ternyata rasanya agar sakit, maka scrub itu bisa dikatakan terlalu keras untuk kulit wajah Anda. 

Kini, sudah tahu, kan, mengapa manfaat scrub gula untuk wajah masih simpang siur? Untuk kulit wajah ganti lebih baik pakai scrub yang lebih lembut dan aman daripada gula. Apabila ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana cara merawat kulit wajah, Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter lewat fitur Live Chat pada aplikasi KlikDokter. 

(OVI/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar