Sukses

6 Bagian Tubuh yang Rentan Cedera akibat Olahraga

Tak hanya olahraga ekstrem, olahraga ringan atau aktivitas yang dilakukan tidak benar bisa picu cedera olahraga. Ini bagian tubuh yang rentan mengalaminya.

Walau sudah dicegah, tapi cedera saat olahraga kerap tak bisa dihindari, bahkan pada atlet profesional sekalipun. Supaya Anda bisa lebih waspada saat berolahraga, yuk, kenali bagian tubuh yang paling rentan mengalami cedera dan cara mencegahnya!

  1. Pergelangan Kaki

Kasus pergelangan kaki yang terkilir atau keseleo sering terjadi saat sedang olahraga atau permainan yang melibatkan lompatan, atau gerakan lainnya yang membuat seseorang bisa terinjak. Olahraga yang dimaksud adalah basket, sepak bola, atau voli.

Meski olahraga paling sering memicu cedera, tetapi keseleo juga bisa dengan mudah terjadi saat Anda sedang berjalan.

Anda akan mudah mengalami keseleo jika:

  • Sudah pernah atau sering keseleo sebelumnya
  • Memiliki otot yang lemah di sekitar pergelangan kaki
  • Memiliki riwayat keluarga akan kelainan di pergelangan kaki
  1. Pangkal Paha

Cedera lainnya yang sering terjadi saat beraktivitas fisik adalah pangkal paha tertarik, yang terjadi akibat beban berlebih pada otot di area pangkal paha.

Ketika otot-otot tersebut menegang terlalu cepat maupun dipaksa, otot bisa meregang secara berlebihan maupun robek.

Tarikan pada pangkal paha sering terjadi pada jenis olahraga yang memerlukan banyak lompatan dan lari, spesifiknya adalah gerakan meloncat atau perubahan posisi mendadak. Contohnya adalah sepak bola dan hoki.

Artikel lainnya: 7 Penyebab Cedera Olahraga yang Perlu Diwaspadai

  1. Paha Belakang

Jenis cedera yang dimaksud adalah cedera hamstring, yaitu cedera pada sekumpulan otot yang terletak di belakang paha (otot hamstring).

Cedera bisa terjadi jika tarikan otot melebihi kemampuannya untuk meregang. Bisa akibat gerakan yang tiba-tiba maupun bertahap, atau bisa juga akibat gerakan yang perlahan tapi terjadi tarikan atau beban berlebih.

Contoh gerakan yang sering menyebabkan cedera hamstring adalah melompat, sprint, atau lunge.

  1. Betis

Apakah betis terasa nyeri saat berlari mengejar kereta atau sedang tak melakukan apa-apa? Mungkin jaringan betis mengalami peradangan (akibat robekan otot mikro), sehingga menyebabkan nyeri.

Penyebabnya bisa karena kondisi telapak kaki datar, sepatu yang tidak pas dengan tipe kaki, olahraga tanpa peregangan terlebih dulu, atau kelemahan di otot perut, panggul, atau pergelangan kaki.

  1. Lutut

Ligamen merupakan suatu pita jaringan yang kuat, menghubungkan antar tulang pada tubuh. Pada lutut, salah satu ligamen yang rentan mengalami cedera adalah ligamen lutut bagian depan, atau bisa disebut sebagai cedera ligamen lutut anterior.

Biasanya, cedera ligamen lutut bagian depan ini disebabkan akibat olahraga yang membutuhkan penghentian tiba-tiba atau perubahan arah, melompat, dan mendarat seperti pada olahraga basket, sepak bola, ski, atau saat menuruni lereng gunung.

  1. Siku

Cedera saat berolahraga juga sering berdampak pada siku, yaitu cedera tennis elbow atau epikondilitis lateral. Kondisi ini menyebabkan nyeri pada tendon di siku yang terbebani akibat gerakan berulang oleh pergelangan tangan dan lengan.

Tak hanya saat berolahraga, cedera ini juga bisa dialami oleh orang-orang dengan profesi tertentu yang berisiko, seperti tukang leding, pelukis, tukang kayu, atau tukang daging.

Artikel lainnya: Cedera Olahraga? Jangan Asal Urut!

1 dari 2 halaman

Cara Mencegah Cedera Saat Berolahraga

Mengingat cedera olahraga tak hanya bisa dengan mudah terjadi pada olahraga ekstrem, Anda perlu waspada saat berolahraga jenis apa pun. Ikuti kiat-kiat di bawah ini:

  • Lakukan Pemanasan dengan Benar

Sesuaikan pemanasan dengan olahraga yang akan dilakukan, tetapi dalam ritme yang lebih ringan. Misalnya, bila akan lari, bentuk pemanasannya adalah jalan cepat selama 10 menit.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan berbagai peregangan otot sebelum mulai berolahraga. Ingat saat melakukan pemanasan, hindari melakukannya secara berlebihan, apalagi hingga kelelahan.

Tak hanya berfungsi untuk mencegah cedera, pemanasan juga dapat membuat tubuh lebih lentur karena dapat meningkatkan aliran darah ke otot.

  • Berhenti Bila Lelah

Otot yang lelah akan menurunkan perlindungan tubuh, sehingga rentan terjadi cedera. Sebaiknya istirahatkan bagian tubuh yang telah digunakan secara intens atau berlebihan selama beberapa hari. Ingat, jangan memaksakan diri. Kalau terlanjur cedera, bisa-bisa semangat olahraga bisa luntur.

  • Hindari Gerakan Tiba-Tiba

Kalau sudah lama tidak berolahraga atau melakukan olahraga tertentu, hindari melakukan gerakan tiba-tiba. Misalnya, kalau sudah lama tidak main bisbol, jangan memforsir gerakan tangan saat memukul bola, karena bisa berisiko menyebabkan cedera di bahu atau lengan.

Untuk mencegahnya, latih otot yang akan digunakan beberapa minggu sebelum melakukan olahraga yang sudah direncanakan.

Jadi, pergelangan kaki, siku, lutut, paha belakang, betis dan pangkal paha adalah bagian tubuh yang rentan cedera akibat olahraga.

Tak melulu olahraga ekstrem, olahraga permainan atau aktivitas yang melibatkan fisik pun juga bisa mengakibatkan cedera bila tidak dilakukan dengan benar. Untuk mencegah cedera olahraga, ingat selalu tiga panduan di atas, ya! Atau langsung tanya dokter di Live Chat KlikDokter, gratis!

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar