Sukses

Daftar Makanan yang Menyebabkan Inflamasi

Seperti yang diketahui, inflamasi memiliki dampak buruk bagi tubuh. Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut.

Peradangan atau inflamasi memang tak selamanya buruk. Di satu sisi, inflamasi adalah cara alami tubuh untuk melindungi diri saat terluka atau sakit. Proses ini juga penting untuk merangsang penyembuhan. Meski demikian, bukan berarti Anda bisa mengabaikan hal-hal penyebab inflamasi.

Itu karena peradangan kronis dan berkelanjutan terkait dengan peningkatan risiko penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas. Menariknya, makanan yang Anda makan dapat secara signifikan memengaruhi hadirnya peradangan di tubuh Anda.

Apa saja makanan penyebab inflamasi yang sebaiknya Anda hindari? Berikut ulasannya.

  • Gula dan Sirup Jagung Fruktosa Tinggi

Gula pasir (sukrosa) dan sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) adalah dua jenis utama gula tambahan yang kerap dijumpai. Gula ini terdiri dari adalah 50% glukosa dan 50% fruktosa.

Adapun sirup jagung fruktosa tinggi terdiri dari sekitar 45% glukosa dan 55% fruktosa. Meski manis dan membuat makanan tambah enak, faktanya menambahkan gula dapat meningkatkan risiko peradangan.

Sebuah penelitian berkesimpulan, orang yang banyak mengonsumsi soda (minuman tinggi gula) berisiko meningkatkan kadar asam urat. Hal ini akan mendorong peradangan dan resistensi insulin.

Gula juga bisa berbahaya karena memasok fruktosa dalam jumlah berlebih yang dikaitkan dengan obesitas, resistensi insulin, diabetes, perlemakan hati, kanker, dan penyakit ginjal kronis.

Makanan tinggi gula tambahan antara lain permen, cokelat, dan minuman ringan.

Artikel Lainnya: Redakan Inflamasi dengan 7 Makanan Ini

  • Lemak Trans Buatan

 

Lemak trans buatan mungkin saja sering Anda makan. Jenis lemak tidak sehat ini diciptakan dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh yang cair, untuk memberi stabilitas lemak yang lebih padat.

Pada label bahan, lemak trans sering terdaftar sebagai minyak terhidrogenasi parsial. Sebagian besar margarin mengandung lemak trans, dan sering ditambahkan ke dalam makanan olahan untuk mengawetkan.

Tak seperti lemak trans alami dalam susu dan daging, lemak trans buatan terbukti jadi penyebab peradangan dan meningkatkan risiko penyakit.

Selain menurunkan kolesterol baik (HDL), lemak trans dapat merusak fungsi sel endotel yang melapisi arteri Anda. Ini adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Mengonsumsi lemak trans buatan dikaitkan dengan penanda inflamasi tingkat tinggi, seperti protein C-reaktif (CRP). Makanan jenis ini dapat ditemukan dalam kentang goreng, makanan cepat saji yang digoreng, popcorn, dan margarin.

Artikel Lainnya: 5 Cara Alami Meredakan Peradangan

  • Karbohidrat Olahan

Karbohidrat tak selamanya buruk karena merupakan sumber energi untuk beraktivitas. Namun, karbohidrat jenis olahan justru dapat memicu peradangan.

Karbohidrat olahan telah menghilangkan sebagian besar komponen seratnya. Serat biasanya akan memunculkan sensasi kenyang, meningkatkan kontrol gula darah, dan memberi makan bakteri baik dalam usus Anda.

Sebaliknya, menurut para peneliti, karbohidrat olahan dalam asupan harian dapat mendorong pertumbuhan bakteri jahat yang memicu penyakit radang usus dan risiko obesitas.

Selain itu, karbohidrat olahan juga memiliki indeks glikemik (GI) yang lebih tinggi. Makanan dengan GI tinggi meningkatkan gula darah lebih cepat daripada makanan GI rendah.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa atau lansia yang melaporkan asupan makanan GI tinggi; 2,9 kali lebih mungkin meninggal karena penyakit radang seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Karbohidrat olahan banyak ditemukan dalam permen, roti putih, beberapa sereal, dan semua makanan olahan yang mengandung tambahan gula atau tepung.

  • Alkohol Berlebihan

Konsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Dalam sebuah penelitian, kadar penanda inflamasi (CRP) meningkat pada orang yang mengonsumsi alkohol.

Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin tinggi level CRP mereka. Orang yang minum banyak alkohol juga akan mengalami masalah dengan toksin atau bakteri di usus besar dan masuk ke dalam peredaran darah. Ini bisa berujung pada peradangan luas dan kerusakan organ.

Itulah beberapa jenis makanan penyebab inflamasi yang sebaiknya Anda batasi konsumsinya. Dengan menjaga asupan setiap hari, Anda tak hanya terhindar dari masalah peradangan, tapi juga kesehatan secara umum. Dapatkan lebih banyak info kesehatan lain di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar