Sukses

Efektivitas Terapi Cahaya untuk Mengatasi Depresi

Terapi cahaya disebut sebagai salah satu cara mengatasi depresi yang sangat efektif. Apakah medis setuju dengan anggapan tersebut?

Pernahkah Anda mendengar tentang terapi cahaya? Jenis terapi yang satu ini dianggap sebagai cara efektif untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, yaitu depresi.

Faktanya, terapi cahaya adalah metode pengobatan untuk bantu mengatasi seasonal affective disorder (SAD) dan beberapa kondisi serupa dengan mengandalkan paparan cahaya buatan.

Perlu Anda tahu, SAD adalah salah satu tipe depresi yang terjadi pada waktu tertentu dalam satu tahun. Seseorang yang rentan, bisa mengalami kekambuhan gejala SAD pada musim di mana durasi siang hari lebih singkat dan durasi malam hari lebih panjang.

Berikut ini adalah beberapa keluhan yang termasuk gejala SAD:

  • Hilangnya minat akan kesenangan dari aktivitas yang biasa dilakukan
  • Berkurangnya energi
  • Rasa tidak berharga
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Adanya rasa ngidam akan makanan dengan kadar gula dan karbohidrat tinggi

Gejala SAD memang bisa berkurang di musim semi. Namun, gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan tumpukan kalori, sehingga Anda akan mengalami berat badan berlebih, tubuh yang tidak fit, serta hubungan yang bersitegang dengan orang lain.

Artikel Lainnya: Benarkah Sayuran Hijau Bisa Turunkan Risiko Depresi?

1 dari 3 halaman

Prosedur Terapi Cahaya untuk Mengatasi Depresi

Anda dianjurkan untuk mendapatkan terapi cahaya apabila mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Mengalami seasonal affective disorder (SAD) atau depresi jenis lainnya
  • Anda ingin mencoba cara menghilangkan depresi dengan yang aman dan memiliki efek samping minimal
  • Anda ingin meningkatkan efektivitas obat anti-depresi atau konseling kesehatan mental (psikoterapi)
  • Anda perlu menghindari obat anti-depresi, karena sedang hamil atau menyusui
  • Anda berharap dapat mengurangi dosis obat anti-depresi

Terkait prosedur, terapi cahaya dilakukan dengan memosisikan diri Anda berdekatan dengan suatu alat bernama kotak terapi cahaya. Anda bisa duduk atau bekerja di dekat kotak tersebut.

Kotak terapi cahaya akan memantulkan cahaya terang yang meniru sinar matahari asli. Cahaya ini perlu masuk ke dalam mata Anda, namun tidak secara langsung. Sebab, menatap kotak cahaya secara langsung dengan mata telanjang dapat menyebabkan kerusakan mata.

Artikel Lainnya: Hal yang Tidak Boleh Dikatakan pada Orang Depresi

2 dari 3 halaman

Efek Samping Terapi Cahaya

Secara umum, terapi cahaya termasuk aman untuk dilakukan. Namun, Anda tetap wajib berkonsultasi pada dokter, khususnya jika mengalami kondisi berikut ini:

  • Sensitif terhadap cahaya akibat penyakit lupus
  • Mengonsumsi obat yang membuat lebih sensitif terhadap cahaya, seperti antibiotik golongan tertentu, anti-radang, atau suplemen tertentu
  • Memiliki kondisi mata yang sensitif terhadap cahaya dan rentan mengalami kerusakan

Jika dokter menyatakan bahwa Anda perlu dan boleh melakukan terapi cahaya, tak perlu sungkan untuk melakukannya mengingat efek sampingnya relatif tidak berbahaya.

Adapun efek samping yang mungkin timbul akibat terapi cahaya, yaitu:

  • Ketegangan pada mata
  • Nyeri kepala
  • Mual
  • Mudah tersinggung atau kesal
  • Mania, euforia, hiperaktivitas atau agitasi yang terkait dengan gangguan bipolar (jika mengidapnya)

Risiko terjadinya efek samping terapi cahaya umumnya akan berkurang dan menghilang setelah beberapa hari. Anda pun dapat mencegah efek samping tersebut dengan mengurangi durasi terapi, mengambil waktu istirahat pada sesi terapi yang panjang, atau mengubah waktu melakukan terapi cahaya.

Terapi depresi dengan cahaya sebenarnya tidak benar-benar mampu menyembuhkan keluhan. Ini karena terapi cahaya hanya efektif untuk mengurangi gejala depresi, meningkatkan kadar energi, serta membantu tubuh Anda merasa lebih baik.

Jika Anda ingin mencoba terapi cahaya sebagai cara mengatasi depresi, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter. Anda juga bisa bertanya seputar depresi dan masalah kesehatan mental lainnya pada dokter dari KlikDokter di sini.

(NB/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar