Sukses

Diet Tepat untuk Orang dengan Kondisi Darah Kental

Darah kental dapat menyebabkan komplikasi gagal jantung. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti program diet untuk kondisi darah kental.

Anda salah satu yang punya kondisi darah kental? Jika ya, apabila tidak dijaga dengan baik, pengentalan darah dapat menyebabkan risiko penyakit kardiovaskular. Jadi ada baiknya untuk menjalankan program diet bagi penderita darah kental.

Selain diberi obat-obatan khusus, orang yang menderita darah kental umumnya wajib melakukan program diet tertentu. Program diet ini nantinya bisa menjadi pencegahan agar kondisi pengentalan darah yang Anda alami tidak semakin buruk. Diet apa yang harus dilakukan?

Apa itu Kondisi Darah Kental?

Darah kental adalah kondisi di mana darah mudah menggumpal, mengental, atau membeku (hiperkoagulabilitas).

Pengentalan darah ini biasanya juga disebut sebagai polisitemia. Ini adalah suatu kondisi di mana komponen penyusun darah seperti sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit atau platelet) diproduksi secara berlebihan oleh sumsum tulang belakang.

Kondisi tersebut menyebabkan darah menjadi kental karena komponen yang terkandung sangat banyak.

Artikel lainnya: Tips Diet Menurunkan Berat Badan untuk Pemula

Sebagai perumpamaan, gelas yang berisi air akan menjadi kental jika Anda tambahkan gula dan garam dalam jumlah banyak. Sama halnya dengan polisitemia, cairan plasma darah (air) akan menjadi kental jika mengandung banyak komponen di dalamnya seperti eritrosit, leukosit, dan trombosit (gula dan garam).

1 dari 3 halaman

Apa Penyebab dan Gejala Darah Kental?

Polisitemia ini pada dasarnya disebabkan oleh kelainan genetik. Gejala yang biasanya muncul biasanya berupa:

  • Kulit pucat.
  • Badan lemas dan lesu.
  • Kulit terasa gatal sehabis mandi air hangat.
  • Pembesaran limpa.
  • Nyeri sendi karena kandungan asam urat yang meningkat.

Untuk mendiagnosis darah kental akibat polisitemia, perlu dilakukan pemeriksaan darah. Nantinya semua komponen darah yang nilainya meningkat, termasuk hematokrit, dapat dijadikan acuan untuk melihat seberapa parah kekentalan darah Anda.

Darah yang kental kemungkinan bisa menyebabkan pembentukan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Serangan jantung, stroke, dan trombosis vena dalam yang menyebabkan kaki bengkak juga berisiko terjadi akibat darah kental.

Artikel lainnya: 8 Jenis Sayuran untuk Diet yang Bisa Anda Coba

2 dari 3 halaman

Program Diet untuk Orang Darah Kental

Orang dengan kondisi darah kental umumnya harus melakukan pemeriksaan cek darah. Jika dokter mendiagnosis Anda mengalami kondisi darah kental, biasanya akan diberikan obat-obatan tertentu.

Anda akan diberikan obat pengencer darah jenis antikoagulasi seperti warfarin atau heparin. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat antiplatelet seperti aspirin.

Selain minum obat sesuai resep dokter, Anda wajib melakukan program diet darah kental. Diet ini bertujuan untuk mencegah kondisi semakin memburuk serta adanya kemungkinan komplikasi yang terjadi akibat darah kental, seperti gagal jantung.

Berikut ini adalah diet yang harus diperhatikan saat punya kondisi darah kental:

  1. Hindari Garam

Sebenarnya garam bersifat menarik air dari dalam darah. Di mana ini baik untuk membantu mengurangi kekentalan, karena jika cairan makin banyak, maka darah akan semakin encer. Tetapi pada kondisi ini, hal tersebut tidak berlaku.

Makan garam bikin kandungan air di dalam darah jadi terlalu banyak. Lantas, hal ini juga akan menambah beban kerja jantung Anda jadi semakin berat dan berdampak pada pembengkakkan jantung.

Maka, kurangi pemberian garam dan penyedap rasa (MSG) pada makanan Anda, ya. Penting juga untuk menghindari makanan yang mengandung tinggi garam seperti mie instan, daging olahan (sosis, burger, bacon), dan makanan cepat saji.

  1. Hindari Makanan Mengandung Kolesterol

Di atas sudah dijelaskan bahwa kondisi polisitemia meningkatkan risiko pembekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Hindari konsumsi makanan yang mengandung tinggi kolesterol seperti goreng-gorengan, jeroan, kulit ayam, makanan bersantan, dan berminyak.

Sajian tersebut masuk ke dalam makanan tinggi kolesterol. Bila dikonsumsi, ini dapat menyebabkan penumpukan plak pada vena yang membuat darah kental jadi semakin parah kondisinya.

  1. Pola Diet Seimbang

Selain perlu menghindari kandungan di atas, makan dengan pola diet seimbang juga disarankan. Diet seimbang berarti memenuhi kebutuhan nutrisi anda sehari-hari dalam jumlah yang cukup. Karbohidrat, protein, lemak, serat, mineral dan vitamin perlu Anda cukupi dalam asupan makan sehari-hari

Misalnya, tetap makan makanan pokok seperti nasi, roti, atau pasta gandum. Sedangkan untuk lauknya, Anda bisa kombinasi dari daging dada ayam tanpa lemak dan juga sayuran yang diolah tanpa minyak.

Jangan lupa untuk tetap makan buah untuk menambah vitamin, gizi, dan juga mineral di dalam tubuh. buah disarankan setiap Anda makan untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut. Bagi yang mengalami darah kental, diet seimbang dengan menghindari makanan tinggi garam dan kolesterol sudah cukup untuk menjaga kesehatan Anda.

Pola diet seperti di atas umumnya dapat dilakukan oleh semua orang, bukan hanya pengidap darah kental. Nah, untuk mengetahui lebih lengkap tentang jenis diet apa yang cocok untuk Anda, yuk, konsultasi langsung dengan dokter lewat Live Chat di aplikasi KlikDokter.

(OVI/RPA)

1 Komentar