Sukses

Jenis-jenis Bipolar yang Perlu Anda Kenali

Gangguan mental bipolar terkadang sulit dikenali, bahkan tanpa disadari justru dialami oleh orang terdekat Anda. Berikut ini jenis-jenis bipolar yang perlu anda kenali.

Sejak para selebritas mulai terbuka bahwa dirinya mengidap gangguan mental bipolar, masyarakat jadi aware terhadap kasus ini. Namun, sudah tahukah kalau jenis-jenis bipolar itu beragam?

Gangguan bipolar adalah penyakit mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem dan sulit ditebak. Gejalanya bisa memengaruhi suasana hati yang sangat tinggi yang disebut mania, dan penderita juga dapat menjelma seketika menjadi sedih ataupun depresif.

Gangguan mental ini  juga dikenal sebagai gabungan penyakit depresi dan manik. Orang dengan gangguan bipolar mungkin mengalami kesulitan mengelola tugas sehari-harinya seperti di sekolah atau di tempat kerja; atau mempertahankan sebuah hubungan dengan individu lainnya.

Hingga saat ini memang tidak ada obat yang mampu menyembuhkan seseorang dari bipolar secara total. Namun, ada banyak opsi perawatan yang dapat membantu mengontrol gejalanya dengan psikiater andal.

Artikel Lainnya: Jangan Asal Sebut! Ini Perbedaan Moody dan Bipolar

1 dari 4 halaman

Gejala Gangguan Bipolar

Ada tiga episode gejala utama yang dapat terjadi pada penderita gangguan bipolar, yaitu mania, hipomania, dan depresi. Apa, sih, arti ketiga hal ini?

  • Mania

Saat mengalami mania, seseorang dengan gangguan bipolar mungkin merasakan emosi yang tinggi. Mereka bisa merasa bersemangat, impulsif, euforia, dan penuh energi.

Selama episode manik, mereka cenderung menghabiskan uang dengan cara belanja berlebihan, hubungan seks tanpa kondom, dan penggunaan obat terlarang.

  • Hipomania

Episode ini umumnya dikaitkan dengan gangguan bipolar II. Kondisinya mirip dengan mania, hanya saja tidak parah. Pada episode ipomania, penderita  mungkin saja tidak menimbulkan masalah di tempat kerja, sekolah, atau dalam hubungan sosial.

Namun, orang-orang dengan hipomania masih memperhatikan perubahan keadaan mood mereka.

  • Depresi

Ketika terjadi episode depresi, penderita mengalami kesedihan yang mendalam, keputusasaan, kehilangan energi; kurangnya minat pada kegiatan yang pernah mereka nikmati, periode tidur yang terlalu sedikit; atau terlalu banyak pikiran, hingga ingin bunuh diri.

Meskipun ini bukan kondisi yang langka, gangguan bipolar mungkin sulit didiagnosis karena gejalanya yang bervariasi.

2 dari 4 halaman

Klasifikasi Jenis Bipolar

Ada tiga jenis utama dari gangguan bipolar, yaitu bipolar I, bipolar II, dan cyclothymia. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis bipolar.

  • Bipolar I

Bipolar I didefinisikan oleh munculnya, setidaknya gejala satu episode manik. Penderita mungkin mengalami episode depresi hebat atau hipomanik sebelum dan sesudah episode mania. Jenis gangguan bipolar ini memengaruhi pria dan wanita secara setara.

  • Bipolar II

Orang dengan jenis gangguan bipolar tipe II ini mengalami satu episode depresi besar yang berlangsung setidaknya dua minggu.

Mereka juga memiliki setidaknya satu episode hipomanik yang berlangsung sekitar empat hari. Jenis gangguan bipolar ini dianggap lebih umum terjadi pada wanita.

  • Cyclothymic

Orang-orang dengan cyclothymia memiliki episode-episode hipomania dan depresi. Gejala-gejala ini lebih pendek dan lebih baik daripada mania dan depresi yang disebabkan oleh gangguan bipolar I atau bipolar II.

Kebanyakan orang dengan kondisi ini hanya mengalami gejala selama satu atau dua bulan,  tepatnya pada saat suasana hati mereka sedang stabil.

Artikel Lainnya: Akuratkah Melakukan Tes Bipolar di Internet?

3 dari 4 halaman

Penyebab dan Faktor Risiko

Gangguan bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang umum, namun masih belum jelas apa yang menyebabkan gangguan ini. Kemungkinan penyebab gangguan bipolar meliputi:

  • Genetika

Jika orang tua atau saudara kandung Anda memiliki riwayat gangguan bipolar, Anda lebih mungkin mengalami kondisi yang sama jika dibandingkan orang lain.

Namun, penting untuk diingat bahwa kebanyakan orang yang memiliki gangguan bipolar dalam riwayat keluarga mereka tidak menyadarinya.

  • Otak dan saraf

Struktur otak Anda dapat memengaruhi risiko kelainan mental. Kelainan pada struktur atau fungsi otak Anda dapat meningkatkan risiko terkena gangguan kesehatan mental secara umum.

  • Faktor Lingkungan

Bukan hanya pada tubuh yang dapat membuat Anda mengalami gangguan bipolar. Masing-masing faktor dan kombinasinya dapat memengaruhi tercetusnya penyakit dan berkontribusi terhadap perkembangan penyakit.

Faktor-faktor lain yang juga berkontribusi, meliputi berikut ini.

  1. Stres yang berlebihan.
  2. Pengalaman traumatis.
  3. Penyakit organik lain yang berhubungan dengan otak dan saraf.

Gangguan bipolar tergolong penyakit mental kronis, yang berarti penderita akan berjuang mengatasinya selama hidupnya. Namun, bukan berarti mereka tidak dapat menjalani hidup yang bahagia dan sehat.

Perawatan oleh psikiater secara berkala dan berkelanjutan, dapat membantu penderita mudah mengelola perubahan suasana hati dan mengatasi gejala yang ditimbulkan.

Kini, Anda sudah tahu kan mengenai jenis-jenis bipolar? Tapi walau sudah tahu, Anda dilarang keras untuk mendiagnosis diri sendiri ya. Sebaiknya konsultasi dengan dokter, Anda bisa pula langsung manfaatkan LIVE CHAT di KlikDokter yang sering membahas kesehatan mental.

[RPA/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar