Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Takut Ketemu Dokter? Bisa Jadi Anda Mengidap Iatrophobia

Takut Ketemu Dokter? Bisa Jadi Anda Mengidap Iatrophobia

Dokter menjadi sosok yang mengerikan bagi anak-anak dan juga beberapa dewasa. Orang yang fobia dengan dokter bisa disebut menjadi iatrophobia.

Bagi beberapa orang, dokter merupakan sosok yang paling berjasa bagi kesehatannya. Namun, untuk sebagian yang lain, dokter yang identik dengan stetoskop dan juga suntikan ini malah terlihat menyeramkan. Biasanya ada orang yang phobia atau takut akan dokter. Kondisi ini disebut iatrophobia.

Apa itu Iatrophobia?

Iatrophobia adalah phobia atau rasa takut yang berlebih terhadap dokter. Kondisi fobia ini terkadang disebut juga dengan white coat syndrome. Walaupun lebih banyak anak-anak yang mengalaminya, ternyata ada juga orang dewasa yang masih memiliki rasa takut terhadap dokter. Mengapa bisa terjadi?

Iatrophobia biasanya terjadi karena adanya kejadian-kejadian traumatis yang membekas di dalam ingatan seseorang.

Contohnya saja waktu kecil, mungkin Anda pernah mengingat ketika pertama kali akan diambil darahnya. Mungkin juga saat imunisasi, Anda harus dipegangi oleh beberapa orang karena anda meronta-ronta ketakutan untuk disuntik.

Belum lagi ditambah dengan dimarahi oleh dokter atau perawat yang akan melakukan tindakan medis tersebut. Seseorang yang pernah mengalami kejadian menyedihkan, seperti melihat kematian di rumah sakit, pada akhirnya juga bisa takut dokter.

Berbagai pengalaman tidak menyenangkan inilah yang menjadi awal dari timbulnya rasa takut yang berlebih. Apabila tidak diberikan pengertian saat beranjak dewasa, rasa takut ini bisa saja tetap ada. Bahkan, hingga usia lanjut sekali pun.

Artikel Lainnya: Thalassophobia, Fobia Laut yang Perlu Anda Tahu

Ini kondisi yang cukup serius. Ini karena orang dengan phobia dokter akan sulit melakukan pemeriksaan medis apabila punya gejala penyakit yang cukup berbahaya, misalnya kanker. Tak jarang, phobia dokter ini menghambat proses penyembuhan seseorang saat sedang sakit.

Gejala yang sering muncul pada penderita iatrophobia antara lain sebagai berikut ini.

  • Berlari, berteriak, atau bersembunyi. Khususnya terhadap anak-anak.
  • Kaki dan tangan menjadi gemetar.
  • Tegang. 
  • Mual.
  • Meningkatnya tekanan darah ketika di rumah sakit saja dan menurun kembali setelah sampai di rumah.
  • Rasa khawatir berlebihan terhadap setiap tindakan medis yang akan dijalankan.
  • Sering membatalkan perjanjian konsultasi dengan dokter secara tiba-tiba.

Mungkin terlihat lucu apabila kita melihat teman atau kerabat mengalami hal ini. Namun, bagi mereka, hal tersebut sangatlah tidak nyaman. Iatrophobia bisa terjadi karena berbagai faktor.

Sayangnya, dokter dan anggota medis lainnya tanpa sadar juga ikut berperan. Terkadang hal-hal seperti inilah yang luput dari perhatian dokter atau orang tua

Padahal, dengan menggunakan metode lain yang lebih bisa diterima anak-anak, seperti mengalihkan perhatian dengan bercanda atau pakai mainan, biasanya ampuh untuk mencegah rasa takut pada dokter.

Di sisi lain, orang tua juga ikut berperan dalam membuat ketakutan pada anak terhadap seorang dokter.

Artikel Lainnya: Apa Bedanya Fobia dengan Takut?

Contohnya, ketika sang anak sedang ikut menemani ayah atau ibunya berobat, lalu anak tersebut berisik. Hal yang sering kali dijumpai adalah orangtuanya akan menakuti anaknya seperti, “kamu jangan berisik, nanti disuntik loh sama dokter.” Inilah yang menjadi cikal bakal anak menjadi takut terhadap dokter.

1 dari 2 halaman

Lalu, Bagaimana Cara Mencegah dan Mengatasi Rasa Takut Dokter?

Untuk menghindari terjadinya fobia pada anak yang bisa menetap hingga dewasa, perlu kerjasama yang baik antara orang tua dengan dokter. Kedua belah pihak harus bersama-sama menemukan cara yang paling aman dan menyenangkan untuk dokter memeriksa anak.

Lewat pendekatan yang nyaman, diiming-imingi mainan saat di dokter, atau menjelaskan bahwa dokter tidak galak dan menyeramkan juga bisa dicoba. Tidak lupa juga untuk tidak menakuti anak dengan candaan “kalau nakal dibawa ke dokter” atau “kalau nakal nanti disuntik dokter”. Hindari hal-hal tersebut, ya.

Apabila sudah terlanjur mengalami fobia, ada baiknya diberikan pengertian dan mengikuti terapi untuk menghilangkan rasa takut berlebih tersebut. Terapi grup dan hipnoterapi merupakan jenis terapi yang sering digunakan untuk mengatasinya.

Sayangnya, orang yang phobia terhadap dokter biasanya akan sulit untuk diajak ke psikiater atau ke psikolog. Ini karena image dokter menyeramkan sudah tertanam di benak mereka.

Untungnya, sekarang sudah banyak layanan konsultasi melalui telepon atau tanya jawab secara online. Nah, apabila mengalami iatrophobia, Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter, tanpa tatap muka, lewat fitur Live Chat yang ada di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar