Sukses

Inilah Gejala Klinis Imunitas Kulit yang Terganggu

Kulit sering gatal atau nyeri? Awas, bisa jadi itu gejala akibat imunitas kulit yang terganggu. Kenali dan atasi sekarang juga!

Kulit adalah organ tubuh manusia yang paling besar. Tidak hanya memiliki fungsi estetika, kulit juga bertugas sebagai perisai yang melindungi organ bagian dalam dari racun, kuman, radiasi sinar ultraviolet dan lainnya. Hal ini dikenal dengan imunitas kulit.

Imunitas kulit adalah respons yang diberikan kulit manusia untuk mencegah penyakit, penyembuhan luka, dan pembentukan pembuluh darah baru. Selain itu, imunitas kulit juga berarti organ tubuh terbesar ini memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari paparan sesuatu yang bersifat bahaya, baik secara eksternal maupun internal.

Sel yang sangat berperan bagi imunitas kulit adalah langerhans. Sel ini terletak di lapisan epidermis atau bagian kulit paling luar.

Sel langerhans memiliki fungsi utama sebagai penghubung dan pertahanan kulit. Tidak hanya itu, sel langerhans juga bertindak sebagai ‘obat’ sehingga turut membantu dalam mengatasi kekeringan, peradangan atau goresan yang terjadi pada kulit.

Gangguan Imunitas Kulit

Imunitas kulit bisa mengalami gangguan. Oleh karena itu, tugasnya sebagai perisai yang melindungi tubuh dari penyakit bisa menurun. Sebagai akibatnya, seseorang akan mengalami autoimun kulit.

Autoimun kulit adalah kondisi di mana sistem imun tubuh menyerang dan membasmi sel maupun jaringan sehat yang sebenarnya tidak berbahaya. Pada kondisi autoimun, tubuh tidak mampu membedakan sel sehat dengan virus ataupun kuman.

Beberapa gejala klinis yang bisa menandakan bahwa imunitas kulit mengalami gangguan, antara lain:

  • Sering muncul ruam atau bercak kemerahan
  • Terasa gatal terus-menerus
  • Nyeri berkepanjangan
  • Muncul lesi atau luka tanpa sebab yang jelas
  • Kulit tampak melepuh meski tidak terpapar zat panas
  • Pigmen kulit semakin hilang dari waktu ke waktu
  • Sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari
  • Bentuk kuku mengalami perubahan

Apabila mengalami tanda dan gejala di atas, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dokter bisa melakukan pemeriksaan lengkap untuk mendeteksi tanda awal dari kemungkinan adanya penyakit jaringan ikat autoimun.

Setelah diperiksa, Anda biasanya akan diberikan obat yang bertujuan untuk menurunkan respons sistem kekebalan tubuh supaya tidak menyerang kulit atau selaput lendir.

Secara umum, obat yang diberikan meliputi kortikosteroid seperti prednisone, obat imunosupresif dan obat biologik seperti rituximab. Selain itu, untuk membantu mengobati dan mencegah infeksi lanjutan, Anda juga kemungkinan diberi obat golongan antibiotik, anti-virus dan anti-jamur.

Di samping konsumsi obat, dokter biasanya juga akan menyarankan Anda untuk melakukan hal berikut ini:

  • Untuk mencegah infeksi dan membantu kulit tetap nyaman, Anda wajib merawat luka lecet yang terdapat di kulit. Jaga kebersihannya seperti yang disarankan oleh dokter dan tenaga medis.
  • Sering-seringlah mencuci seprai, handuk, dan pakaian. Pastikan semua benda yang berkontak langsung dengan kulit dalam keadaan bersih.
  • Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan teknik yang benar.

Yuk, lebih peduli terhadap kondisi kulit yang ada di tubuh. Jaga selalu kebersihan dan kesehatannya, agar imunitas kulit senantiasa optimal. Apabila mengalami gejala atau gangguan yang berkaitan dengan kondisi kulit, jangan sungkan untuk memeriksakan diri ke dokter.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar