Sukses

Inilah Cara Imunitas Kulit Perangi Bakteri dan Kuman

Bakteri dan kuman ada di mana-mana. Tapi jangan khawatir. Kulit yang sehat memiliki sistem imunitas yang baik untuk memeranginya.

Jangan malas menjaga kebersihan kulit. Pasalnya, bagian terluar tubuh ini memiliki imunitas kulit yang melindungi Anda dari serangan bakteri dan kuman. Jika daya tahan tubuh ini melemah, Anda pun akan lebih mudah terserang kuman penyakit.

Imunitas Kulit, Apa Itu?

Kulit bukan hanya penghalang antara lingkungan eksternal dan internal, yang secara aktif melindungi tubuh dari cedera, paparan sinar UV, ancaman mikroba, serta racun di lingkungan.

Lebih dari itu, kulit manusia juga memiliki sistem imunitas kulit. Sistem inilah yang membantu tubuh menghalau zat asing, beracun, serta mikroba berbahaya yang akan masuk ke dalam tubuh.

Konsep imunitas kulit pada awalnya diperkenalkan oleh JW Streilein (1983). Menurut ilmuwan yang mengkaji kekebalan tubuh ini, sistem imun kulit ada pada dua struktur utama kulit, yakni epidermis dan dermis.

Pada epidermis, terdapat dua sel utama yang berperan, yakni keratinosit dan sel Langerhans. Studi menemukan bahwa keratinosit berperan dalam sistem kekebalan. Keratinosit bersama neurotrofil dan sel-sel epitel menciptakan sumber utama peptida antimikroba.

Apabila zat ini terganggu, studi menemukan peningkatan risiko penyakit kulit inflamasi dan rentan terinfeksi mikroba. Bahkan, tidak berfungsinya keratinosit dapat dihubungkan dengan penyakit autoimun dan kanker.

Adapun sel Langerhans memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai sel penghubung saat ada bahan berbahaya masuk ke dalam tubuh dan sistem pertahanan kulit. Kulit yang sangat kering, peradangan, dan goresan akan dapat disembuhkan oleh sel ini. Namun, seiring pertambahan usia, fungsi sel Langerhans pun menurun. 

Adapun, pada lapisan dermis, beberapa tipe sel juga berperan membantu imunitas kulit, di antaranya sel dendritik, makrofag, dan beberapa sel T.

Bakteri dan Kuman Menempel di Kulit

Aneka mikroba merugikan, seperti virus, bakteri, jamur, maupun parasit, sangat mungkin menempel di kulit Anda. Beberapa di antaranya yang sering ditemukan di kulit adalah Staphylococcusaureus dan Streptococcus beta-hemolitikus grup A.

Staphylococcusaureus bakteri patogen yang bisa menyebabkan penyakit infeksi kulit, seperti bisul, impetigo, dan selulitis. Sementara itu, Streptococcus grup A antara lain dapat menyebabkan infeksi telinga dan radang tenggorokan.

Dari famili virus, Herpes simplex adalah penyakit kulit yang kerap dijumpai. Lalu dari jamur, Tricophytonrubrum menjadi sebab tersering akan infeksi kulit dan kuku.

Pada umumnya, bakteri masuk akibat adanya luka pada kulit seperti gigitan serangga, dan menyebabkan berbagai penyakit. Misalnya impetigo (salah satu wujud ruam merah pada wajah anak yang dapat pecah dan menjadi kerak), folikulitis (folikel rambut yang meradang akibat infeksi bakteri atau jamur), dan bisul.

Imunitas Kulit Bekerja Melawan Bakteri dan Kuman

Sistem imunitas kulit yang sehat akan segera merespons apabila masuk benda asing, seperti bakteri dan virus, ke dalam tubuh. Sel-sel yang ada dalam kulit dan berperan dalam pertahanan tubuh pun langsung bekerja.

Berikut beberapa sel yang berperan penting dalam imunitas kulit dan mampu melawan infeksi:

  • Sebagai serdadu lini pertama pada lapisan teratas kulit yang akan mengenali benda asing dan memicu respons daya tahan tubuh awal.
  • Makrofag dan neutrofil. Bekerja untuk membedakan sel tubuh sendiri dan sel benda asing. Setelah sel benda asing dimakan oleh makrofag, neutrofil akan terpanggil untuk membunuh benda asing tersebut.
  • Sel dendritik. Berfungsi untuk mengaktivasi sel lain dan juga produk yang dibutuhkan untuk merespons terhadap infeksi virus.
  • Sel pembunuh alami. Turu membantu membunuh sel benda asing agar kematiannya terprogram secara alami.
  • Sel mast. Tugasnya adalah untuk melepaskan histamin yang berperan dalam reaksi alergi sehingga menyebabkan rasa gatal.
  • Bertugas membunuh sel benda asing dan membantu sel tubuh lainnya menguatkan daya tahan tubuh.
  • Sistem komplemen. Teraktivasi untuk memburu benda asing dan membunuhnya ketika terdapat suatu infeksi, dan memanggil neutrofil ke tempat yang terinfeksi.

Imunitas kulit akan bekerja dalam sistem yang terorganisasi untuk memerangi bakteri, kuman, serta zat asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh. Meski begitu, hal ini perlu didukung oleh kecukupan kebutuhan nutrisi yang sehat dan seimbang. Pastikan juga kulit Anda terjaga kebersihannya. Mandi setidaknya dua kali sehari dengan menggunakan sabun agar kulit Anda selalu sehat dan bersih.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar