Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Air Minum Kemasan sebagai Campuran Susu Formula Si Kecil, Bolehkah?

Air Minum Kemasan sebagai Campuran Susu Formula Si Kecil, Bolehkah?

Air minum kemasan sering dijadikan pilihan sebagai bahan campuran susu Si Kecil. Apakah tindakan ini sepenuhnya aman?

ASI adalah makanan terbaik untuk Si Kecil. Namun ada kalanya, karena satu dan lain hal, Si Kecil tidak bisa mendapat ASI sehingga Bunda terpaksa memberikan makanan pengganti ASI seperti susu pertumbuhan.

Tidak dimungkiri, susu pertumbuhan memang bisa dijadikan alternatif bagi orang tua yang terkendala memberikan ASI pada Si Kecil. Ini karena susu pertumbuhan pada umumnya dibuat dengan komposisi yang mirip dengan ASI.

Meski demikian, tetap saja, ada kekurangan dari susu pertumbuhan yang notabene dibuat dari bahan dasar susu sapi. Salah satunya adalah kandungan mineral yang lebih banyak daripada ASI.

Apabila susu pertumbuhan yang mengandung mineral tinggi disajikan dengan tambahan air minum kemasan yang juga mengandung mineral di dalamnya, bukan tidak mungkin kesehatan Si Kecil akan terancam.

Bagaimana dengan air rebusan? Sama, air jenis ini tidak dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan campuran susu. Pasalnya, air tanah yang direbus hingga matang memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi daripada air mineral dalam kemasan.

Jadi, apabila dijadikan campuran untuk melarutkan susu pertumbuhan, kandungan mineral di dalamnya akan melonjak tinggi dan bisa berbahaya bila masuk ke dalam tubuh Si Kecil.

Lantas, apa solusinya? Adakah cara yang bisa dilakukan agar tubuh Si Kecil yang mengonsumsi susu pertumbuhan tidak kemasukan mineral dalam jumlah tinggi? Ada! Dalam hal ini, Anda bisa memilih air khusus yang memiliki kandungan mineral sodium kurang dari 200 miligram per liter dan mineral sulfat kurang dari 200 miligram per liter.

Air dengan kandungan tersebut umumnya dikemas dalam bentuk botolan, yang ukurannya disesuaikan dengan takaran air untuk melarutkan susu. Air jenis ini dikemas secara steril dan memiliki kandungan mineral yang sangat rendah.

Bahkan, jenis air kemasan serupa juga ada yang telah melalui proses demineralisasi untuk menghilangkan mineral-mineral yang terkandung di dalamnya.

Perhatikan Ini!

Air―apapun jenisnya―tidak dianjurkan untuk diberikan pada Si Kecil, apalagi bila usianya belum genap 6 bulan. Faktanya, anak yang masih berusia 0–6 bulan belum perlu minum air dan memang tidak dianjurkan untuk minum air.

Anak pada rentang usia tersebut disarankan hanya mengonsumsi ASI eksklusif. Atau, jika Bunda terkendala memberikan ASI, maka susu pertumbuhan yang disajikan dengan air khusus bisa dijadikan sebagai alternatif.

Apabila Bunda memaksa untuk memberikan air pada Si Kecil, ia akan lebih mudah kenyang. Alhasil, ASI atau susu yang dikonsumsi akan berkurang jumlahnya karena kondisi lambung anak masih sangat kecil dan terbatas.

Akibatnya, Si Kecil tidak akan mendapat pasokan nutrisi yang memadai. ini membuat tumbuh kembangnya terancam mengalami gangguan. Pemberian air hanya diperlukan apabila Si Kecil harus mengonsumsi obat atau sesuai anjuran dokter.

Jadi, mulai saat ini, bagi Bunda yang terkendala memberikan ASI dan memutuskan untuk menjadikan susu pertumbuhan sebagai alternatif, pastikan cara penyajiannya tepat.

Hanya gunakan air minum kemasan yang tidak mengandung mineral sebagai bahan campuran susu atau bubur. Dengan ini, diharapkan kesehatan tubuh Si Kecil terus terjaga dan dirinya bisa memiliki tumbuh kembang yang optimal.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar