Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Luluran Saat Hamil, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Luluran Saat Hamil, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkapnya

Banyak wanita yang rutin luluran. Namun, apakah perawatan ini masih tetap aman dilakukan saat hamil? Ternyata, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Memanjakan diri itu wajib hukumnya, tak terkecuali saat sedang hamil. Salah satu perawatan rutin yang dilakukan wanita adalah luluran. Namun, karena berbagai perubahan pada tubuh, apakah luluran saat hamil aman dilakukan?

1 dari 3 halaman

Manfaat Luluran untuk Ibu Hamil

Kebanyakan ahli percaya bahwa lulur atau perawatan body scrub aman untuk ibu hamil. Dengan luluran secara rutin, misalnya seminggu sekali, ibu hamil bisa merasakan manfaat ini:

  • Mengangkat sel mati pada lapisan kulit. Penumpukan sel kulit mati bisa bikin kulit tampak kusam. Bila sel kulit mati disingkirkan, maka pembentukan sel kulit baru meningkat, sehingga kulit jadi lembut dan tampak glowing.
  • Mengangkat sel kulit mati juga dapat memperbaiki sirkulasi darah. Pelembap yang digunakan pun jadi lebih bisa menyerap, sehingga lebih efektif dalam menutrisi kulit.
  • Membuat kulit menjadi cerah. Saat hamil, kulit tubuh dapat menggelap. Luluran dapat membantu membuat kulit kembali cerah. Jenis lulur yang dapat digunakan adalah bengkuang.

Artikel lainnya: Luluran Setiap Hari, Ini Dampaknya pada Kulit

  • Salah satu keluhan yang sering dialami ibu hamil adalah kulit kering. Luluran secara teratur dapat melembapkan kulit. Bahan lulur yang direkomendasikan adalah minyak zaitun dan cocoa butter.
  • Membuat ibu hamil jadi relaks, mengurangi stres, percaya diri, dan meningkatkan suasana hati saat menghadapi perubahan selama kehamilan.
2 dari 3 halaman

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ibu Hamil Ingin Luluran

Untuk memastikan hanya manfaat yang didapat dari luluran saat hamil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Pastikan Keamanan Produk Lulur

Pertama-tama, lihat di kemasan apakah produk terdaftar oleh BPOM. Selanjutnya, pastikan produk tidak mengandung:

  • Retinoid: yaitu zat yang merupakan turunan dari vitamin A, yang umum terdapat dalam produk perawatan kulit. Penggunaannya bisa membahayakan janin, seperti hidrosefalus, cacat di area kepala dan wajah, kecacatan pada organ jantung, hingga kematian.
  • Hidrokuinon: yaitu zat yang sering dipakai di produk pemutih kulit. Pada ibu hamil, zat ini dapat menyebabkan kerusakan organ janin. Menurut penelitian, zat ini punya efek toksisitas yang bisa sebabkan kerusakan ginjal dan hati, keracunan, muntah darah, kejang, hingga koma.
  1. Waspadai Alergen

Pada ibu hamil yang memiliki riwayat alergi, perhatikan isi kandungan produk apakah ada bahan yang dapat memicu alergi.

  1. Prioritaskan Bahan Alami

Untuk ibu hamil, paling aman adalah bahan alami. Misalnya dengan mencampurkan dua sendok makan ampas kopi dan dua sendok teh minyak zaitun atau minyak kelapa.

Hindari penggunaan minyak esensial berbahan bunga adas, almon, basil, lada hitam, serai, pinus, camphor, lemon, atau cengkeh karena dapat membuat kulit yang sensitif mengalami iritasi. Bahkan, ada juga peringatan bahwa bahan-bahan tersebut bisa jadi racun bagi kulit.

Artikel lainnya: 6 Manfaat Sehat dari Olahraga saat Hamil

Selain itu, hindari juga lulur yang mengandung kamomil, jahe, melati, peppermint, rosemary, mawar, dan kemiri karena disebut-sebut dapat menstimulasi peredaran darah menstruasi. 

Hindari tekstur lulur yang kasar, karena kulit ibu hamil cenderung sensitif. Bila menggunakan scrub yang kasar, apalagi jika digosok keras-keras, kulit bisa luka.

  1. Jangan Menggosok Tubuh Keras-Keras

Perhatikan intensitas gerakan menggosok tubuh. Lakukan dengan perlahan. Hindari gerakan cepat yang terlalu menekan, karena itu dapat menimbulkan luka gores.

Bila luluran dilakukan di spa dan disertai pemijatan, hindari memijat dan menekan area perut.

  1. Perhatikan Bagian Tubuh Tertentu

Saat hamil, sebaiknya batasi area tubuh tertentu saat luluran. Bagian tangan, leher, dan kaki dianggap aman. Sebaiknya hindari mengaplikasikan lulur hingga ke seluruh tubuh, termasuk wajah dan punggung.

Anjuran tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan ibu dan janin dalam kandungan.

  1. Konsultasi dengan Dokter Terlebih Dulu

Sebelum luluran sendiri di rumah atau pergi ke spa, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter, khususnya bila ada kondisi kehamilan yang mengkhawatirkan.

Nantinya, dokter dapat menyarankan bahan-bahan yang aman, teknik luluran, dan apa saja pantangannya.

Perawatan tubuh seperti luluran saat hamil bisa mendatangkan kebaikan. Namun, untuk memastikan hanya manfaatnya saja yang dipetik, perhatikan hal-hal di atas, atau lebih baiknya lagi konsultasi dulu dengan dokter sebelum luluran atau melakukan perawatan apa pun agar kehamilan tetap terjaga.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar