Sukses

Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi Keringat Dingin!

Keringat dingin yang mengucur bikin panik! Padahal jika makin panik, keringat malah makin deras. Coba cara-cara di bawah ini untuk mengatasi keringat dingin.

Tak sedikit yang mengatakan, keringat dingin adalah tanda orang sakit. Ya, hal tersebut memang tak salah. Sebab, keringat dingin terjadi sebagai bentuk respons tubuh terhadap ancaman yang berasal dari luar. Di kondisi tertentu, keringat dingin juga bisa sangat mengganggu. Oleh karena itu, yuk ketahui cara mengatasi keringat dingin.

1 dari 4 halaman

Penyebab Keringat Dingin 

Tidak seperti keringat pada umumnya, keringat dingin biasanya hanya terjadi di area tertentu. Misalnya, telapak tangan, telapak kaki, dan punggung. Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, terdapat banyak faktor yang menyebabkan keringat dingin di tubuh. Diantaranya yaitu flu, gangguan lambung, demam berdarah, hingga infeksi virus lainnya. 

Rendahnya kadar gula darah (hipoglikemia) dan tekanan darah (hipotensi), serta tanda-tanda hendak kena serangan jantung juga berkaitan dengan keringat dingin, lho. Orang yang sedang stres berat atau cemas berlebih juga berisiko lebih tinggi mengalami keringat dingin.

Artikel lainnya: Mengapa Sakit Lambung Bisa Sebabkan Keringat Dingin?

Gejala Keringat Dingin

Gejala lain yang menyertai sangat bergantung pada kondisi penyakit pasien. Namun, secara umum, keringat dingin sering datang bersamaan dengan gejala-gejala seperti:

  • Detak jantung yang lebih keras dan kencang.
  • Napas yang lebih pendek.
  • Pusing.
  • Mulut kering.
2 dari 4 halaman

Bagaimana Mengatasi Keringat Dingin?

Untuk mengatasi keringat dingin, harus disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Misalnya saja, keringat dingin muncul saat Anda sedang terserang virus flu. Maka, langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika imunitas tubuh sudah membaik, gejala flu akan berkurang dan keringat dingin akan hilang dengan sendirinya. 

Begitu pula dengan penyakit lainnya. Penyakit tersebut harus mendapatkan pengobatan yang tuntas dulu, barulah keringat dingin bisa terkontrol. Tak perlu mengeluarkan respons berlebih saat keringat itu muncul. Sebab, panik dan stres hanya akan memperburuk keadaan. Keringat dingin akan semakin membanjiri tubuh. 

Apabila keringat dingin muncul setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, maka cobalah konsultasikan hal tersebut kepada dokter. Sebab, memang ada sejumlah obat yang bisa menyebabkan tubuh mengeluarkan keringat dingin. Contohnya, obat hormonal (levothyroxine), obat pereda nyeri (oxycodone, naproxen, celecoxib), dan antibiotik (ciprofloxacin). 

Jika Anda mengonsumsi obat tersebut, Anda wajib memberitahu petugas medis supaya dokter mengganti jenis obat atau mengubah dosis yang sebelumnya sudah diberikan. 

Artikel lainnya: Sudahkah Anda Melakukan 3 Hal Ini Pada Kulit?

3 dari 4 halaman

Perawatan bagi Pasien Keringat Dingin

Apabila setelah mendapatkan pemeriksaan medis Anda dinyatakan tidak memiliki gangguan penyakit tertentu namun keringat dingin masih terus muncul, maka akan dilakukan cara lain yaitu iontophoresis. Prosedur tersebut dilakukan dengan cara memberikan arus listrik rendah ke kulit pasien untuk menyumbat kelenjar keringat untuk sementara waktu. 

Suntik botoks juga bisa diberikan. Dengan penyuntikan botulinum toxin, itu akan menghambat saraf yang bekerja sebagai penghasil keringat. Sedangkan, untuk wanita menopause yang jumlah keringatnya berlebih, dokter biasanya akan meresepkan antiperspirant yang mengandung 10-15% aluminium klorida untuk menyumbat kelenjar keringat. 

Di sisi lain, bila sebelumnya Anda adalah pecandu kopi, cobalah untuk berhenti dulu dari kebiasaan tersebut. Pasalnya, kafein dalam kopi dapat meningkatkan produksi keringat dingin. Apalagi jika sedari awal Anda sudah punya masalah lambung. Pengaruh dari terlalu banyak ngopi dan masalah lambung sangat bisa membuat Anda mengalami keringat dingin!

Terakhir, cobalah untuk berolahraga. Biasanya, keringat dingin muncul saat Anda sedang tidak melakukan aktivitas yang berarti. Sedangkan keringat ‘normal’ akan muncul ketika Anda berolahraga. Pilihlah olahraga yang mampu membakar kalori dan menyehatkan tubuh sekaligus meningkatkan kondisi psikis, yaitu yoga. 

Yoga, dengan gerakan peregangan dan teknik pernapasannya, mampu membuat seseorang menjadi tenang. Sehingga, stres pada tubuh dan pikiran bisa berkurang. 

Itu dia cara mengatasi keringat dingin yang tepat. Bila masih sering terjadi, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter. Karena keringat dingin umumnya merupakan gejala dari sebuah gangguan kesehatan, pastikan Anda mendapatkan diagnosis penyakit dari dokter. Agar, penyakit yang dialami dapat diatasi dan keringat dingin tidak muncul kembali. 

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar