Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Anak dengan Penyakit Asma Lebih Berisiko Terkena Infeksi Paru?

Benarkah Anak dengan Penyakit Asma Lebih Berisiko Terkena Infeksi Paru?

Ada penelitian yang menemukan bahwa anak yang punya penyakit asma lebih rentan mengalami infeksi paru. Penasaran, bagaimana mekanismenya?

Asma dikenal sebagai penyakit jangka panjang pada saluran pernapasan, yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran napas. Akibatnya, timbul rasa sesak dan kesulitan bernapas

Kemunculan asma dipicu oleh beragam pencetus (alergen), seperti debu, tungau, serbuk sari, suhu dingin, infeksi saluran napas, aktivitas yang terlalu berat, emosi, dan lain-lain.

Alergen dapat mencetuskan reaksi peradangan di saluran napas dan paru-paru, yang dapat menyebabkan penyempitan pada saluran napas dan mengganggu aliran udara yang keluar. Akibatnya, terjadilah sesak napas dan kesulitan bernapas.

Asma bisa menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Bahkan kabarnya, prevalensi asma lambat laun makin meningkat pada anak-anak.

Selain itu, kabarnya asma pada anak berisiko menyebabkan infeksi paru. Benarkah demikian?

Artikel Lainnya: Asma Sering Muncul Bersama Nyeri Perut

1 dari 3 halaman

Penyebab Infeksi Paru pada Anak Asma

Hubungan antara penyakit asma dengan infeksi paru telah dikemukakan oleh sebuah studi. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa anak yang memiliki asma lebih rentan mengalami infeksi paru.

Penelitian yang melibatkan 123 studi tersebut mengungkapkan, anak yang memiliki asma 90 persen lebih rentan terkena infeksi paru dibandingkan anak-anak lain yang tidak memiliki penyakit tersebut. 

Infeksi paru yang dimaksud terutama yang disebabkan oleh infeksi bakteri pneumokokus.

Penelitian yang dikepalai oleh dr. Jose Castro-Rodriguez ini juga menyebut, risiko tetap tinggi meski anak-anak dengan asma tersebut sudah mendapatkan vaksinasi pneumokokus (PCV).

Tim peneliti menduga, terjadi penurunan sistem kekebalan tubuh pada lapisan saluran napas (terutama di daerah faring atau pangkal lidah) akibat paparan obat kortikosteroid semprot yang biasa dipakai untuk mengontrol gejala asma.

Untuk mengatasi risiko ini, American Academy of Pediatrics merekomendasikan anak usia 2 tahun ke atas yang memiliki asma mendapatkan dosis vaksinasi PCV 23 tambahan, selain dari 4 dosis PCV 13 yang telah diberikan saat bayi.

Meski ada rekomendasi tersebut, tetapi implementasinya memerlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah subjek yang lebih besar.

Artikel Lainnya: Pertolongan Tanpa Obat Saat Asma Kambuh Mendadak

2 dari 3 halaman

Cegah Infeksi Paru pada Anak Asma

Hal yang perlu dilakukan dalam mencegah infeksi paru pada anak asma adalah mengendalikan kekambuhan asma itu sendiri.

Seperti yang sudah diketahui bahwa asma memang tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dicegah kekambuhannya. Karenanya, orang tua harus mengetahui apa pencetus asma anak dan menghindarinya sebisa mungkin. 

Bersihkan lingkungan rumah secara rutin dan hindari penggunaan bahan pembersih yang rentan memicu iritasi pada anak. Jauhkan pula anak dari paparan polutan seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan lainnya.

Bila anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, upayakan untuk menurunkan berat badannya dengan membatasi makanan dan minuman yang tinggi kalori, gula, dan lemak.

Artikel Lainnya: Anak Menderita Asma, Masih Bolehkan Pelihara Hewan?

Selain itu, anak mesti aktif bergerak atau berolahraga agar tubuhnya tetap fit, termasuk melatih pernapasan dan paru-parunya.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menggunakan obat pengontrol yang sudah diberikan dokter dan rutin kontrol ke dokter agar kualitas hidup anak selalu terjaga. 

Mencegah asma kambuh menjadi salah satu cara menurunkan risiko terjadinya infeksi paru. Untuk itu, kenali pencetusnya dan dampingi anak dalam mengontrol penyakit asma yang dimilikinya.

Jika Anda masih punya pertanyaan seputar asma dan cara pengendaliannya atau terkait penyebab infeksi paru pada anak, gunakan fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter untuk konsultasi dengan dokter. 

[WA]

1 Komentar