Sukses

Keunggulan Air Bebas Mineral untuk Kesehatan Tubuh

Apa itu air bebas mineral? Apa bedanya dengan air mineral? Kenali lebih jauh di sini dan temukan keunggulannya.

Dalam dunia air minum, dikenal istilah air mineral dan air bebas mineral. Anda mungkin tahu banyak seputar air mineral. Namun, terkait air bebas mineral, mungkin belum banyak yang tahu, sebab jenis ini memang masih kurang populer. Lalu, seperti apa fakta seputar air bebas mineral, serta kekurangan dan keunggulannya?

Saat ini, masyarakat Indonesia memiliki beberapa pilihan air minum yang dapat dikonsumsi. Sumbernya dapat berasal dari air keran yang dididihkan, air minum dalam kemasan, air hidrogen, air alkali, infused water, dan air bebas mineral.

Dari keenam jenis air minum tersebut, hampir semua masih mengandung mineral utama kalsium dan magnesium. Namun sesuai dengan namanya, hanya air bebas mineral saja yang bisa dibilang tidak mengandung mineral apa pun.

Seputar Air Bebas Mineral

Air bebas mineral sendiri memiliki beberapa sebutan lain, yaitu air suling, air demineralisasi, atau air deionisasi. Sementara dalam bahasa Inggris, air ini disebut sebagai distilled water karena diperoleh melalui proses distilasi.

Distilasi merupakan proses pemurnian air dengan cara memisahkan air dari zat-zat kimia berbahaya, kuman, dan mineral. Hasil akhirnya adalah air dengan tingkat kemurnian tertinggi dan hampir steril karena tidak lagi mengandung kontaminan apa pun, termasuk mineral.

Oleh karena memiliki tingkat kemurnian yang tinggi tersebut, air bebas mineral kerap menjadi pilihan dalam industri otomotif, pabrik, laboratorium, dan fasilitas kesehatan.

Air bebas mineral biasanya digunakan sebagai cairan untuk pendingin mobil, eksperimen laboratorium, hingga perangkat medis seperti alat continuous positive airway pressure (CPAP) untuk penderita henti napas saat tidur (sleep apnea).

Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya air bebas mineral juga telah digunakan dalam kehidupan rumah tangga. Beberapa di antaranya adalah sebagai cairan dalam setrika uap, air dalam akuarium, serta untuk menyiram tanaman.

Belakangan ini, air bebas mineral pun mulai dikonsumsi sebagai air minum. Namun, jika dibandingkan dengan air keran atau air minum dalam kemasan (AMDK), rasa air bebas mineral sangat tawar dan seperti kurang ‘beraroma’.

Keunggulan dan Kekurangannya

Beberapa sumber mengeklaim bahwa konsumsi air bebas mineral dapat membantu proses detoksifikasi dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan.

Tapi di sisi lain, ada pula yang mengeklaim bahwa air bebas mineral dapat merugikan kesehatan karena cenderung menarik mineral lain yang bersentuhan atau ada di dekatnya. Dalam hal ini, air bebas mineral yang dikonsumsi disebut dapat menarik mineral dari dalam tubuh, khususnya dari dalam gigi.

Faktanya, klaim tersebut tidak ada satu pun yang benar. Tubuh manusia lebih memerlukan mineral organik dan itu dapat dipenuhi dari konsumsi buah, sayur, dan daging.

Adapun, mineral yang ada di dalam air sebagian besar merupakan mineral anorganik, seperti timbal, besi teroksidasi, merkuri, arsen, aluminium, dan bahan-bahan kimia lain hasil dari resapan tanah.

Bila unsur-unsur ini menumpuk di dalam tubuh, justru dapat mengganggu kesehatan. Selain itu, kerja ginjal pun menjadi lebih berat.

Di lain sisi, air bebas mineral justru dapat menjadi pilihan yang tepat untuk melarutkan makanan tanpa mengubah kemurnian nutrisi di dalamnya. Itu sebabnya, air bebas mineral cocok digunakan untuk melarutkan susu dan makanan Si Kecil.

Meskipun demikian, air juga mengandung mineral penting yang dibutuhkan tubuh, seperti kalsium dan magnesium.

Setelah melihat kekurangan dan keunggulannya, bisa disimpulkan bahwa konsumsi air bebas mineral tidak merugikan kesehatan. Air jenis ini juga dapat menjadi pilihan terbaik bila suplai air di wilayah Anda kurang bersih atau terkontaminasi kuman dan zat-zat yang berbahaya. Hanya saja, pastikan juga bahwa Anda telah mendapatkan cukup mineral dari diet yang bergizi seimbang.

[MS/RH]

1 Komentar