Sukses

4 Kebiasaan yang Bikin Gigi Berlubang pada Anak

Munculnya gigi berlubang pada anak dapat disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari, lho. Apa saja ya penyebabnya? Mari ketahui di sini.

Kesehatan gigi dan mulut pada anak sangatlah penting untuk diperhatikan. Sebab, berbagai masalah dapat saja muncul, salah satunya adalah gigi berlubang.

Kondisi gigi berlubang umumnya dapat dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Oleh karena itu, peran orang tua merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan gigi anak.

Setiap anak akan mengalami dua fase pertumbuhan gigi, yaitu gigi susu dan gigi permanen. Gigi susu biasanya akan lengkap saat mereka berusia tiga tahun, dan nantinya akan digantikan dengan gigi permanen yang dimulai pada usia enam tahun.

Meski pada akhirnya gigi susu tersebut akan berganti, namun harus tetap dijaga kesehatannya. Tentu Anda tidak mau melihat anak menangis kesakitan karena gigi berlubang, kan?

Artikel lainnya: Karies Gigi dan Gigi Berlubang, Apa Bedanya?

1 dari 2 halaman

Kebiasan yang Dapat Membuat Gigi Berlubang

Kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari memang dapat menyebabkan lubang pada gigi. Berikut beberapa contoh yang perlu orang tua sadari:

  1. Mengonsumsi Makanan Manis

Terlalu banyak makan makanan yang mengandung gula tinggi dapat membahayakan kesehatan tubuh, termasuk mulut. Sisa gula yang melekat pada gigi nantinya akan diubah oleh plak menjadi asam.

Permukaan gigi yang terkena asam tersebut lama kelamaan akan larut dan membuat gigi menjadi berlubang. Hal ini dapat diperparah bila anak tidak rajin menggosok gigi. Selain itu, biasakan pula agar anak berkumur setelah makan makanan manis.

  1. Minum Susu saat Tidur

Kebiasaan mengonsumsi susu atau minuman rasa lainnya saat tidur, apalagi menggunakan botol dot, sebaiknya dihindari. Ketika anak menggunakannya terutama saat tidur, mulut akan tertutup dan menyebabkan gigi geligi terendam susu.

Padahal, saat anak tidur, aliran saliva (air liur) akan berkurang dan menyebabkan pH di dalam mulut menjadi asam. Susu yang mengandung gula akan mempercepat terbentuknya karies pada gigi.

Jika gigi dibiarkan tidak dirawat, maka lubang akan terus berkembang. Kebiasaan ini menyebabkan karies pada gigi yang disebut dengan nursing bottle caries.

Artikel lainnya: Gigi Berlubang, Ditambal atau Dicabut?

  1. Malas Menggosok Gigi

American Dental Association (ADA) menganjurkan untuk menyikat gigi secara rutin dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam sebelum tidur. Menurut penelitian, menggosok gigi di malam hari sebelum tidur lebih efektif daripada di pagi hari.

Namun, rutinitas menggosok gigi sebelum tidur masih sangat jarang dilakukan anak-anak. Padahal, kalau hal ini diabaikan begitu saja, kuman dan bakteri dapat berkembang lebih cepat dan membuat gigi menjadi mudah berlubang.

  1. Tidak Rutin Memeriksa Gigi ke Dokter Gigi

Banyak orang yang kurang menganggap serius mengenai pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin. Padahal, teratur melakukan perawatan ke dokter gigi sangat penting agar dapat mencegah berkembangnya masalah pada gigi dan mulut.

Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin, adanya gejala-gejala seperti gigi berlubang dapat dideteksi secara dini dan diatasi dengan tepat. ADA juga merekomendasikan bagi anak maupun orang dewasa untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Gejala-gejala seperti adanya tanda kecokelatan pada gigi, timbulnya rasa nyeri dan bengkak, hingga keluarnya darah menandakan adanya kerusakan pada gigi. Segera berkonsultasi dengan dokter gigi agar masalah dapat diatasi dengan tepat dan tidak bertambah parah.

Cara yang tepat untuk mencegah gigi berlubang pada anak adalah dengan membentuk kebiasaan yang baik sejak usia dini. Sebagai orang tua, pastikan kebiasaan menyikat gigi menjadi rutinitas sehari-hari yang tak boleh ditinggalkan.

Itulah beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan gigi berlubang bila tidak hati-hati dan terus dilakukan. Bila terdapat keluhan atau ingin konsultasi dengan mudah, Anda bisa gunakan layanan Tanya Dokter di aplikasi KlikDokter!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar