Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 3 Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Konsumsi Steroid secara Bebas

3 Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Konsumsi Steroid secara Bebas

Obat golongan steroid banyak diandalkan untuk membentuk otot. Padahal, konsumsi tanpa pengawasan dokter memunculkan efek samping berbahaya.

Steroid adalah hormon yang berasal dari turunan lemak. Pada dasarnya, tubuh manusia memproduksi steroid secara alami untuk membantu jalannya metabolisme tubuh. Salah satu hormon steroid tersebut adalah kortikosteroid.

Kortikosteroid adalah hormon steroid yang dihasilkan dan disekresikan oleh kelenjar korteks adrenal. Secara garis besar, hormon ini terbagi menjadi tiga: glukokortikoid (paling banyak dihasilkan tubuh), mineralokortikoid, dan androgen.

Saat ini banyak obat yang dikembangkan agar farmakologi dan strukturnya semirip mungkin dengan golongan glukokortikoid.

Obat-obatan yang mengandung steroid seperti hidrokortison dan prednisone sangat bermanfaat, terutama saat keadaan genting dan mengancam nyawa seperti syok anafilaktik.

Meski begitu, penggunaan obat ini harus sesuai dengan indikasi dan dosis yang tepat. Bila tidak, akan terjadi efek samping.

Artikel lainnya: Inilah Efek Samping Jika Menggunakan Steroid Sembarangan

1 dari 3 halaman

Indikasi Penggunaan Steroid

Beberapa kondisi yang menjadi indikasi penggunaan obat-obatan steroid di antaranya adalah:

  • Sebagai terapi hormon seperti pada penyakit Addison dan hiperplasia adrenal kongenital.
  • Gejala sistemik akut pada serangan alergi dan syok anafilaktik, asma, eksaserbasi (perburukan gejala) akut pada penyakit autoimun.
  • Sebagai pematang paru janin apabila terjadi kelahiran prematur.
  • Sebagai agen profilaksis (pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit) saat transplantasi organ, untuk mencegah reaksi penolakan berlebihan pada tubuh penerima donor.
2 dari 3 halaman

Bahaya Steroid Bila Konsumsinya Tidak Sesuai Indikasi

Inilah berbagai alasan kenapa konsumsi steroid yang tidak sesuai dengan indikasi dokter bisa berbahaya.

  1. Obat Steroid Termasuk Golongan Obat Keras

Steroid adalah obat yang mengandung hormon. Oleh sebab itu, obat jenis ini masuk dalam obat keras yang ditandai dengan adanya lingkaran merah bergaris tepi hitam, dengan tulisan “K” di dalamnya.

Obat golongan ini harus didapat dengan resep, yang mana konsumsinya harus dipantau oleh dokter.

  1. Menekan Sistem Imun Tubuh

Steroid adalah jenis obat yang dapat menekan sistem kekebalan tubuh (bersifat imunosupresan).

Memang, pada kondisi penyakit autoimun, obat-obatan imunosupresan sangat diperlukan. Namun, bila tidak memiliki penyakit autoimun, penggunaan steroid harus dipertimbangkan.

Pasalnya, bila dikonsumsi oleh orang yang sehat, maka sistem imun orang tersebut akan menurun, dan memudahkan infeksi virus, bakteri, maupun jamur.

Artikel lainnya: Awas, Jamu yang Mengandung Steroid Sebabkan Katarak!

  1. Banyak Efek Samping yang Bisa Muncul

Efek samping steroid yang dikonsumsi sembarangan—dosis tinggi dan dalam jangka waktu—meliputi:

  • Perubahan pada Kulit

Obat steroid topikal (oles) secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama bisa mengakibatkan penipisan pada kulit, membuatnya mudah merah dan perih bila terpapar sinar matahari, memicu jerawat berlebihan, serta stretch mark atau selulit.

  • Naiknya Berat Badan

Penggunaan steroid dosis tinggi bisa mengakibatkan berat badan naik, yang bisa disertai gejala sindrom Cushing, seperti wajah terlihat seperti bulan (moon face) dan penumpukan lemak pada bahu seperti punuk kerbau (buffalo hump).

  • Masalah pada Saluran Pencernaan

Risiko terbentuknya ulser (luka pada kulit atau membran mukosa yang ditandai dengan terbentuknya nanah, matinya jaringan, dan reaksi peradangan) pada lambung dan perdarahan saluran cerna meningkat bila steroid dikonsumsi tanpa indikasi yang jelas.

  • Meningkatkan Risiko Osteoporosis

Steroid dapat menekan aktivitas pembentukan sel-sel tulang baru di sumsum tulang belakang, sekaligus memperpendek usianya. Akibatnya, risiko osteoporosis akan meningkat dibanding orang-orang yang tidak mengonsumsinya.

  • Glaukoma

Penggunaan steroid dalam bentuk tetes mata dalam jangka waktu yang lama juga dapat meningkatkan risiko glaukoma. Oleh sebab itu, penting sekali untuk menggunakan obat sesuai dengan anjuran dokter.

Steroid adalah salah satu obat keras yang beredar di masyarakat, tapi sayangnya mudah didapat tanpa resep dokter. Karenanya, pertimbangkan ancaman efek sampingnya karena penggunaan steroid yang tidak bertanggung jawab bisa berbahaya. Karenanya, libatkan dokter sebelum mengonsumsinya.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar