Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tips Menghindari Cemburu Berlebihan dengan Mantan Pacar Pasangan

Tips Menghindari Cemburu Berlebihan dengan Mantan Pacar Pasangan

Cemburu memang bumbu, tapi kalau sampai jadi curiga terus, apa normal? Daripada bertengkar, ini cara agar tidak cemburu berlebihan dengan masa lalu pasangan.

Baik Anda maupun pasangan, tentunya sama-sama memiliki masa lalu. Masa lalu seperti mantan kekasih atau mantan gebetan, kadang memang bisa bikin hati jadi cemburu berlebih.

Namun sayang, meski si dia sudah jadi milik Anda, bayang-bayang masa lalunya tetap berhasil bikin Anda “panas”! Lantas, bagaimana caranya agar tidak cemburu berlebihan dengan masa lalu pasangan?

Cara Menghindari Cemburu Berlebih dengan Masa Lalu Pasangan

Cemburu memang menguras hati, apalagi kalau soal mantan. Namun Anda tetap tidak bisa membiarkan rasa cemburu ini menguasai pikiran dan perasaan Anda. Orang yang didera cemburu terus menerus dapat mengalami gangguan kesehatan mental seperti, paranoid, skizofrenia, dan juga kecemasan.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda ikuti guna mengatasi rasa cemburu berlebih.

1. Stop Mencari Tahu Berlebih Tentang Masa Lalu Pasangan

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, psikolog dari KlikDokter, salah satu cara agar tidak cemburu dengan masa lalu pasangan adalah berhenti untuk kepo lebih dalam. Ingat, pasangan Anda punya hak untuk tidak membahas dan mengingatnya lagi, jadi hargai pula privasinya.

Di sini, pasangan Anda sudah cukup jujur untuk menceritakan bagian masa lalunya kepada Anda. Hal ini merupakan awal yang baik, karena tidak semua orang mau bercerita, lho. Oleh sebab itu, cobalah untuk percaya.

Anda juga disarankan untuk tidak menyindir atau mempertanyakan hal-hal yang berbau masa lalu. Apabila masih tetap cemburu dan terus menanyakan langsung tentang masa lalu pasangan, coba posisikan Anda sebagai dirinya. Tidak nyaman, kan, bila terus diungkit terus menerus?

Artikel Lainnya: Sering Stalking Mantan Bisa Akibatkan Gangguan Kejiwaan?

2. Tetap Jaga Harga Diri dan Tentukan Batasan

Sementara itu, cemburu berlebih juga dapat menyebabkan pertengkaran. Biasanya, hal ini suka terjadi di awal-awal pacaran.  Ada masanya menjaga gengsi itu penting jika berhadapan dengan masa lalu pasangan.

“Mantan biasanya sering dianggap sebagai orang ketiga. Jika kebetulan si mantan itu secara fisik atau secara finansial memang lebih baik, dan Anda terus-terusan membahasnya, hal itu justru menunjukkan bahwa Anda minder!” jelas Ikhsan.

Anda tetap diperbolehkan cemburu, tapi jangan sampai terlalu terlihat. Pantau secara halus (terutama jika mereka masih berhubungan baik) dan komunikasikan apa yang membuat diri jadi tak nyaman. Ingat, komunikasikan baik-baik, ya, bukan sambil ngedumel.

Ngedumel hanya membuat diri Anda terlihat insecure dan kalah dengan si masa lalu. Untuk itu, Anda dan pasangan perlu berkomunikasi dengan baik. Di mana nantinya akan menemukan kesepakatan serta batasan-batasan tertentu yang membuat kedua belah pihak nyaman.

Misalnya, boleh tetap berteman di media sosial dengan mantan. Namun, kalau ada kasus mau ketemuan secara langsung, lebih baik bawa pasangan masing-masing atau dengan teman.

3. Jangan Pernah Membanding-bandingkan

 

Agar cemburu tidak sampai bikin lupa diri, sebaiknya dilarang saling membanding-bandingkan. Ini karena setiap orang punya kelemahan dan kelebihan masing-masing.

Apabila pasangan tidak pernah membandingkan, Anda yang insecure sendiri, ini justru membuat pasangan jadi bingung nantinya. Bahkan rasa insecure tanpa sebab sering memicu pertengkaran antar pasangan.

Akan tetapi, beda halnya bila kasusnya si dia masih suka membanding-bandingkan. Bohong rasanya bila tak muncul rasa jealous, kan?

Nah, agar hubungan adem ayem terhindar dari konflik, kuncinya semua hal harus dikomunikasikan. Katakan saja hal apa yang membuat Anda tidak nyaman, hal mana saja yang membuat tidak suka atau merasa cemburu.

Artikel Lainnya: Perlukah Kembali Berteman dengan Mantan?

Apabila sudah dibicarakan tetapi batasan-batasan tetap dilanggar, maka, di sini bukan Anda yang bermasalah, melainkan si dia.

4. Fokus Pada Keunggulan Diri Anda

Ketika suatu saat perasaan cemburu muncul kembali, meski tak ada pemicu khusus, cobalah untuk menenangkan diri. Anda bisa melakukan trik relaksasi sederhana dengan menarik napas dalam-dalam dan alihkan dengan kegiatan yang lain.

Hindari mendengarkan lagu atau konten bacaan yang bisa jadi “kompor” dalam hubungan, misalnya yang berbau soal mantan atau lagu soal perselingkuhan.

Selain itu, Ikhsan berpesan, untuk menekankan pada diri sendiri bahwa Anda juga berharga. Pasalnya, tentu ada alasan yang kuat mengapa si dia memilih Anda sebagai pendampingnya sekarang.

Percaya diri merupakan salah satu cara penting agar Anda tidak gampang cemburuan.

“Putusnya suatu hubungan tentu ada penyebabnya. Siapa tahu memang mantannya bukan yang terbaik. Kalau mantannya lebih baik, tentu mereka masih bersama, bukan?” kata Ikhsan.

5. Berteman dengan Mantannya dan Sahabat-sahabatnya

Rasa cemburu juga muncul karena asumsi. Daripada terus negatif thinking, coba jangan tolak tawaran bila si dia mengajak Anda untuk masuk ke dunianya. Ketika sudah mengenal lebih dekat dunianya, biasanya rasa cemburu berlebih akan memudar.

Bila perlu, bertemanlah dengan teman-teman atau mantan pacarnya. Sebagai informasi tambahan, berteman dengan mantannya pacar kita itu ada untungnya, lho. Kita jadi tahu beberapa hal yang tidak diberitahu oleh si pasangan, sehingga kita sudah menyiapkan diri dari jauh-jauh sebelumnya.

Begitu pula berteman dengan sahabat-sahabatnya. Anda jadi mengetahui sisi lain dari orang yang sedang dicintai, plus tambah koneksi!

Itu dia cara agar tidak cemburu berlebihan dengan masa lalu pasangan. Pastikan cemburu hanya sekadar bumbu asmara saja, bukan menjadi api yang membumihanguskan hubungan kalian berdua. Tumbuhkan rasa percaya dan perbaiki cara berkomunikasi, karena itu kunci utama jika ingin hubungan yang awet.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar