Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Jenazah Lina Mantan Istri Sule Diautopsi, Begini Prosesnya

Jenazah Lina Mantan Istri Sule Diautopsi, Begini Prosesnya

Jenazah mantan istri pelawak Sule diautopsi untuk menemukan penyebab kematiannya yang janggal. Mari cari tahu cara kerja autopsi di sini

Berita kepergian istri Sule masih mengejutkan beberapa pihak. Namun, kini diketahui bahwa Rizky Febian, putra sulung Sule dan Lina, mengajukan autopsi kepada kepolisian.

Autopsi diajukan Rizky untuk memeriksa kematian Ibunya yang menyisakan banyak pertanyaan, terlebih setelah ia mengaku melihat lebam di leher jenazah ibunya.

Kamis (9/1) kemarin, polisi akhirnya membuka makam Lina Jubaedah di jalan Sekelimus Utara 1, Kelurahan Batununggal, Kota Bandung. Hasil autopsi masih harus menunggu hasil forensik di laboratorium. 

Selain itu, pihak Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih yang diwakili dr. Robert Tanjung menyebut masih ada pemeriksaan toksikologi untuk mencari apakah ada racun di tubuh Lina.

1 dari 3 halaman

Apa Itu Autopsi?

Autopsi adalah pemeriksaan mayat untuk menentukan penyebab kematian, efek, atau tanda-tanda penyakit. Di sisi lain, autopsi dalam beberapa kasus digunakan untuk mengidentifikasi orang yang meninggal. Autopsi hanya dilakukan oleh dokter ahli forensik.

Jenis autopsi yang paling akrab kalau dilihat dari film-film adalah untuk menyelesaikan kekerasan, kecurigaan atau kematian mendadak. Namun, otopsi juga dilakukan untuk penelitian penyakit dan pelatihan medis.

Sebelum melakukan otopsi, dokter akan mengumpulkan semua informasi yang mereka dapat tentang subjek dan peristiwa yang mengarah pada kematiannya dan berkonsultasi dengan riwayat medis jenazah semasa hidup.

Dokter dan anggota kepolisian juga dapat memeriksa lokasi dan keadaan kematian. Autopsi dilakukan untuk memeriksa penyebab kematian harus dilakukan secepat mungkin, maksimal tiga hari setelah kematian.

Artikel Lainnya: Karena Lebam, Jenazah Mantan Istri Sule Diautopsi, Wajarkah?

2 dari 3 halaman

Tahapan Proses Autopsi

Hal yang dilakukan pertama kali saat autopsi adalah adalah pemeriksaan eksternal. Autopsi dimulai dengan pemeriksaan tubuh secara cermat. Pemeriksaan ini dapat membantu membangun identitas, menemukan bukti, atau menyarankan kesimpulan penyebab kematian.

Ahli forensik biasanya akan menimbang dan mengukur tubuh, mencatat pakaian jenazah, dan barang-barang berharga yang dikenakan. Selain itu, karakteristik seperti warna mata, warna rambut dan panjang, etnis, jenis kelamin dan usia juga akan dimasukkan ke dalam catatan autopsi.

Setelah itu, dokter ahli forensik akan memeriksa kondisi tubuh dengan mencari residu bubuk mesiu, cat, serpihan, atau endapan lainnya. Dokter juga akan mengidentifikasi tanda-tanda seperti bekas luka atau tato, atau cedera.

Pada beberapa kasus, sinar-X (X-ray) kadang digunakan untuk mengungkapkan kelainan tulang dan lokasi seperti adanya peluru atau benda lain di dalam tubuh.  Sinar ultraviolet juga dapat membantu mendeteksi residu tertentu yang ada di dalam tubuh manusia.  Ahli juga dapat mengambil sampel rambut dan kuku saat ini.

Sepanjang autopsi, ahli forensik akan mencatat semuanya pada diagram tubuh dan dalam catatan verbal yang direkam. Semua dilakukan secara detail. Kemudian, dilakukan juga bedah internal.

Artikel Lainnya: Mengapa Penyebab Kematian Perlu Diketahui?

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, pada pemeriksaan dalam akan dilakukan bedah mayat untuk melihat organ-organ dalam. Pada proses ini, umumnya akan diambil sampel dari berbagai organ dan cairan tubuh untuk diperiksa.

"Tanpa melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, seorang dokter ahli forensik tidak dapat menentukan penyebab kematian. Pemeriksaan secara menyeluruh dilakukan dengan pemeriksaan luar maupun dalam," katanya

Dalam pembedahan internal, dokter biasanya akan melakukan sayatan berbentuk huruf Y atau U. Sayatan ini dimulai dari kedua sisi bahu hingga ke daerah tulang pinggul. Hal ini dilakukan demi bisa mencapai semua organ dalam tubuh.

Kulit dan jaringan juga akan dipisahkan, sehingga tulang rusuk, bagian abdomen mayat dan bagian tengah terlihat sangat jelas.

Langkah selanjutnya adalah memeriksa organ-organ in situ (di tempat), artinya dokter forensik harus mengeluarkan tulang rusuk dari tubuh jenazah. Dokter ahli juga dapat memotong sisi rongga dada, meninggalkan tulang rusuk yang menempel pada tulang dada, dan menghapus seluruh tulang rusuk frontal.

Sedangkan pada pemeriksaan perut, hal ini harus dilakukan dengan ahli patologi untuk mengeluarkan usus. Caranya dilakukan dengan memotong sepanjang jaringan lampiran dengan gunting atau pisau bedah.

Jika diperlukan otopsi otak, ahli patologi akan memotong bagian kepala, dari tonjolan tulang di belakang satu telinga ke benjolan di belakang telinga lainnya. Mereka kemudian akan membuka tempurung kepala menggunakan gergaji khusus yang memotong tulang tetapi meninggalkan jaringan lunak tanpa cedera.

Pemeriksaan Setelah Semua Organ Diangkat

Mungkin Anda membacanya agak sedikit ngilu karena organ tubuh harus diambil. Kemudian, pasti bertanya-tanya ke mana organ tubuh itu semua pasca pemeriksaan?

Ternyata, setelah diautopsi semua organ akan dikembalikan ke dalam tubuh jenazah. Tubuh mayat pun akan dijahit kembali. Lokasi pembedahan dan jahitan akan dilakukan pada area yang tertutup pakaian, sehingga tidak akan tampak saat nantinya korban disemayamkan.

Laporan usai autopsi akan keluar beberapa hari atau beberapa minggu setelahnya. Jika sudah selesai, barulah penyebab kematian bisa terungkap.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar