Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • 5 Cara Penanganan Patah Tulang pada Korban Kecelakaan Motor

5 Cara Penanganan Patah Tulang pada Korban Kecelakaan Motor

Patah tulang adalah cedera yang paling sering terjadi akibat kecelakaan kendaraan bermotor. Agar tak makin parah, ini cara penanganan patah tulang yang benar.

Lebih dari sekadar pengetahuan, mengetahui cara penanganan patah tulang kelak bisa berguna di kemudian hari, misalnya saat terjadi kecelakaan. Dengan memahami langkah-langkah pertolongan pertama patah tulang, Anda bisa memberi bantuan darurat bila diri Anda atau orang di sekitar mengalami cedera itu.

Menurut data dari Korlantas Polri, jumlah korban kecelakaan mencapai 28.238 orang pada periode 31 Desember 2018 sampai 31 Maret 2019. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (1 Januari 2018 hingga 1 April 2019), yakni 25.347 orang.

Sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan bermotor yang paling banyak berkontribusi dalam kecelakaan lalu lintas.

Bila Anda adalah seorang pengendara sepeda motor atau mobil, sering menggunakan ojek, atau berada di lingkungan yang dipenuhi dengan kendaraan bermotor, Anda mesti membekali diri tentang penanganan cedera trauma akibat kecelakaan kendaraan bermotor, yang salah satunya adalah patah tulang.

Artikel lainnya: Patah Tulang Jangan Dipijat! Ini Bahayanya

Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan

Hal pertama yang harus Anda lakukan bila melihat korban kecelakaan lalu lintas adalah:

  • Pastikan lingkungan sekitar korban sudah aman, sehingga Anda bisa segera melakukan pertolongan.
  • Singkirkan benda-benda tajam, tumpul, atau benda lain yang berpotensi menimbulkan cedera lainnya.
  • Bila korban terjepit di antara motor, mobil, atau benda lainnya, bantu korban untuk melepaskan diri terlebih dulu.
  • Bila korban masih menggunakan helm, segera lepaskan untuk memudahkannya bernapas. Lakukan secara hati-hati karena mungkin ada cedera di kepala atau tulang lehernya.
  • Bila lokasi kecelakaan masih dipenuhi kendaraan yang lalu-lalang, bantu hentikan kendaraan di sekitar lokasi agar tidak mengganggu proses evakuasi.
  • Bila kecelakaan cukup parah, hubungi 118 atau 119 untuk layanan ambulans, atau 110 untuk menghubungi polisi.
1 dari 3 halaman

Cek Kondisi Korban

Bila korban kecelakaan masih bernapas, tetapi dalam keadaan tak sadarkan diri, segera lakukan imobilisasi (membatasi gerakan) untuk mencegah korban bergerak terlalu banyak. Selanjutnya, tempatkan korban pada posisi pemulihan.

Pertolongan pertama posisi pemulihan berfungsi untuk menjaga jalan napas korban yang tidak sadar tetap dalam keadaan terbuka. Langkah-langkahnya adalah:

  • Letakkan salah satu lengan korban yang dekat dengan penolong lurus memanjang.
  • Letakkan tangan satunya yang jauh dari penolong, dengan punggung tangan menempel pada pipi sisi yang berlawanan.
  • Tekuk lutut korban yang jauh dari penolong (sisi yang sama dengan lengan yang menempel dengan pipi).
  • Balikkan korban ke arah penolong, dengan cara menarik lutut yang telah tertekuk tersebut menempel pada tanah. Satu kaki lainnya dalam keadaan lurus.
  • Sesuaikan posisi lengan dan kaki agar korban dalam posisi stabil.
  • Lakukan observasi ketat agar korban tidak mengalami gangguan pernapasan hingga pertolongan medis datang.

Sebelum melakukan langkah-langkah di atas, pastikan korban tidak mengalami cedera leher, cedera tulang punggung, atau cedera lainnya.

Sebaliknya, bila korban tidak bernapas dan tidak sadarkan diri, jangan menunggu untuk menghubungi layanan ambulans dan lakukan resusitasi jantung paru (CPR). Lakukan pompa rongga dada saja apabila Anda belum pernah mendapatkan pelatihan mengenai teknik tersebut.

Artikel lainnya: Urut Patah Tulang, Efektifkah?

2 dari 3 halaman

Penanganan Korban Patah Tulang yang Tepat

Apabila Anda curiga korban kecelakaan mengalami patah tulang, berikut ini adalah tahapan pertolongan pertama yang bisa Anda berikan.

  1. Hentikan Perdarahan

Jika terjadi perdarahan, segera hentikan dengan cara elevasi, yaitu mengangkat area tubuh yang mengalami perdarahan. Selanjutnya, berikan penekanan para area yang mengalami luka terbuka dan perdarahan aktif dengan kain kasa steril atau kain bersih.

  1. Imobilisasi Area yang Mengalami Cedera

Imobilisasi adalah upaya untuk membatasi gerakan korban. Bila mencurigai korban kecelakaan mengalami patah tulang di area leher atau tulang belakang, pastikan korban benar-benar diam dan tidak bergerak sedikit pun. Sebisa mungkin, jangan mengubah posisi korban dari posisi ia pertama ditemukan.

Namun, bila korban dicurigai mengalami patah tulang kaki, tangan, atau anggota gerak lainnya, maka pastikan anggota gerak tersebut dibalut dan batasi gerakannya.

Teknik imobilisasi bisa menggunakan kayu, ranting, besi, atau apa pun asalkan dapat menjaga struktur tulang tidak berubah.

  1. Kompres Dingin Area yang Mengalami Cedera

Lakukan kompres dingin dengan es ke area yang mengalami cedera, kurang lebih selama 10 menit. Selain dapat mengurangi perdarahan, kompres dingin juga bisa mengurangi nyeri akibat perdarahan hebat.

  1. Tenangkan Korban

Tenangkan korban agar ia bisa beristirahat sambil menunggu pertolongan medis sampai di lokasi. Tempatkan korban pada posisi yang aman dan nyaman, dan berikan selimut atau jaket yang membuat korban tetap hangat.

  1. Hubungi Tenaga Medis yang Kompeten

Korban kecelakaan, apalagi yang mengalami patah tulang, terjadi perdarahan hebat, atau cedera serius lainnya harus mendapatkan pertolongan medis oleh tim yang kompeten.

Bantu korban untuk bisa mendapatkan perawatan yang penanganan yang lebih kompleks, misalnya operasi untuk penyembuhan patah tulang atau perawatan lainnya.

Kecelakaan lalu lintas bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Karenanya, mengetahui pertolongan pertama sangat penting, termasuk cara penanganan cedera patah tulang dengan benar. Itu bisa menjadi bekal bagi diri sendiri maupun saat menolong orang lain kelak dalam keadaan darurat.

(RN/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar