Sukses

Ruang Hijau Bikin Jantung dan Mental Lebih Sehat

Perlunya ruang terbuka hijau di kota besar seperti Jakarta bukan cuma untuk bermain dan menahan banjir. Nyatanya, baik juga untuk bikin jantung dan mental sehat!

Di era modern seperti sekarang, siapa yang tidak mau tinggal di daerah yang banyak pohonnya? Rasanya pasti teduh dan udaranya lebih sehat! Nyatanya, tinggal di ruang hijau memang bisa membuat jantung dan mental lebih sehat.

Bahkan, menurut studi gabungan dari para peneliti di University of Warwick, Newcastle University, dan University of Sheffield, tinggal di ruang hijau berkaitan dengan kebahagiaan yang lebih besar dan kepuasan hidup. Entah itu di taman atau arena bermain yang banyak pohonnya, sama-sama bermanfaat.

Hal ini juga pernah diungkapkan dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter. Ia mengatakan, hanya dengan duduk-duduk saja di alam atau ruang terbuka hijau bisa meningkatkan taraf kesehatan seseorang.

Sayangnya, ruang terbuka hijau belum banyak, contohnya di kota besar seperti Jakarta. Rencana gubernur Anies Baswedan yang ingin membuka ruang terbuka hijau dengan naturalisasi sungai sebenarnya merupakan ide bagus. Walau sebenarnya konsep naturalisasi sudah pernah dijalankan pada masa pemerintahan Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Djarot Saiful Hidayat saat menjadi gubernur DKI.

Seperti diketahui, naturalisasi sungai artinya menanami bantar sungai dengan berbagai tanaman habitat asli sungai. Contohnya, seperti Sungai Ciliwung dengan panjang 33 km. Kalau area sepanjang itu ditanami pohon, tentu akan membuat ruang terbuka hijau lebih banyak dan udara makin segar.

Artikel lainnya: Manfaat Ruang Terbuka Hijau untuk Kesehatan

Usaha untuk menanam pohon sebagai bagian dari memperbanyak ruang terbuka hijau tak hanya untuk menahan banjir. Hebatnya, hal ini memang bagus untuk kesehatan manusia secara keseluruhan!

1 dari 3 halaman

Ruang Hijau Bagus untuk Kesehatan Mental

Sudah lama dipahami bahwa setiap orang akan merasakan emosi positif ketika terpapar hal-hal yang berbau alami. Pemerintah pun telah berusaha keras membuat RTH (Ruang Terbuka Hijau).

Para peneliti dari tiga universitas yang disebutkan sebelumnya telah melakukan penelitian lainnya. Mereka adalah Dr. Victoria Houlden, Profesor Joao Porto de Albuquerque, Profesor Scott Weich, dan Profesor Stephen Jarvis.

Mereka melakukan teknik penelitian geospasial baru. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ukuran yang akurat dari hubungan antara ruang hijau dan tiga aspek kesejahteraan mental yang berbeda.

Sebagian besar penelitian sebelumnya hanya mampu memperhitungkan jumlah keseluruhan ruang hijau dalam area tertentu. Namun tidak mengenai jumlah persis ruang hijau yang benar-benar berdampak pada kesehatan mental.

Studi tersebut yang diterbitkan dalam Applied Geography edisi Agustus, menemukan:

  • Secara keseluruhan, ada hubungan yang sangat kuat antara jumlah ruang hijau di sekitar rumah seseorang dengan perasaan kepuasan hidup, kebahagiaan, dan harga dirinya.
  • Ruang hijau dalam area 300 meter di rumah memiliki pengaruh terbesar pada kesejahteraan mental.
  • Peningkatan satu hektar ruang hijau dalam 300 juta penduduk dikaitkan dengan peningkatan delapan poin persentase dalam kepuasan hidup, tujuh poin hidup lebih bernilai, dan lima poin dalam kebahagiaan.

"Kami percaya, ini adalah studi pertama yang menunjukkan bagaimana ruang hijau perkotaan dapat meningkatkan definisi kesejahteraan mental yang lebih luas," ujar Dr. Victoria Houlden.

"Banyak penelitian berfokus pada kesehatan mental yang buruk, atau aspek kesejahteraan yang tunggal seperti kepuasan hidup. Lalu, yang membuat penelitian ini berbeda adalah cara kami mempertimbangkan kesejahteraan mental multidimensi dalam hal kebahagiaan, kepuasan hidup, dan nilai," lanjutnya.

Sementara itu, Scott Weich, Profesor kesehatan mental di Universitas Sheffield mengatakan, "Bertentangan dengan pendapat umum, sampai sekarang bukti untuk hubungan antara ruang hijau dengan kesejahteraan mental telah cukup mendalam."

Profesor Weich bahkan mengungkapkan, dengan menggabungkan metode statistik dan pemetaan canggih, mereka telah menunjukkan bahwa efeknya nyata dan substansial. "Pada dasarnya, kami telah membuktikan apa yang selalu diasumsikan setiap orang itu benar," tegasnya.

Artikel lainnya: Ingin Jantung Sehat? Ikuti Gaya Hidup Ini!

2 dari 3 halaman

Manfaat Ruang Hijau untuk Jantung

Selain untuk mental, ruang terbuka hijau juga bagus untuk jantung, lho! Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana bisa dan seperti apa manfaatnya. Oleh karena itu, yuk simak penjelasannya!

Hal ini pernah diteliti oleh Dr. Aruni Bhatnagar dari direktur Pusat Diabetes dan Obesitas Universitas Louisville. Untuk penelitian ini, dr. Aruni dan rekan-rekannya melihat efek ruang hijau di lingkungan sekitar selama lima tahun pada orang-orang yang terlihat di klinik kardiologi rawat jalan Universitas Louisville.

Sebagian besar peserta berisiko terkena penyakit kardiovaskular. Selama waktu itu, para peneliti mengumpulkan sampel darah dan urine dari 408 orang dari berbagai usia, etnis, dan tingkat sosial ekonomi.

Mereka menilai sampel ini untuk penanda cedera pembuluh darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Para peneliti juga mengukur kepadatan ruang hijau dan tingkat polusi udara di mana para peserta tinggal.

Tim Bhatnagar menemukan, di lingkungan dengan lebih banyak pepohonan, orang memiliki kadar epinefrin yang lebih rendah dalam urine mereka. Hal ini menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah.

Para peneliti juga menemukan kadar F2-isoprostane yang lebih rendah dalam urine peserta. Artinya, terdapat lebih sedikit stres oksidatif dan kesehatan yang lebih baik. Studi ini juga menunjukkan bahwa orang yang tinggal di ruang terbuka hijau memiliki kemampuan lebih besar untuk memperbaiki pembuluh darah.

"Memang, meningkatkan jumlah vegetasi di lingkungan mungkin merupakan pengaruh lingkungan yang tidak diakui pada kesehatan jantung dan intervensi kesehatan masyarakat yang berpotensi signifikan," kata Bhatnagar seperti dikutip dari WebMD.

Diakui pula oleh peneliti bahwa penelitian ini masih banyak kekurangan karena tidak melihat usia, jenis kelamin, etnis, kebiasaan merokok, kondisi ekonomi, penggunaan statin, dan paparan terhadap jalanan. Hanya saja ini bisa menjadi kabar baik.

Dua penelitian di atas pastinya butuh penyempurnaan. Tapi, tidak ada salahnya untuk mengusahakan ruang terbuka hijau di daerah Anda. Menjadi tanggung jawab pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat demi kesehatan mental dan jantung yang baik!

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar