Sukses

Mungkinkah Hamil Lagi Walau Rahim Turun?

Rahim turun atau prolaps uteri sering disebut sebagai penyebab seorang wanita tidak bisa hamil. Apa kata medis terkait rumor ini?

Pernah dengar tentang rahim turun? Dalam medis, kondisi ini disebut dengan prolaps uteri. Banyak yang bilang bahwa rahim turun berhubungan dengan kesulitan hamil pada wanita.

Tidak dimungkiri, kabar angin mengenai pengaruh rahim turun pada kehamilan bukanlah hal baru di dunia kesehatan. Lantas, bagaimana medis menanggapi hal ini? Apakah benar bahwa rahim turun benar-benar dapat menyebabkan wanita sulit hamil?

Mengenal Rahim Turun atau Prolaps Uteri

Rahim turun adalah kondisi yang terjadi akibat otot dasar panggul wanita mengalami kelemahan.

Otot dasar panggul merupakan sekumpulan otot berbentuk mangkuk yang berfungsi menyangga organ-organ dalam panggul. Misalnya, rahim, kandung kemih, dan usus besar (rektum).

Artikel Lainnya: Peranakan Turun, Apakah Berbahaya?

Oleh karena itu, terjadinya kelemahan pada otot dasar panggul dapat menyebabkan rahim turun dan gangguan lain, seperti turunnya kandung kemih dan rektum melalui vagina.

1 dari 4 halaman

Tingkat Keparahan Rahim Turun

Tingkat keparahan rahim turun bervariasi, dan terbagi lebih lanjut menjadi 4 tahap, yakni sebagai berikut.

  • Tahap satu, yaitu ketika rahim turun mencapai bagian atas vagina.
  • Tahap dua, yaitu ketika rahim turun mencapai mulut vagina.
  • Tahap tiga, yaitu ketika rahim turun mencapai sebagian mulut vagina bagian luar.
  • Tahap empat, yaitu ketika mulut rahim keluar sepenuhnya dari mulut vagina.

Rahim turun cukup sering terjadi, terutama pada wanita usia lanjut atau setelah menopause. Dalam beberapa kasus, kondisi ini pun bisa dialami oleh wanita yang masih dalam rentang usia subur.

Jika rahim turun atau prolaps uteri terjadi pada wanita yang masih subur, apakah kehamilan masih mungkin terjadi?

Artikel Lainnya: Mengenal Penyebab dan Gejala Rahim Turun

2 dari 4 halaman

Pengaruh Rahim Turun pada Kehamilan

Wanita usia subur yang mengalami rahim turun masih mungkin untuk hamil meski kemungkinannya kecil. Pasalnya, kondisi rahim turun menyebabkan lingkungan yang tidak ideal bagi kelangsungan hidup sperma.

Perlu Anda tahu, sperma dapat hidup dengan baik di lingkungan hangat dan lembap, seperti pada bagian dalam vagina. Pada keadaan rahim turun, sperma lebih mungkin terdorong keluar dari vagina serta terpapar udara luar.

Hal tersebut bisa membuat kemampuan sperma untuk membuahi sel telur menurun drastis, sehingga kemungkinan untuk hamil juga tergolong kecil.

Di sisi lain, rahim turun atau prolaps uteri juga mungkin terjadi selama kehamilan. Data mencatat bahwa kasus ini terjadi pada satu dalam setiap 10.000–15.000 persalinan.

Kehamilan dengan kondisi rahim turun meningkatkan risiko komplikasi kesehatan, baik sebelum persalinan, saat persalinan, hingga setelah persalinan (masa nifas). Rahim turun yang terjadi saat hamil dapat menimbulkan komplikasi, seperti berikut ini.

  • Luka pada mulut rahim.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Ibu hamil kesulitan atau tidak bisa berkemih.
  • Keguguran.
  • Persalinan prematur.
  • Kematian ibu hamil.

Apabila rahim turun terjadi semasa persalinan, komplikasi yang akan terjadi adalah seperti ini.

  • Kesulitan pembukaan mulut rahim.
  • Robekan rahim, terutama pada bagian bawah.
  • Persalinan terhambat.
  • Kematian janin.

Artikel Lainnya: Mengenal Penyebab dan Gejala Rahim Turun

Sementara itu, apabila rahim turun terjadi pada masa nifas, komplikasi yang mungkin timbul adalah infeksi atau perdarahan. Kondisi ini muncul pasca-persalinan akibat rahim yang tidak bisa mengecil dengan sempurna setelah melahirkan.

3 dari 4 halaman

Pengobatan Rahim Turun saat Hamil

Pada laporan kasus, wanita dengan rahim turun semasa hamil disarankan untuk diawasi secara ketat. Istirahat tirah baring serta penggunaan pesarium juga disarankan.

Apa itu pesarium? Ini adalah sebuat alat yang dapat dimasukkan ke dalam vagina untuk membantu menyokong rahim. Umumnya, penggunaan pesarium disarankan selama 6 bulan pertama kehamilan.

Kesimpulannya, seseorang dengan rahim turun dapat kembali hamil meski kemungkinannya cukup rendah.

Bagi Anda yang mengalami rahim turun dan mengalami kesulitan hamil, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut pada dokter. Ini bertujuan agar Anda bisa mendapat pengobatan terbaik, sehingga keluhan bisa diatasi dan pengaruh rahim turun pada kehamilan bisa dihindari.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter dari KlikDokter di fitur Live Chat . Jika ingin lebih fleksibel, KlikDokter juga hadir dalam smartphone Anda. Unggah aplikasi KlikDokter di sini.

(NB/AYU)

1 Komentar

  • Robiatul Adawiyah

    kata dikter saya mengidap rahim turun.. Alhamdulillah skrg saya sdh hamil anak ke2..apa yg harus saya lalukan agar saat persalinan nanti baik2 saja..