Sukses

Tendangan Bayi di Dalam Perut, Ini Maknanya

Merasakan tendangan bayi di dalam perut adalah salah satu momen dalam kehamilan yang amat dinanti. Adakah makna dari pergerakan janin tersebut?

Menyaksikan pertumbuhan janin dari waktu ke waktu dengan segala perubahan yang terjadi di dalam tubuh adalah salah satu momen berharga. Nah, satu dari sekian banyak yang dinanti adalah tendangan bayi di dalam perut. Faktanya, ada makna di balik tendangan atau pergerakan aktif tersebut.

1 dari 3 halaman

Kapan Gerakan Janin Dirasakan?

Umumnya, gerakan bayi dapat mulai dirasakan paling cepat sekitar 16-24 minggu kehamilan. Biasanya, ibu hamil akan merasakan tendangan janin dari dalam perutnya sekitar 15-20 kali dalam sehari.

Untuk ibu yang sedang hamil pertama kalinya, mungkin baru akan merasakan gerakan dari buah hati pada usia kehamilan sekitar 24 minggu. Ini karena mungkin ibu hamil masih tidak terbiasa dengan sensasinya sehingga belum mengenal makna dari pergerakan tersebut.

Perlu diketahui, bayi juga butuh peregangan dan melakukan gerakan untuk relaksasi. Pergerakan bayi dalam kandungan juga bisa merupakan suatu respons terhadap apa yang terjadi di lingkungannya.

Awalnya, gerakan yang dilakukan oleh janin tersebut mungkin akan terasa seperti getaran. Kemudian, seiring perkembangannya, gerakan akan lebih terasa dan dapat dikenal sang ibu.

Artikel Lainnya: Kapan Janin Mulai Bisa Mendengar?

2 dari 3 halaman

Makna Tendangan Bayi di Dalam Perut

Ada banyak makna dari tanda tendangan bayi yang perlu diketahui oleh para ibu hamil. Apa saja?

  1. Mengisyaratkan Perkembangan

Untuk bisa menendang, bayi memerlukan kekuatan yang cukup untuk sang ibu bisa merasakannya. Selain itu, perlu kaki, lutut, otot, tulang, dan persendian untuk merasakan tendangan.

Begitu itu semua berkembang, barulah bayi memperoleh kemampuan untuk “menggedor” perut ibu. Itu adalah cara sederhana dari bayi untuk memberi tahu bahwa mereka tumbuh besar dan kuat.

  1. Tempatnya yang Semakin Sempit

Ada saatnya ketika gerakan bayi mulai sangat terasa, sehingga membuat ibu merasa kesakitan. Ini biasanya terjadi jelang akhir kehamilan karena si Kecil sudah kehabisan ruang.

Dengan ukurannya yang makin membesar di dalam rahim, bayi akan selalu mengubah posisinya agar merasa nyaman.

  1. Respons Terhadap Apa yang Terjadi di Lingkungan Luar

Bayi mulai mendapatkan kemampuan untuk mendengar dunia luar meski masih samar-samar. Inilah kenapa banyak orang tua yang memainkan musik untuk si Kecil. Pasalnya, banyak penelitian yang membuktikan bahwa musik berdampak baik pada perkembangan bayi dalam kandungan.

  1. Bayi Sedang Terbangun

Bayi tidak akan selalu tertidur di dalam perut ibu. Ada kalanya ia terbangun dan aktif bergerak. Ketika pergerakan bayi seperti sedang ada “pertandingan tinju” di dalam perut, kemungkinan bayi sedang terbangun. Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk membacakan cerita atau sekadar mengajaknya berbicara.

Artikel Lainnya: 4 Kondisi Janin yang Berbahaya

  1. Bayi Baru Selesai Makan

Segala sesuatu dimakan oleh ibu, juga akan sampai ke bayi. Itu sebabnya, ibu hamil harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi selama hamil.

Makanan sehat akan memberikan energi, begitu juga kepada bayi dalam kandungan. Bayi pun akan aktif menendang ketika mendapatkan “bahan bakar” dari ibunya.

  1. Tendangan Meningkat Jika Ibu Berbaring ke Kiri

Ternyata, posisi berbaring menghadap ke diri akan membuat bayi sangat aktif bergerak. Kondisi ini terjadi karena posisi tersebut membuat suplai darah ke rahim meningkat sehingga itu membuat bayi jadi lebih aktif.

  1. Lebih Aktif pada Malam Hari

Kebanyakan ibu hamil akan merasakan tendangan bayi yang lebih sering setelah matahari tenggelam. Hal ini karena saat ibu bergerak pada siang hari, bayi akan merasa seperti diayun-ayun, sehingga ia akan lebih banyak tertidur.

Pada malam hari, ketika pergerakan ibu jauh lebih sedikit, khususnya pada waktu istirahat, bayi akan bangun dan mulai bergerak.

Namun, perlu diingat, bukan berarti bayi tidak bergerak sama sekali pada siang hari, lo! Bisa jadi ibu hamil sibuk beraktivitas, sehingga tak menyadari saat bayinya bergerak.

Tendangan atau pergerakan bayi di dalam perut bisa dimaknai sebagai hal-hal di atas. Bila tendangan bayi berkurang, mungkin tengah mengalami stres. Selain itu, berkurangnya gerakan bayi juga dapat menandakan bahaya seperti berikut ini.

  • Ibu hamil mengalami dehidrasi.
  • Janin kekurangan oksigen karena terlilit tali pusat.
  • Gangguan pada pertumbuhan janin.
  • Gangguan pada plasenta.
  • Infeksi intrauterine atau infeksi pada cairan amnion.
  • Kelahiran prematur.
  • Ada gangguan pada perkembangan otak janin.
  • Terganggunya saraf janin.
  • Induksi persalinan.
  • Kematian janin.
  • Keguguran.

Rajinlah memantau gerakan bayi dan memeriksakan diri ke dokter bila tidak merasakan 10 gerakan dalam rentang waktu dua jam pada trimester ketiga,  merasa khawatir dengan kesehatan bayi, atau tak bisa membedakan antara kontraksi Braxton-Hicks dan kontraksi jelang persalinan yang sesungguhnya.

Sederhananya, bila merasa gerakan janin berkurang atau ada perubahan pola gerakan, segera hubungi bidan atau dokter kandungan. Bisa jadi itu tanda awal kondisi janin kurang sehat.

(RN/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar