Sukses

Dampak Perilaku Psikopat pada Kesehatan Mental Keluarga

Memiliki anggota keluarga dengan perilaku psikopat tentu akan berdampak pada kesehatan mental keluarga. Seperti apa dan sejauh mana dampaknya?

Dalam sepekan pertama di tahun baru ini, masyarakat digemparkan oleh sejumlah berita. Salah satunya adalah kasus seorang mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di Inggris bernama Reynhard Sinaga yang diduga memiliki gangguan kesehatan mental psikopat.

Reynhard terbukti telah memerkosa 48 pria. Tak hanya itu, ia pun diduga memerkosa 190 orang dan sempat dijuluki sebagai ‘psikopat’. Karena perbuatannya tersebut, kandidat Ph.D dari University of Leeds ini divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan setempat.

Banyak reaksi yang timbul dalam menanggapi kasus Reynhard ini, mulai dari rasa geram, kesal, marah, malu, hingga bingung. Perasaan campur aduk seperti itu tentu juga dirasakan oleh keluarganya. Ketika ada anggota keluarga mengalami suatu gangguan jiwa, maka seluruh keluarga secara otomatis akan terkena dampaknya.

1 dari 3 halaman

Dampak Perilaku Gangguan Mental bagi Keluarga

Memiliki anak, saudara, pasangan, atau orang tua dengan gangguan psikopat, bipolar, depresi, gangguan cemas, skizofrenia, atau gangguan mental apapun, tentu dapat membawa dampak tersendiri bagi anggota keluarga yang lain. Beberapa diantaranya yaitu:

  1. Mengganggu Stabilitas dalam Keluarga 

Merawat pasien dengan gangguan jiwa bukanlah sesuatu yang mudah. Kerap kali, pasien dengan masalah mental akan menjadi fokus perhatian seluruh keluarga. Hal ini secara tidak langsung membuat kepentingan anggota keluarga yang lain menjadi terabaikan.

Artikel lainnya: Ini 5 Fakta Soal Psikopat yang Tidak Diketahui Banyak Orang!

Keluarga akan memusatkan seluruh perhatian untuk perawatan pasien. Tak jarang, mereka sampai harus meninggalkan pekerjaannya. Hal tersebut dapat berdampak pada kondisi finansial keluarga.

  1. Gejolak Emosional

Stigma yang melekat pada pasien dengan gangguan jiwa juga dapat membuat keluarga mengalami gejolak emosional. Sebagian keluarga akan merasa malu dan membatasi diri dari pergaulan sosial yang sebelumnya dimiliki.

Dilansir dari American Psychological Association, perasaan sedih, rasa bersalah, dan frustrasi juga dapat dirasakan oleh keluarga. Lalu, perbedaan persepsi dalam keluarga mengenai gangguan mental yang terjadi pun dapat mencetuskan konflik antar anggota keluarga.

  1. Kelelahan

Secara fisik, merawat anggota keluarga yang memiliki gangguan jiwa cukup melelahkan. Pasien biasanya perlu perhatian khusus, misalnya ketika mengonsumsi obat dalam jangka panjang dan pergi kontrol ke psikiater beberapa kali.

Beberapa penyakit jiwa bahkan memerlukan pengobatan hingga hitungan tahun. Hal ini dapat menimbulkan kelelahan tersendiri bagi anggota keluarga yang mendampingi. Kelelahan tersebut tak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara mental.

2 dari 3 halaman

Keluarga Perlu Dukungan

Gangguan kesehatan mental apapun, termasuk perilaku psikopat yang ditunjukkan Reynhard, dapat mengguncang kondisi kesehatan mental keluarganya.

Oleh karena itu, keluarga juga memerlukan dukungan penuh untuk menghadapi kondisi ini. Sebab, tak ada orang tua yang menginginkan anaknya mengalami masalah kesehatan jiwa.

Artikel lainnya: Tanda-Tanda Pasangan Anda Seorang Psikopat

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diterapkan keluarga bila memiliki anggota keluarga yang terdiagnosis gangguan mental:

  • Pelajari baik-baik diagnosis penyakit jiwa yang dialami pasien, termasuk pengobatan dan pencegahan kekambuhannya. Tanya dokter kesehatan jiwa (psikiater) untuk mendapatkan informasi ini.
  • Jangan ragu untuk meminta pertolongan. Konsultasi dengan rohaniawan atau konselor sangat disarankan bagi keluarga yang mendampingi.
  • Bergabung dengan komunitas. Ada banyak orang yang mengalami kondisi serupa dengan Anda. Karena itu, carilah komunitas tersebut dan bergabunglah. Komunitas ini dapat menjadi support system bagi Anda dalam merawat dan mendampingi keluarga dengan gangguan jiwa.
  • Jaga kesehatan Anda. Selama merawat orang dengan gangguan jiwa, Anda tetap wajib menjaga kesehatan tubuh. Makanlah makanan yang bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayur, minum air putih, serta istirahat yang cukup.

  • Pastikan kesehatan mental Anda tetap terjaga. Bila diperlukan, atur rencana untuk rekreasi atau sekadar melakukan hobi yang Anda sukai.

Kesehatan mental keluarga juga dipertaruhkan ketika salah satu anggota keluarga menunjukkan perilaku psikopat atau gangguan mental lainnya. Bila keluarga Anda termasuk salah satu yang merawat anggota keluarga dengan masalah kesehatan jiwa, tetap semangat dan jaga kesehatan diri (fisik dan mental). Cari pertolongan dari tenaga profesional bila perlu, atau manfaatkan Live Chat Klikdokter untuk berkonsultasi dengan psikolog dari Klikdokter.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar