Sukses

Ini Alasan Anda Harus Periksa Kesehatan Pasca Banjir

Pasca banjir melanda, sejumlah masalah mulai bermunculan. Selain hilang dan rusaknya harta benda, masalah kesehatan juga tak kalah penting, lo!

Banjir besar yang melanda banyak titik di wilayah Jabodetabek menyisakan sejumlah cerita. Selain dampak kerugian materi, seperti dikutip dari CNN Indonesia, bencana alam tersebut juga menyebabkan 60 orang meninggal dunia dan 2 orang dinyatakan hilang. Ini belum lagi ditambah beragam masalah kesehatan yang timbul pasca banjir.

Sebagaimana diketahui, air banjir membawa lumpur dan sampah yang pastinya membawa bakteri dan parasit. Kuman pembawa penyakit ini bisa berasal dari air banjir (water-borne disease) itu sendiri, ataupun bersumber dari serangga (vector-borne disease).

Saat kuman-kuman ini masuk ke dalam tubuh, ditambah daya tahan tubuh sedang turun pasca banjir, Anda pun akan mudah terinfeksi dan jatuh sakit. Itulah sebabnya, pemeriksaan kesehatan sangat diperlukan setelah Anda mengalami banjir besar.

Artikel lainnya: Kiat Membersihkan Rumah Setelah Terendam Banjir

Waspada Beragam Penyakit

Kuman-kuman tersebut berpotensi membawa sakit penyakit yang tentunya merugikan kesehatan Anda. Apa saja penyakit yang berpotensi menyerang pasca banjir? Berikut daftarnya seperti disampaikan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter:

  1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan biasanya terdapat di urine hewan, misalnya tikus. Saat banjir, tikus yang tadinya bersembunyi di tempat-tempat tertentu terpaksa keluar “kandang”. Akhirnya, tikus berada dekat manusia dan berisiko menginfeksi.

Mungkin saja urine tikus mengontaminasi makanan Anda, atau tidak sengaja menyentuh luka terbuka yang Anda miliki. Bakteri pun akan dengan mudah masuk dan menginfeksi. Hal ini bisa dicegah dengan selalu membersihkan tubuh dengan sabun dan air bersih setelah berkontak dengan air kotor.

  1. Diare

Diare adalah salah satu penyakit tersering menyerang korban banjir. Ini terjadi karena sangat mungkin bahan makanan, minuman, atau peralatan makan Anda terkontaminasi bakteri, parasit, dan virus yang dibawa oleh air kotor.

Meskipun sering diderita, bukan berarti Anda bisa menyepelekannya. Pengeluaran cairan melalui feses yang berlebihan akibat diare ditambah dengan hilangnya nafsu makan dapat berdampak pada dehidrasi. Kondisi ini harus segera ditangani karena bisa berakibat fatal. 

Artikel lainnya: Tips Mencegah Penyakit di Kawasan Rawan Banjir

  1. Tifus

Tifus atau demam tifoid sangat berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan sanitasi yang belum memadai. Kondisi ini sangat mungkin terjadi pasca banjir. Tifus sendiri disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri tersebut masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

Pencegahan tertular tifus adalah dengan tidak mengonsumsi makanan yang diduga telah tercemar oleh lalat, atau yang kebersihannya tidak terjamin.

  1. Demam Berdarah

Makin banyak sisa genangan air, makin senang pula nyamuk Aedes aegypti karena punya “lahan” untuk berkembang biak. Karena itu, segera keringkan genangan air di sekitar Anda. Oleskan juga losion anti-nyamuk untuk menghindari gigitan nyamuk demam berdarah.

  1. Penyakit Kulit (ruam)

Munculnya ruam dan gatal-gatal pada kulit akibat parasit yang dibawa oleh air kotor juga bukan hal asing bagi korban banjir. Sama seperti leptospirosis, kurangi risikonya dengan membersihkan tubuh pasca berkontak dengan air banjir. Bila perlu, gunakan sabun atau cairan antiseptik.

  1. Mata Merah 

Mata gatal saat banjir rentan dikucek atau digosok dengan tangan kotor. Alhasil, infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri (konjungtivitis) bisa menyerang. Sebelum memegang mata, pastikan tangan Anda sudah bersih.

Paparan air banjir yang kotor dan berpotensi terinfeksi penyakit membuat Anda harus segera memeriksakan kesehatan pasca banjir. Anda bisa memanfaatkan layanan posko kesehatan terdekat yang biasanya disediakan pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat demi memantau kondisi tubuh. Minum juga multivitamin untuk menjaga daya tahan tubuh Anda.

[HNS/RPA]

1 Komentar