Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Penderita Rematik Boleh Dipijat? Ketahui Teknik Pijat yang Direkomendasikan

Penderita Rematik Boleh Dipijat? Ketahui Teknik Pijat yang Direkomendasikan

Mungkin selama ini Anda bertanya-tanya apakah penderita rematik boleh dipijat. Ternyata boleh saja asal tahu teknik pijat yang benar.

Kalau rematik sudah kambuh, biasanya penderita membutuhkan obat atau pijatan yang nyaman. Pasalnya, sendi akan terasa sangat sakit di kala rematik muncul. Penderita rematik sendiri sebenarnya boleh dipijat. Hanya saja harus tahu teknik pijat yang benar atau direkomendasikan oleh ahli kesehatan.

Dalam dunia kedokteran, rematik dikenal dengan sebutan rheumatoid arthritis (RA). Ini adalah penyakit autoimun atau penyakit yang menyerang daya tahan tubuh diri sendiri. Rematik menyebabkan peradangan atau inflamasi kronik pada sendi. Selain itu, penyakit ini juga menyebabkan keluhan nyeri sendi pada penderitanya.

Umumnya, penyakit ini sangat identik dengan kepercayaan bahwa penyebabnya adalah kebiasaan mandi malam. Padahal, itu sangat jelas sebuah mitos!

Nah, gejala rematik yang sering muncul antara lain mudah lelah dan kekakuan sendi, terutama di pagi hari atau setelah beristirahat dalam waktu cukup lama. Selain itu, bengkak dari sendi-sendi kecil, khususnya di tangan dan jari, merupakan ciri khas penyakit ini.

Selain menyerang sendi, penyakit rematik juga dapat menimbulkan benjolan di kulit, peradangan pada mata, menurunkan sel darah putih, dan gangguan paru-paru. RA menyebabkan kerusakan sendi pada sekitar 80-85 persen pasien, di mana kerusakan dimulai pada dua tahun pertama.

Artikel lainnya: Bolehkah Diurut Saat Pegal-Pegal?

Faktor risiko penyakit rematik adalah usia dewasa, riwayat keluarga dengan penyakit rematik, dan mereka yang berjenis kelamin wanita. Selain itu, kebiasaan merokok turut meningkatkan risiko terjadinya penyakit rematik hingga 1,4 kali lipat.

Sementara itu, kadang-kadang kehamilan juga dapat memicu remisi dari rematik. Namun faktanya, lebih sedikit wanita hamil yang memiliki rematik dibandingkan dengan wanita yang belum pernah hamil.

1 dari 3 halaman

Boleh Dipijat Asal Tahu Tekniknya

Pada dasarnya, pijatan memang sejak lama digunakan untuk menurunkan produksi hormon stres dalam tubuh, meningkatkan produksi serotonin, dan memperbaiki suasana hati seseorang. Beberapa jenis pijatan dapat membantu mengurangi keluhan pada Anda yang memiliki artritis atau nyeri sendi—atau biasa dikenal dengan istilah rematik.

"Pemijatan sendiri sebenarnya tidak dilarang, namun teknik yang digunakan harus tepat," ujar dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Menurut dr. Dyan Mega, pemijatan yang tidak tepat akan membuat daerah yang sedang meradang akan semakin terasa nyeri dan memperparah rematik itu sendiri. Coba bayangkan, tujuan awal dari pijat adalah untuk membuat sendi membaik. Tapi kalau sampai memperparah, itu tentu menjadi sebuah bencana.

Artikel lainnya: Pijat untuk Cedera Sendi, Apakah Aman dan Efektif?

Ada baiknya, sebelum memutuskan untuk memijat bagian yang terkena rematik, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter. Itu perlu dilakukan agar dapat dipastikan bahwa teknik pemijatan tersebut aman untuk kondisi Anda.

Ketika mempertimbangkan untuk dipijat, waspadalah bila terdapat kondisi medis berikut:

  • Kerusakan atau pengikisan sendi akibat artritis.
  • Peradangan akut, demam, atau ruam pada kulit.
  • Osteoporosis
  • Tekanan darah tinggi, terutama yang tidak dikontrol dengan pengobatan.
  • Varises pembuluh darah vena.
2 dari 3 halaman

Teknik Pijat yang Disarankan untuk Penderita Rematik

Teknik pijat yang sangat dianjurkan pada penderita rematik adalah myofascialrelease, pijat refleksi, hot stone atau cold stone massage, trigger point massage, dan sebagainya. Program terapi fisik atau rehabilitasi medis pasien artritis yang dirancang oleh dokter juga umumnya meliputi teknik pemijatan yang disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

"Pasien yang memiliki artritis kronis dapat memperoleh manfaat dari teknik pemijatan secara teratur (baik itu dilakukan sendiri di rumah maupun dengan bantuan terapis di klinik), yakni dapat mengurangi rasa nyeri dan kekakuan akibat radang sendi, serta membantu meningkatkan kualitas tidur pasien," ungkap dr. Dyan Mega.

Satu catatan penting yang perlu Anda ketahui kalau punya masalah rheumatoid arthritis, jangan sembarangan melakukan pijatan! Misalnya, Anda punya masalah rematik dan hendak pergi ke tempat pijat, beritahu terapis bahwa Anda punya masalah rematik.

Itu perlu dilakukan agar terapis berhati-hati dalam memijat Anda. Jika pemijatan menimbulkan nyeri, maka hentikan segera. Selain itu, hal yang perlu Anda tahu juga adalah pemijatan bukanlah terapi utama artritis. Metode ini merupakan terapi tambahan untuk mengurangi rasa nyeri dan membuat Anda lebih relaks.

Jadi, kini Anda tak perlu khawatir karena penderita rematik boleh dipijat. Hanya saja, teknik pijat rematik harus dengan cara yang benar. Salah-salah, rematik Anda bisa bertambah semakin parah, konsultasi dengan dokter sebelum melakukan pijat sangat dianjurkan.

(FR/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar