Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Begini Cara Hindari Penyakit yang Mengintai Indonesia di Tahun 2020

Begini Cara Hindari Penyakit yang Mengintai Indonesia di Tahun 2020

Mulai dari hepatitis A, demam berdarah dengue, hingga keracunan makanan, berikut ini daftar penyakit di tahun 2020 yang patut Anda waspadai.

Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Setelah diumumkannya penyakit yang diprediksi akan banyak mengintai di tahun 2020, Anda mesti waspada dengan cara melakukan sederet langkah pencegahan sembari menjaga daya tahan tubuh.

Seperti disebutkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut ini adalah macam-macam penyakit yang berpotensi banyak menyerang masyarakat Indonesia pada tahun 2020 sekaligus cara mencegahnya.

  1. Hepatitis A

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis. Penularan hepatitis A adalah lewat makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja penderita. Bila tak ditangani dengan benar, bisa terjadi gagal hati akut, bahkan bisa membahayakan nyawa.

Tahun 2019, Pacitan, Jawa Timur, serta Depok, Jawa Barat, adalah dua daerah waspada hepatitis A. Bahkan, di Depok, Jawa Barat sebuah sekolah harus menghentikan kegiatannya karena sejumlah muridnya terjangkit virus tersebut.

Dari KlikDokter, dr. Nabila Viera Yovita mengatakan cara terbaik untuk mencegah terjangkit hepatitis A adalah vaksinasi. Anak-anak sudah bisa mendapatkannya mulai usia satu tahun sebanyak dua kali  dengan interval 6-12 bulan. Orang dewasa juga bisa mendapatkan vaksinasi tersebut.

“Selain itu, hindari makanan yang tidak dimasak dengan matang dan gunakan air kemasan untuk minum. Jika tidak, harus dipanaskan dulu minimal 1 menit. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari toilet,” pesan dr. Nabila.

Artikel Lainnya: Kiat Melindungi Keluarga dari Wabah Penyakit

  1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit negara beriklim tropis yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini telah mengalami peningkatan 30 kali lipat dalam rentang waktu lima dekade.

Namun, jangan khawatir, DBD bisa dicegah dengan melakukan langkah pencegahan seperti yang diutarakan oleh dr. Nabila di bawah ini:

  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan cara makan daun pepaya, minum jus jambu, dan juga minum air kelapa. Air kelapa dapat mencegah DBD dengan menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Konsumsi juga buah-buahan yang kaya akan vitamin C, seperti buah berry, jeruk, dan lain-lain. Tidur yang cukup dan olahraga juga penting.
  • Jaga lingkungan tetap bersih dan rapi. Minimalkan genangan air (tutup wadah-wadah air agar tidak jadi tempat jentik nyamuk, serta hindari menggantung banyak baju atau menumpuk barang-barang.
  • Pakai semprotan atau losion anti nyamuk jika berada di lingkungan yang banyak nyamuk atau gelap. Untuk bayi, berikan kelambu pada tempat tidurnya. Bila perlu, letakkan tanaman pengusir nyamuk di area rumah seperti sereh, lavender, zodia, dan sebagainya.
  1. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri leptospira. Penularannya lewat hewan pengerat seperti tikus. Umumnya, leptospirosis banyak menjangkiti daerah yang rawan banjir.

Ini karena bakteri leptospira dapat menyerang manusia lewat paparan air dan tanah yang sudah terkontaminasi dengan urine dari hewan yang terinfeksi, atau bisa juga melalui gigitan. Lakukan ini untuk mencegah infeksi leptospirosis di lingkungan sekitar.

  • Membersihkan daerah sekitar rumah seperti selokan.
  • Hindari adanya kolong atau tumpukan barang di sekitar rumah. Ini penting agar tempat tersebut tidak menjadi sarang tikus.
  • Saat membersihkan rumah dan lingkungan sekitar, jangan lupa gunakan sarung tangan dan sepatu bot.
  • Jika ada bagian tubuh yang terluka, segera obati dan rawat luka dengan baik. Infeksi bakteri leptospira dapat masuk melalui luka tersebut.
  • Jaga kebersihan diri dan keluarga dengan membiasakan mencuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir.
  • Konsumsi air dan makanan yang sudah terjamin kebersihannya.
  • Jangan lupa vaksinasi hewan peliharaan Anda. Selain tikus, hewan peliharaan juga bisa menyebarkan infeksi leptospira.

Artikel lainnya: Krisis Kepercayaan Vaksin Bikin Rentan Kena Penyakit Mematikan

  1. Pneumonia

Berdasarkan keterangan dari dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, pneumonia adalah peradangan yang mengenai jaringan paru, yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus. 

Gejalanya bisa berupa batuk berdahak atau tidak berdahak terus-menerus, napas yang pendek, mudah lelah, nyeri dada, dan demam. Terjadinya pneumonia bergantung pada banyaknya kuman, tingkat kemudahan dan luasnya daerah paru yang terkena, serta daya tahan tubuh.

Adapun yang merupakan faktor risikonya antara lain merokok, habis terinfeksi virus, penyakit jantung kronis, diabetes, daya tahan tubuh yang lemah, dan kelainan struktur organ dada.

Untuk mencegahnya, Anda bisa mendapatkan vaksinasi dan memperbaiki pola hidup. Namun, vaksin yang kini beredar hanya bisa mencegah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Vaksin itu ditujukan untuk mencegah invasi bakteri utama penyebab pneumonia, yakni Streptococcus pneumoniae.

  1. Keracunan Makanan

Lingkungan alam yang semakin rusak juga memungkinan bahan makanan untuk terkontaminasi berbagai macam zat berbahaya. Alhasil, manusia yang memakannya pun berpotensi terkena keracunan makanan. Keracunan makanan paling sering disebabkan oleh bakteri E. coli, listeria, dan salmonella.

Untuk virus, yang paling sering mengontaminasi adalah norovirus, rotavirus, dan hepatitis A. Agar Anda terhindar dari keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri ataupun virus, cegah dengan cara:

  • Tidak membeli makanan dari tempat yang kebersihannya tidak terjaga.
  • Jangan lupa mencuci tangan, peralatan masak, dan bahan makanan sebelum menyiapkan makanan. Gunakan air hangat dan sabun khusus untuk mencuci.
  • Pisahkan penyimpanan makanan mentah dengan makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang. Kontaminasi silang adalah terkenanya makanan matang yang sudah diproses oleh bakteri atau virus dari hal yang tidak higienis.
  • Pastikan makanan yang dimasak benar-benar matang secara keseluruhan.
  • Buang makanan bila Anda tidak yakin makanan disimpan dan dipersiapkan dengan cara yang benar, berbau tidak sedap, dan penampakannya tidak meyakinkan.

  • Hindari membiarkan makanan terlalu lama di suhu ruangan. Jika belum ingin langsung dimakan, simpan di lemari pendingin. Makanan sebaiknya paling lama 90 menit di suhu ruangan. Jika lebih dari itu, simpan di kulkas. Makanan yang disimpan di lemari pendingin dapat bertahan hingga 2 hari.
  • Pastikan temperatur lemari pendingin di bawah 5 derajat Celcius.
  • Simpan daging di bagian terbawah freezer agar tidak mengontaminasi makanan lain

Hepatitis A, keracunan makanan, pneumonia, leptospirosis, dan demam berdarah dengue adalah penyakit-penyakit yang diprediksi akan meningkat di tahun 2020. Dengan tahu informasinya sejak dini, Anda diharapkan bisa waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan. Bila perlu, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan vaksinasi yang dibutuhkan.

(RN/AYU)

1 Komentar