Sukses

Pengaruh Susu Bisa Bikin Gigi Anak Rusak, Ini Faktanya!

Anda ingin memberikan anak susu, tetapi banyak yang bilang pengaruh susu padanya bisa membuat gigi rusak. Jadi ragu, benar atau tidak faktanya, ya?

Dilema kadang melanda ketika ingin memberikan susu untuk anak. Karena, ada mitos yang beredar bahwa gigi anak rusak karena susu, susu formula bikin gigi keropos, dan lainnya. 

Susu merupakan makanan utama yang diperlukan bayi karena sistem pencernaannya belum sempurna untuk makanan yang lebih padat. Susu yang dikonsumsi sejak bayi baru lahir umumnya adalah ASI. 

Lantas, bagaimana susu dianggap dapat merusak gigi anak? Mari simak ulasan berikut.

Minum Susu Bikin Gigi Anak Rusak?

Pada usia 6 bulan ke atas, biasanya gigi bayi sudah mulai tumbuh. Saat inilah Anda harus mulai mengajarkan anak bagaimana cara memelihara kebersihan gigi supaya tidak gampang rusak, terlebih bila ia sudah minum susu formula dan asupan lainnya.

Lalu, mengapa muncul mitos pengaruh buruk susu untuk gigi anak? Hal ini dikarenakan kebanyakan susu formula memiliki kandungan gula. 

Gula inilah yang bisa membuat gigi rusak. Sedangkan, ASI dan susu sapi murni memiliki risiko kecil dalam menyebabkan kerusakan gigi.

Air susu ibu memang memiliki faktor risiko rendah dalam menyebabkan rusaknya gigi, tetapi kadar gulanya lebih tinggi dari susu sapi murni. Sementara, susu formula mengandung kadar gula lebih tinggi dibanding lainnya.

Artikel Lainnya: Kapan Gigi Anak Mulai Tanggal? Ini Penjelasan Dokter Gigi

Kenali Susu Formula yang Merusak Gigi Anak

Menurut International Journal of Dentistry Hindawi, susu formula terbagi menjadi tiga jenis: 

  1. Susu formula untuk bayi baru lahir sampai usia 1 tahun. Susu ini diberikan bersamaan dengan MPASI. 
  2. Susu formula lanjutan mulai usia 6 bulan hingga 2 tahun. Umumnya kandungan gula tidak lebih dari 20 persen.
  3. Susu formula dari susu sapi yang ditambahkan vitamin dan mineral dengan kandungan gula yang tidak dibatasi. Jenis inilah yang dinyatakan paling menyebabkan gigi berlubang.

Jurnal tersebut mengatakan, anak yang mengonsumsi susu formula jenis ketiga selama 21 hari memiliki jumlah kuman Streptococcus mutans di plak gigi dan air ludah lebih tinggi, dibanding anak yang minum susu jenis lainnya. 

Selain itu, pH plak gigi juga turun sehingga berisiko menyebabkan gigi rusak. Pada anak yang minum susu formula tinggi gula, biasanya muncul gejala seperti bercak putih (white spot) pada gigi. Kondisi ini merupakan awal dari karies gigi.

Bila sudah terjadi white spot, berarti terjadi proses demineralisasi, yang mana mineral di dalam gigi larut. Dalam tahap ini, kerusakan gigi masih dapat dicegah atau disembuhkan kembali dengan tindakan remineralisasi.

Tindakan remineralisasi adalah proses pemberian pasta yang mengandung CPP-ACP (kalsium fosfat). Kandungan ini berfungsi mengembalikan mineral gigi yang hilang dan menetralisir keadaan pH di dalam mulut.

Bila Anda tidak waspada soal masalah kesehatan gigi si kecil, bisa-bisa kerusakannya tambah parah, terlebih jika white spot tidak diobati atau diatasi segera.

Karies gigi yang tidak ditangani dengan baik akan berubah menjadi brown spot atau bercak cokelat. 

Artikel Lainnya: Ayo, Ajak Anak Periksa Gigi Sejak Dini!

Dalam tahap ini, biasanya diikuti dengan patahnya atau hilangnya lapisan email gigi yang keras sedikit demi sedikit. Masalah ini sering disebut gigi berlubang.

Ketika terjadi, anak belum tentu merasakan adanya sakit atau nyeri pada gigi tersebut. Jadi, tidak mengalami sakit gigi bukan berarti gigi tidak sedang mengalami proses kerusakan, ya.

Walau ada risiko kerusakan gigi, jangan sampai anak menghindari konsumsi susu sama sekali. Pasalnya, susu mengandung mineral penting seperti kalsium dan fosfor, serta protein, vitamin, dan lemak, yang justru dapat melindungi gigi. 

Oleh karena itu, pilihlah susu tanpa kandungan gula atau rendah gula. Manfaatnya akan jauh lebih besar dibanding risikonya.

Untuk menjaga agar gigi tidak rusak, jangan lupa selalu membiasakan anak menyikat gigi teratur dua kali sehari. Lakukan sesudah sarapan dan sebelum tidur, serta dengan teknik sikat gigi yang tepat.

Bila Anda bingung memilih susu yang tepat untuk anak, jangan ragu konsultasi dengan dokter anak. Rutinlah kontrol kesehatan gigi anak ke dokter gigi.

Konsultasi dengan dokter gigi lebih mudah lewat LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar